Optimisme Pedagang Makanan

Dalam kesempatan car free day hari ini, menyempatkan ngobrol dengan rekan-rekan tim Telexindo. Melihat lebih dekat suasana yang ada di ruang terbuka sekitar jalan Thamrin. Berbagai macam kepentingan hadir disana, ada berdagang, ada yang olahraga, ada yang wisata kuliner, ada yang cuci mata, ada yang meminta sumbangan, ada juga yang melakukan survey dan berbagai kegiatan lainnya.

Berjalan sejauh kurang lebih 5 km, tak terasa karena diselingi dengan berbagai perbincangan menarik dan juga kesempatan foto bareng. Banyak cerita dan pengamatan yang dilakukan untuk memberikan makna bagi pengembangan diri dan perusahaan. Ada saja ide yang menarik dijadikan ide, bisa begini atau begitu dengan mengamati yang dilakukan orang lain.

Pernahkah anda mendengar makanan cilok, cilung atau cilor, makanan dengan bahan yang sama. Namun kita tidak akan membahas bahan makanan ini, kita hanya mencoba membahas bagaimana pedagang memiliki optimisme dalam menjual. Coba saja perhatikan, sepanjanh jalan banyak penjual makanan yang menjual berbagai macam jenis makanan.

Apakah semua makanan tersebut habis terjual ? Bagaimana jika tidak habis ? Apakah mereka akan rugi dan berhenti menjual ? Berapa keuntungan yang mereka dapatkan ? Sejumlah pertanyaan coba dijawab untuk mengungkap bagaimana pedagang merencanakan proses penjualan dan menghitung keuntungan yang mungkin mereka peroleh.

Mereka harus menghitung dengan baik supaya semua makanan yang mereka bawa terjual habis. Artinya mereka harus menghitung bahan yang harus buat dan sesuai dengan harga yang mereka akan jual. Jika terlalu kecil atau sedikit, maka pelanggan akan pindah ke gerobak lainnya. Porsi yang mereka jual cukup dengan waktu penjualan selama car free day artinya harus habis sebelum jam 10:00 atau jam 11:00.

Kelihatannya tak ada upaya khusus untuk mengajak pembeli untuk mencoba dagangan mereka. Pembeli datang dan pergi yang tak peduli apa nama gerobak yang menjual dagangan tersebut. Sepertinya sudah ada standar acuan pembuatan makanan, yang menyebabkan pembeli bisa membeli dimana saja dan yakin rasanya hampir sama.

Ada juga gerobak yang cukup terkenal dengan namanya, sehingga menarik minat pelanggan membeli lagi di gerobak tersebut. Berbagai nama penjual makanan yang cukup terkenal hadir di sepanjang trotoar jalan thamrin. Deretan penjual ketoprak dan bakso, berselang-seling di area khusus depan pagar Kementerian BUMN. Warna gerobaknya sama, yang kepikiran adalah apakah makanannya sama ? Jangan-jangan ini cuma satu pemiliknya, sambil memikirkan bagaimana kualitas dari makanan tersebut.

Yang jelas penjual makanan itu, berapapun banyaknya mereka tetap optimis bahwa ada pembeli yang membeli makanan yang dijajakan. Sebuah silap positif yang harus ditiru bahwa optimisme dalam berdagang dibutuhkan untuk membuat kita tetap kreatif dan semangat dalam berusaha.

Mereka yakin pasti ada kalanya kurang beruntung, sehingga pembeli kurang. Ada saja resiko hujan, atau gangguan keamanan yang bisa terjadi. Namun semangat mereka menghadapi tantangan kehidupan membuat mereka bisa berhitung untung rugi dan membuat mereka tetap optimis dalam berjualan. (AA)

Contact Center Asuransi

Contact Center Asuransi

Perusahaan di bidang asuransi termasuk salah satu yang menggunakan contact center secara intensif, khususnya untuk kegiatan Telemarketing dan customer service. Siapa diantara anda yang tidak pernah mendapatkan telepon dari perusahaan asuransi ? Bisa jadi, jarang yang terlewatkan. Mereka seakan punya banyak sumber database untuk menghubungi prospek, termasuk anda.

