Semangat, Jangan Menyerah Sebelum Bertanding

Semangat, Jangan Menyerah Sebelum Bertanding

Memperhatikan perilaku peserta lomba The Best Contact Center Indonesia dan mencoba memahami motivasi dibalik semua partisipasinya. Terkadang ada perbedaan harapan antara peserta dan perusahaan pengirimnya dalam ikut lomba ini. Ada peserta yang ingin belajar, ada yang ingin hadiahnya, ada yang ingin dikenal, ada yang ingin menguji kemampuan, ada yang ingin bersaing dan ada juga yang ingin punya jaringan pertemanan sesama praktisi contact center. Begitupun, ada juga yang ikut dengan sepenuh hati, sebaliknya ada yang terpaksa ikut lomba.

Semua alasan ikut lomba The Best Contact Center Indonesia tentunya akan menjadi motivasi bagi peserta dan perusahaannya untuk menyiapkan diri dengan baik. Latihan, latihan dan latihan dilakukan yang menyerap banyak energi, waktu dan perhatian. Mereka yang terbaik di perusahaannya telah dipilih dengan seleksi yang ketat, sesuai dengan kinerja mereka. Tentunya tak mudah mendorong mereka untuk menjadi peserta, ada yang kuatir, ada yang kurang berani, tak percaya diri, tak punya waktu, ada proyek yang harus diselesaikan dan sejumlah alasan.

Dengan proses pembekalan yang telah dilakukan dan uji coba ujian yang telah diikuti, peserta dengan penuh keyakinan mampu untuk menyelesaikan ujian tahap pertama dengan baik. Hasilnya sudah terlihat dalam pengumuman ujian tertulis yang telah dilaksanakan. Ada yang kecewa dengan hasilnya, ada juga yang senang dengan nilai yang dicapai. Ada juga yang menyadari kekurangannya, serta ada yang memaklumi kurangnya waktu untuk belajar karena kesibukan kerja.

Proses belajar yang mereka ingin lalui dan mengukur kemampuan dengan perusahaan lain menjadi catatan tersendiri bahwa lomba ini menuntut lebih dari peserta. Keinginan untuk membawa nama harum bagi perusahaan, tentunya harus dibarengi dengan keinginan untuk menyelesaikan lomba dengan hasil yang baik. Caranya ? Hanya dengan belajar, berlatih serta keinginan berbagi sesuatu yang bermanfaat. Kalaupun akhirnya menang, anggaplah sebagai bonus dari kerja keras dalam belajar dan berlatih.

Menyerah, tentunya dalam kamus peserta tidak ada. Kalaupun ada perusahaan yang membatalkan peserta yang rendah nilainya, dengan melihat peluang kemenangan yang tidak memungkinkan. Mungkin hanya sebagai punishment atau sanksi yang telah mengabaikan proses belajar yang diberikan, sehingga nilai test tertulisnya rendah. Bagi perusahaan yang menyadari peluang menangnya rendah, tetapi tetap memberikan peluang bagi karyawannya. Bisa jadi menganggap ini adalah suatu proses belajar yang memacu mereka untuk menyadari bahwa tak ada kata menyerah.

Semangat itu harus ditanamkan, seperti yang dicetuskan oleh Vince Lombardi, salah satu pelatih sepak bola Amerika, bahwa Winners Never Quit, Quitters Never Win. Bagaimanapun tantangan harus dihadapi, semangat untuk menang, menunjukkan keunggulan untuk berbagi pengalaman. Semangat membagi menunjukkan kinerja unggul kepada orang lain menjadi pesan bahwa mereka kreatif. Keberadaan mereka dalam lomba menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing, mengatasi kekurangan dan menunjukkan kemauan untuk menjadi lebih baik.

Lebih lanjut menurut Vince Lombardi, kemenangan bukanlah segalanya, namun kemauan untuk menang adalah segalanya. Ia juga mengungkapkan bahwa perbedaan antara orang sukses dan tidak adalah bukan pada kurangnya kekuatan, bukan kurangnya pengetahuan, melainkan kurangnya kemauan. Berharap bahwa pesan ini menjadi catatan buat semua peserta yang akan bertanding atau yang pernah bertanding bahwa semua itu butuh proses untuk belajar dan berlatih. (AA)

Peranan Strategis Contact Center

andi anugrah contact center

Peranan strategis contact center telah lama disalahpahami, diganggu oleh stereotipe, stigma, dan kesalahpahaman. Contact center dipandang hanya ada untuk memberikan informasi, menangani keluhan pelanggan dan mencatat permintaan atau transaksi pelanggan. Bahkan contact center dituntut untuk bisa melaporkan kualitas pelayanan, melaporkan jumlah pelayanan dan memberikan informasi mengenai kepuasan pelanggan.

