Mencontoh Pembelajaran dari Hidup Elang

Hidup adalah proses pembelajaran, apapun yang terjadi di dalam hidup adalah sebuah proses pendewasaan. Sebagai manusia, tentu kita diberikan akal yang sempurna. Berbeda dengan makhluk lain, hewan misalnya. Seluruh hewan tidak memiliki akal yang sempurna seperti manusia, namun dari mereka lah kita dapat mengambil pelajaran yang berharga.

Elang, hewan si pemberani memiliki sifat-sifat ksatria, yang mana Elang berani menerpa badai dan mengambil segala resiko di dalam hidupnya. Terbang jauh merantau demi kehidupan yang lebih baik dan menyadari bahwa dalam hidup harus melalui beberapa tahapan yang melelahkan dan menyakitkan.

Dari hewan Elang kita harus berani bermimpi, karena dengan bermimpi dapat membuat kita menjadi lebih besar. Bermimpi tentu tidak dimaksudkan menghabiskan waktu secara sia-sia dengan melamun, melainkan berani memiliki impian untuk meraih kesukesan. Berani memiliki cita-cita yang tinggi kendati kita memahami kita memahami bahwa sebuah cita-cita tidak serta merta terwujud begitu saja, melainkan harus dibangun dengan kerja keras dan pantang menyerah. Seperti Elang yang membangun sarangnya di atas pohon cemara yang tinggi. Walaupun memiliki resiko terimbas badai, hidup melawan badai berarti berani menghadapi resiko dan berani untuk meminta maaf bila bersalah.

Dari hewan Elang kita juga dapat mengambil pembelajaran unik lain, seringkali kita melihat beberapa hewan dalam bentuk berkelompok atau dengan jumlah yang banyak. Berbeda dengan Elang, spesies yang lebih suka hidup sendiri. Elang lebih dapat memfokuskan diri untuk daya penglihatannya mencari mangsa.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam hidup yang seiring bertambah dewasa seharusnya kita mampu untuk hidup mandiri, tidak bergantung pada orang lain baik dalam keadaan suka maupun duka. Memang, manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain, tapi selama kita mampu menjalaninya, alangkah baiknya bila kita berusaha mengatasinya sendiri.

Setiap manusia diberikan kebebasan oleh Sang Pencipta untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. Apapun yang kita pilih selalu mengandung 2 hal, yaitu harapan dan resiko. Resiko yang ada di dalam kehidupan itulah yang harus berani kita ambil. Karena yang terburuk dalam hidup ini bukanlah kegagalan, melainkan hidup tanpa berani mengambil resiko. (WH)

Leave a Reply