Berdasarkan pengamatan di sejumlah negara, kegiatan Telemarketing perusahaan asuransi menjadi kegiatan contact center yang bertahan dalam banyak kondisi bisnis. Ada saja naik dan turun dalam industri ini, akan tetapi asuransj bisa tiba-tiba tumbuh dengan pesatnya. Hal ini juga terjadi saat ini, beberapa perusahaan asuransi makin meningkatkan kapasitas contact centernya untuk keperluan penjualan produk.

Pada kondisi tertentu, masyarakat membutuhkan asuransi sebagai jaminan atas berbagai keperluan. Untuk itu perusahaan asuransi juga sangat memperhatikan pelayanan contact center khususnya untuk proses claim. Berbagai kepentingan yang dilindungi oleh asuransi mulai dari rumah, kendaraan, proyek, kesehatan, paket perjalanan sampai dengan barang elektronik.

Proses claim yang mudah menjadi perhatian dengan menghadirkan mobile apps, social media, juga pelayanan melalui telepon dan customer service. Banyaknya claim yang dapat terjadi dan bersifat mendesak, menuntut perusahaan asuransi menyediakan jalur pelayanan yang handal melalui contact center. Bahkan ada kalanya contact center dilekatkan dengan bagian admin dan claim support, sehingga proses claim dapat dilakukan dengan cepat.

Administrasi polis, mulai dari proses penerbitan polis, perpanjangan polis, pembayaran polis dan administrasi lainnya bisa ditangani melalui contact center. Begitu juga administrasi pengiriman, perubahan data dan informasi status polis serta nilai penjaminan atau pertanggungan. Contact center bisa melakukan reminder kepada pemegang polis, bisa juga melakukan edukasi dan berbagai kepentingan lainnya.

Jangkauan yang luas menyebabkan contact center menjadi pilihan yang menarik dan juga efisien dalam memberikan pelayanan. Ketersediaan yang bisa melayani 24 jam 7 hari dalam seminggu menjadi peluang untuk meningkatkan efektivitas penggunaan pelayanan contact center asuransi.

Tidak hanya pemegang polis yang ditangani contact center, akan tetapi pelayanan kepada mitra kerja serta agent asuransi. Pihak bengkel kendaraan atau rumah sakit dapat menghubungi contact center untuk mendapatkan konfirmasi mengenai status pertanggungan. Begitu juga agent asuransi dapat menghubungi untuk contact center untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan status client mereka.

Begitulah sedikit informasi mengenai penerapan contact center pada industri asuransi. Bagi yang berminat membangun contact center untuk pelayanan asuransi atau industri lainnya, kami siap memberikan konsultasi. Begitu juga yang sedang ingin mengevaluasi contact centernya, supaya berjalan dengan lebih baik, jangan ragu menghubungi kami. (AA)

Peranan Strategis Contact Center

andi anugrah contact center

Peranan strategis contact center telah lama disalahpahami, diganggu oleh stereotipe, stigma, dan kesalahpahaman. Contact center dipandang hanya ada untuk memberikan informasi, menangani keluhan pelanggan dan mencatat permintaan atau transaksi pelanggan. Bahkan contact center dituntut untuk bisa melaporkan kualitas pelayanan, melaporkan jumlah pelayanan dan memberikan informasi mengenai kepuasan pelanggan.

Untuk apa semua pelayanan dan laporan ? Apakah hanya supaya terlihat unggul dengan kehadiran Contact center yang hadir setiap saat dengan operasional 24 jam 7 hari dalam seminggu. Atau lebih dari itu, kita menggunakan contact center sebagai gerbang informasi dan komunikasi pelanggan serta menggunakan informasi yang dihimpung contact center untuk berbagai kepentingan strategis perusahaan.