Untuk apa semua pelayanan dan laporan ? Apakah hanya supaya terlihat unggul dengan kehadiran Contact center yang hadir setiap saat dengan operasional 24 jam 7 hari dalam seminggu. Atau lebih dari itu, kita menggunakan contact center sebagai gerbang informasi dan komunikasi pelanggan serta menggunakan informasi yang dihimpung contact center untuk berbagai kepentingan strategis perusahaan.

Contact center masa depan diposisikan secara unik untuk mendorong pertumbuhan di seluruh bisnis melalui peningkatan kualitas produk atau jasa, pengembangan relationship dan retensi pelanggan, dan retensi karyawan. Contact center mencatat ribuan bahkan jutaan permintaan atau transaksi per bulan. Kegiatan contact center bisa menghasilkan berbagai informasi mengenai perilaku pelanggan, resiko pelanggan atau bisnis. Semua itu bisa menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan produk baru atau menawarkan nilai tambah bagi pelanggan.

Contact center strategis masa depan tidak hanya berfokus pada orang, proses, dan peningkatan teknologi, tetapi juga pengembangan produk, pengembangan bisnis, antisipasi resiko pelanggan dan resiko bisnis. Ditengah perkembangan teknologi mobile, sosial media, internet of things, cloud, virtual assistant, artificial intelligent, big data dan berbagai pengembangan teknologi lainnya. Pada hakekatnya mengembangkan model untuk berinteraksi dengan pelanggan, mencoba memahami apa yang diinginkan pelanggan, kemudian memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk bertransaksi lebih banyak, menggunakan produk lebih banyak atau lebih sering.

Memikirkan contact center perlu melakukan pengukuran kualitas pelayanan, hanya untuk menunjukkan bahwa pelayanan agent sudah baik, tentunya tidak cukup. Informasi kebutuhan pelanggan dan perilaku pelanggan perlu mendapatkan perhatian sebagai peluang untuk menangkap potensi pengembangan bisnis. Keluhan demi keluhan pelanggan menjadi masukkan berharga, yang menunjukkan harapan pelanggan untuk melakukan perbaikan. Untuk itu kualitas pelayanan contact center tidak hanya ditunjukkan oleh angka Quality Monitoring Score yang mencapai 80-100, akan tetapi analisis mengenai rekaman yang berdampak bagi peluang atau resiko bisnis atau pelanggan.

Begitu juga tidak cukup contact center hanya punya Service Level ataupun response rate pada angka 90% atau bahkan 100%, hal itu hanya menunjukkan kita mampu mengangkat setiap telepon masuk. Atau bisa juga menunjukkan bahwa email atau sosial media pelanggan mendapatkan response yang cepat. Dibalik itu, kemampuan karyawan dalam memberikan solusi serta menjadikan solusi sebagai bagian dari pengembangan bisnis perusahaan. Jikapun itu lembaga atau badan pelayanan publik, bisa difokuskan untuk melahirkan kemudahan bagi publik atau masyarakat serta menyusun kebijakan atau peraturan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pandangan untuk membangun contact center yang lebih murah dan semakin murah. Bisa jadi pandangan ini lahir akibat beban atau hasil yang diberikan oleh contact center yang tidak maksimal. Seberapa murah sebenarnya contact center yang kita harapkan ? Apakah biaya pelayanan diturunkan menjadi Rp7000 per call atau contact atau bahkan lebih murah lagi ? Upaya ini dilakukan dengan otomatisasi dan melupakan kebutuhan pelanggan untuk berinteraksi. Bisa juga dengan melakukan rekruitmen tenaga kerja yang lebih murah, tanpa mempertimbangkan kompetensi mereka dalam melayani dan memberikan solusi.

Perlu dicatat bahwa hal ini tidak berarti bahwa semua contact center yang menjalankan operasional dengan murah akan mempunyai kecenderungan menjalankan operasional dalam kondisi yang kurang baik. Bisa terjadi bahwa itu adalah bagian dari upaya lembaga, badan atau perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dengan efisien. Tentunya yang harus diperhatikan, apakah upaya tersebut sejalan dengan upaya untuk tetap menjadikan contact center efektif dalam memberikan peranan yang tepat.

Pemberdayaan potensi contact center perlu menjadi pertimbangan untuk dilirik sebagai bagian dari strategi. Laporan kualitas pelayanan perlu dilihat detailnya rekomendasinya, begitu juga laporan analisis kepuasan pelanggan perlu ditindaklanjuti. Laporan pelayanan contact center dengan berbagai kasus yang ditangani serta lengkap dengan analisis perilaku pelanggan terhadap produk. Dengan demikian, semua itu menjadi bagian dari aspek strategis yang perlu menjadi perhatian dalam menetapkan standar pelayanan, mengembangkan kemampuan sumber daya organisasi serta pengembangan komunikasi dengan pelanggan.

Jikapun sudah ada unit kerja khusus yang menangani pengembangan bisnis atau pengembangan strategi organisasi, contact center seharusnya bisa berkontribusi memberikan laporan atau analisis mengenai interaksi pelanggan. Bukankah contact center adalah unit kerja yang paling banyak berinteraksi dengan pelanggan ?

Semangat meningkatkan peranan strategis contact center. Yang jelas jangan biarkan pekerjaan contact center berada dalam tumpukan data dan laporan. Mari jadikan contact center punya peranan. (AA)

Titik Keseimbangan

Sebuah bandul, jika digerakkan maka ia akan berayun untuk mencari titik keseimbangan, sampai akhirnya ia terdiam. Seakan ia sedang menunggu gerakan atau guncangan berikutnya, sehingga ia bisa berayun mengikuti irama gaya gravitasi. Sebuah benda akan mencari titik keseimbangannya dan berakhir dalam diam.

Dalam banyak hal kita juga merasakan guncangan yang sama dengan bandul. Ada kalanya kita mendapatkan motivasi baru dan bergerak kencang mengikuti irama. Lama kelamaan akan bosan dan terdiam, saat kita sedang berada dalam zona nyaman. Seakan kita sedang menunggu daya pendorong baru yang dapat memotivasi diri untuk kembali bergerak.

Itulah salah satu alasan berbagai sesi motivasional selalu banyak diikuti. Seakan banyak orang mencari daya ayunan baru untuk membangkitkan semangatnya, baik dalam belajar, bekerja, berkarya dan berbisnis. Jika kita mengikuti sesi motivasi, maka kemungkinan kita akan bertemu dengan orang lain, dan menemukan sesuatu hal yang baru. Ada kalanya kita juga senang mendengarkan ceramah atau pidato atau hanya sharing yang sebenarnya kita juga tahu. Bahkan kita menertawakan diri, jika hal tersebut sedikit menyinggung kelakuan kita.

Dinamika yang sama kita rasakan jika memulai suatu pekerjaan atau proyek. Kita akan semangat pada saat mulai masuk kantor baru, sampai pada saatnya kita berhadapan dengan banyak gangguan atau godaan. Yang menyebabkan kita akhirnya tenggelam pada kesibukan yang memotivasi atau sebaliknya kita akan hanyut dalam rutinitas dan tanpa daya.

Program-program motivasi yang dilakukan di perusahaan dengan berbagai bentuk reward adalah salah satu upaya yang menggerakkan bandul semangat. Memotivasi tim untuk bangkit dan bersaing, berlomba menjadi yang terbaik. Menemukan bahwa ada pesaing di dunia ini yang selalu bisa dijadikan acuan bahwa kita terasa tertinggal. Dengan demikian memacu diri untuk melalukan perbaikan.

Jika program motivasi tidak mampu menggerakkan semangat anda untuk meraih prestasi, bisa jadi anda benar-benar dalam zona nyaman. Coba carilah pesaing anda, yang memacu adrenalin anda untuk berpikir dan bertindak cepat. Dengan demikian anda mampu menggunakan otak anda secara maksimal serta menemukan ide-ide kreatif baru.

Begitu juga kita dapat menggunakan keahlian dan kreativitas kita untuk bertindak serta menemukan sesuatu yang baru dan lebih bermanfaat. Proses mencari dan mencari, akan membuat kita terus berada dalam ayunan bandul. Yang membuat kita keluar dari titik keseimbangan atau zona nyaman.

Ayo bergerak, berkarya dan raih prestasi. Semoga berkenan adanya. (AA)

Menjalankan Sesi Brainstorming

Brainstorming merupakan salah satu cara untuk menggali dan mengembangkan gagasan untuk berbagai macam tujuan, penelitian, tugas, merencanakan suatu pekerjaan, dan lainnya. Berikut adalah rangkaian bagaimana menjalankan sesi brainstorming yang baik.