Contact center masa depan diposisikan secara unik untuk mendorong pertumbuhan di seluruh bisnis melalui peningkatan kualitas produk atau jasa, pengembangan relationship dan retensi pelanggan, dan retensi karyawan. Contact center mencatat ribuan bahkan jutaan permintaan atau transaksi per bulan. Kegiatan contact center bisa menghasilkan berbagai informasi mengenai perilaku pelanggan, resiko pelanggan atau bisnis. Semua itu bisa menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan produk baru atau menawarkan nilai tambah bagi pelanggan.

Contact center strategis masa depan tidak hanya berfokus pada orang, proses, dan peningkatan teknologi, tetapi juga pengembangan produk, pengembangan bisnis, antisipasi resiko pelanggan dan resiko bisnis. Ditengah perkembangan teknologi mobile, sosial media, internet of things, cloud, virtual assistant, artificial intelligent, big data dan berbagai pengembangan teknologi lainnya. Pada hakekatnya mengembangkan model untuk berinteraksi dengan pelanggan, mencoba memahami apa yang diinginkan pelanggan, kemudian memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk bertransaksi lebih banyak, menggunakan produk lebih banyak atau lebih sering.

Memikirkan contact center perlu melakukan pengukuran kualitas pelayanan, hanya untuk menunjukkan bahwa pelayanan agent sudah baik, tentunya tidak cukup. Informasi kebutuhan pelanggan dan perilaku pelanggan perlu mendapatkan perhatian sebagai peluang untuk menangkap potensi pengembangan bisnis. Keluhan demi keluhan pelanggan menjadi masukkan berharga, yang menunjukkan harapan pelanggan untuk melakukan perbaikan. Untuk itu kualitas pelayanan contact center tidak hanya ditunjukkan oleh angka Quality Monitoring Score yang mencapai 80-100, akan tetapi analisis mengenai rekaman yang berdampak bagi peluang atau resiko bisnis atau pelanggan.

Begitu juga tidak cukup contact center hanya punya Service Level ataupun response rate pada angka 90% atau bahkan 100%, hal itu hanya menunjukkan kita mampu mengangkat setiap telepon masuk. Atau bisa juga menunjukkan bahwa email atau sosial media pelanggan mendapatkan response yang cepat. Dibalik itu, kemampuan karyawan dalam memberikan solusi serta menjadikan solusi sebagai bagian dari pengembangan bisnis perusahaan. Jikapun itu lembaga atau badan pelayanan publik, bisa difokuskan untuk melahirkan kemudahan bagi publik atau masyarakat serta menyusun kebijakan atau peraturan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pandangan untuk membangun contact center yang lebih murah dan semakin murah. Bisa jadi pandangan ini lahir akibat beban atau hasil yang diberikan oleh contact center yang tidak maksimal. Seberapa murah sebenarnya contact center yang kita harapkan ? Apakah biaya pelayanan diturunkan menjadi Rp7000 per call atau contact atau bahkan lebih murah lagi ? Upaya ini dilakukan dengan otomatisasi dan melupakan kebutuhan pelanggan untuk berinteraksi. Bisa juga dengan melakukan rekruitmen tenaga kerja yang lebih murah, tanpa mempertimbangkan kompetensi mereka dalam melayani dan memberikan solusi.

Perlu dicatat bahwa hal ini tidak berarti bahwa semua contact center yang menjalankan operasional dengan murah akan mempunyai kecenderungan menjalankan operasional dalam kondisi yang kurang baik. Bisa terjadi bahwa itu adalah bagian dari upaya lembaga, badan atau perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dengan efisien. Tentunya yang harus diperhatikan, apakah upaya tersebut sejalan dengan upaya untuk tetap menjadikan contact center efektif dalam memberikan peranan yang tepat.