Buat gagasan atau ide sebanyak mungkin

Ada alasan di balik membuat gagasan sebanyak mungkin, yaitu novelty (kebaruan) dan ideas come in waves (gagasan datang dalam gelombang). Biasanya ketika kita meminta seseorang untuk mengemukakan gagasan, ada beberapa gagasan umum yang akan muncul dari setiap orang. Biasanya gagasan ini tipikal,hampir semua orang yang diminta untuk memberikan gagasan tidak memiliki kebaruan atau kreativitas. Untuk mencapai ide kreatif dan novelty (kebaruan), kita perlu mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan ide termudah dan paling sederhana.

Jika diperhatikan dengan saksama, kita mendapatkan ide secara bergelombang. Begitu Anda menemukan beberapa ide kreatif, hal itu lebih mudah untuk memodifikasi, menambahkan atau mengurangi sesuatu dari gagasan itu dan menghasilkan lebih banyak gagasan. Setiap gelombang ide yang Anda alami, Anda akan melihat bahwa Anda bergerak menuju ide yang unik, kreatif dan baru.

Ide gila

Kenapa kita butuh ide gila? Lebih mudah untuk membuat ide gila yang menarik, bisa ditindaklanjuti dan yang sedikit lebih masuk akal daripada membuat ide biasa yang membosankan menjadi menarik. Ambil ide gila untuk memecahkan masalah yang ada dan cobalah untuk membuatnya lebih praktis. Hal ini akan mendorong Anda untuk menumbuhkan semangat kreatif.

Menunda penilaian

Mengapa kita perlu menunda penilaian? Brainstorming adalah proses dua langkah yaitu menghasilkan gagasan dan memilih gagasan. Penting untuk menjadikannya sebagai dua langkah terpisah dalam proses mendapatkan hasil yang baik. Memberikan penilaian dengan terburu-buru dapat membunuh kreativitas lebih cepat. Pada saat seseorang mulai menilai gagasan tertentu itu sebagai sesuatu yang baik atau buruk, pikiran kita mulai menerapkan filter pada pemikiran kreatif kita.

Kesempatan yang sama dan keberagaman

Bagaimana kita bisa memastikan bahwa setiap orang mendapat kesempatan untuk membagikan gagasan mereka? Pembentukan gagasan atau konsep adalah proses dua langkah. Langkah pertama adalah menghasilkan ide, yang dapat dilakukan dalam tiga langkah yang berbeda yaitu brain dump (mengosongkan pikiran), share it (membagikan), dan build upon it (membangun).

Langkah pertama adalah meminta setiap individu mengemukakan ide secara terpisah. Setiap individu dapat mengemukakan gagasan sebanyak mungkin sebagai individu, tanpa diskusi atau berbagi gagasan mereka. Ide ini murni dari pemikiran setiap individu.

Langkah kedua adalah meminta setiap orang untuk berbagi ide dengan tim. Orang lain yang memiliki ide yang sama atau serupa bisa mengelompokkan gagasan mereka seputar ide yang pertama kali diajukan. Semua orang berbagi gagasan mereka satu demi satu sampai semua gagasan dibagikan.

Langkah terakhir dalam proses ini adalah agar orang-orang menghasilkan gagasan baru (menggabungkan, mengedit, mengganti atau mengurangi gagasan yang telah dibagikan oleh seseorang di dalam tim). Hal ini dilakukan lagi secara individual dan nantinya akan dibagikan dengan tim. Tim kemudian dapat mendiskusikan untuk mengeksplorasi apakah mereka dapat menghasilkan gagasan yang lebih kreatif sebagai sebuah tim.

Keseluruhan proses tersebut memang sangat berguna dan efektif untuk digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan ke tahap eksekusi. Namun tidak kalah penting adalah memprioritaskan hal tertentu untuk dijadikan keputusan bersama.

Kesimpulannya adalah brainstorming merupakan kegiatan penting yang berpotensi membantu merangsang kreativitas kita dan memecahkan beberapa tantangan yang paling mendesak. Namun, jika tidak ditanggapi dengan serius dan dilakukan dengan ketat, ini juga merupakan pemborosan waktu.

Sumber: Gupta, Mukesh. 2017. How to Run a Good Brainstorming Session.