Pemberdayaan potensi contact center perlu menjadi pertimbangan untuk dilirik sebagai bagian dari strategi. Laporan kualitas pelayanan perlu dilihat detailnya rekomendasinya, begitu juga laporan analisis kepuasan pelanggan perlu ditindaklanjuti. Laporan pelayanan contact center dengan berbagai kasus yang ditangani serta lengkap dengan analisis perilaku pelanggan terhadap produk. Dengan demikian, semua itu menjadi bagian dari aspek strategis yang perlu menjadi perhatian dalam menetapkan standar pelayanan, mengembangkan kemampuan sumber daya organisasi serta pengembangan komunikasi dengan pelanggan.

Jikapun sudah ada unit kerja khusus yang menangani pengembangan bisnis atau pengembangan strategi organisasi, contact center seharusnya bisa berkontribusi memberikan laporan atau analisis mengenai interaksi pelanggan. Bukankah contact center adalah unit kerja yang paling banyak berinteraksi dengan pelanggan ?

Semangat meningkatkan peranan strategis contact center. Yang jelas jangan biarkan pekerjaan contact center berada dalam tumpukan data dan laporan. Mari jadikan contact center punya peranan. (AA)

Ulasan Pelanggan Online

Saat ini, komentar dari mulut ke mulut telah digantikan oleh media sosial dan situs review online. Menurut sebuah studi yang dikelola oleh Dimensional Research dan disponsori oleh Zendesk, sebagian besar responden yang telah membaca ulasan online mengindikasikan bahwa ulasan tersebut mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Studi tersebut melaporkan bahwa 66 persen responden melaporkan membaca ulasan online.

Konsumen juga mempercayai ulasan online. Menurut sebuah survei baru-baru ini oleh BrightLocal, 88 persen konsumen mempercayai ulasan yang mereka temukan secara online sama seperti rekomendasi pribadi.

Banyak konsumen akan mencari informasi tentang bisnis dengan mengunjungi situs review online. Situs ulasan seperti Yelp dan Tripadvisor adalah platform yang besar dan memiliki dampak yang luar biasa pada pengambilan keputusan konsumen. Hasil Google juga mempertimbangkan sumber ulasan online karena ingin memberikan hasil terbaik kepada pengguna.

Survei dari BrightLocal juga memberikan beberapa informasi tentang berapa banyak ulasan yang dibutuhkan perusahaan sebelum memperoleh kepercayaan konsumen. Ternyata, minimal 10 ulasan diperlukan sebelum orang percaya hasilnya. Hal ini penting, karena usaha kecil terkadang berusaha membuat pelanggan meninjau bisnis atau produk mereka. Usaha kecil harus melakukan apa yang mereka bisa untuk mendapatkan visibilitas di situs dengan traffic tinggi seperti Yelp, TripAdvisor, dan Google Reviews.

Keberadaan ulasan terhadap suatu brand juga membuka akses untuk lebih mudah dicari oleh pelanggan. Google akan menampilkan Top Three yang paling relevan dalam pencarian apapun. Semakin sering diulas maka akan semakin besar kesempatan untuk ditampilkan dalam daftar Top Three Google tersebut.

Selain dapat menggerakkan traffic dan meningkatkan penjualan, ulasan online juga dapat memengaruhi pendapatan bisnis. Bahkan pelanggan yang paling cerdas pun mungkin bersedia membayar lebih untuk sebuah perusahaan atau produk dengan ulasan “bagus”, menghargai kepastian kualitas yang berasal dari ulasan positif.

Jelaslah bahwa konsumen sangat dipengaruhi oleh ulasan online dan sering membuat keputusan pembelian berdasarkan ulasan tersebut. Selain itu, situs ulasan online mendapatkan jumlah traffic yang sangat banyak dan pelanggan selalu membaca, menulis dan membandingkan ulasan online. Keberadaan ulasan sangat penting untuk proses pembelian konsumen dan kesuksesan bisnis.

Sumber: Whittenly, Hannah. 2016. How Important Are Your Online Customer Reviews?