Celoteh Pagi : Bahasa


Dalam lomba program korporat, kemampuan komunikasi sangat dibutuhkan, khususnya dalam Bahasa Inggris. Peserta berhadapan dengan juri dari berbagai negara. Ada 16 juri internasional yang kami hadirkan untuk berdiskusi dengan peserta. Untuk itu peserta harus bisa berbahasa Inggris dengan baik dan harus didukung oleh pemahaman mengenai contact center serta perspektif bisnis. Seseorang yang berbicara dengan lancar dan memahami aspek-aspek penting dalam operasional contact center akan sangat membantu untuk menjawab pertanyaan dewan juri.

Tentunya harus didukung oleh kemampuan presentasi yang baik. Bisa menyampaikan secara terstruktur, bisa menggunakan data, bisa menyampaikan hasil secara spesifik. Ada kalanya peserta hanya berbicara dalam tatanan secara umum, sehingga tidak spesifik. Padahal jika diberikan data, atau diberikan contoh, maka akan mudah dipahami oleh dewan juri.

Inilah pentingnya mengkombinasikan antara pemahaman mengenai business proses pada contact center sebelum tampil pada kegiatan lomba korporat. Memahami detail mengenai pelanggan, kebutuhannya, dampak bisnisnya dan berbagai aspek yang terkait. Penting pula memahami beberapa indikator yang menjadi faktor pendukung keberhasilan suatu program. Jika salah memilih indikator, maka dewan juri akan menganggap suatu program kerja kurang berjalan dengan baik.

Dalam menyampaikan pendapat, ada peserta yang berani berbicara, walaupun banyak kata “eee… eee… “, wajar saja, karena ia sedang berpikir keras, kata apa yang selanjutnya harus saya ucapkan. Ada yang sangat lancar, bahkan sangat menarik mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan. Menggunakan Bahasa Inggris yang fasih dan terstruktur, didukung dengan pemahaman masalah yang baik. Semua itu menjadikan daya tarik tersendiri. Walaupun akhirnya dewan juri bertanya berbagai hal.

Pentingnya kita belajar Bahasa Inggris, termasuk saya juga harus belajar banyak. Dalam berbagai kesempatan pidato atau wawancara dalam Bahasa Inggris, saya cukup kesulitan untuk mendapatkan kata yang tepat. Bahkan dalam menulis artikel, proposal atau email, saya masih sering dibantu oleh google translate. Saya yakin bahwa semua itu butuh latihan, jika kita menggunakannya lebih sering, maka kita akan terbiasa.

Semangat pagi, ayo berlatih. Suatu saat ada manfaatnya. Tetap semangat, sehat dan bahagia. (AA)

Celoteh Pagi: Beradaptasi

Sebagian dari kita bisa merasakan bagaimana tantangan untuk mengubah suasana rumah dalam konsep Working From Home. Ada keinginan untuk membuat kondisi rumah dengan kondisi bekerja yang ideal, baik dari memilih tempat duduk yang nyaman, memilih perangkat kerja, maupun mengatur waktu sesuai irama suasana rumah.

Beberapa diantara kita mungkin punya sesuatu yang memungkinkan melakukan perubahan, baik dengan menambah bagian dari rumah atau berbagai fasilitas lainnya. Keinginan untuk mengubah kondisi rumah, sehingga layak menjadi tempat bekerja yang ideal. Sebagian yang lain hanya menerima dengan kondisi apa adanya. Hanya merubah mindset bahwa sekarang ia sedang bekerja atau sedang melakukan kewajiban sebagai anggota keluarga.

Waktu berjalan dengan cepatnya, ada kalanya timbul rasa bosan juga, kemudian mengalihkan tempat kegiatan di beberapa tempat berbeda, bisa memilih kafe atau hotel. Ada juga yang kembali ke kantor dan berkumpul bersama rekan kerja. Pada saat kondisi pandemik turun, mereka pun kembali mencoba suasana berbeda dengan suasana kantor. Tidak kembali ke kondisi semula, setidaknya bisa mengurangi dampak psikologi selama bekerja di rumah.

Bagi yang tetap merasa nyaman di rumah dan bisa menyelesaikan berbagai hal dari rumah, maka akan mencoba berbagai aktivitas berbeda. Mengisi waktu sebelum bekerja dengan olah raga ringan, jalan santai seputaran rumah atau berbagai aktivitas hobi lainnya. Fleksibilitas yang disediakan beberapa perusahaan dengan pola kerja WFH atau Work Form Anywhere membuat mereka bisa mengatur beban kerja dan keseimbangan dengan kebutuhan hidup lainnya.

Apapun suasanya, bekerja merupakan salah satu cara untuk membuat tubuh kita bergerak dan beradaptasi. Bekerja membuat kita bisa berpikir, menggunakan otot kita, menggunakan segala kemampuan kita untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Termasuk kegiatan saya menulis ini, telah menjadi penyaluran energi positif untuk berpikir, menggerakan jemari dan merangkai kata. Berbagi semangat bagi pembaca yang merasakan manfaatnya. Semangat pagi, tetap sehat dan bahagia. (AA)

Celoteh Pagi : Ketika Laporan Bercerita


Menyusun laporan harian, mingguan, bulanan atau tahunan merupakan bagian tersendiri dari suatu pekerjaan. Ketika kita merasa bahwa ada sesuatu yang harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas, maka kita menjalankan amanah dengan baik. Jika kita menganggap laporan sebagai upaya melihat pencapaian yang telah kita lakukan, maka kita tidak perlu terbebani. Dengan menyusun laporan, maka akan bermanfaat bagi diri untuk menilai diri dan melakukan perbaikan.

Menyusun laporan merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan hasil suatu pekerjaan. Ada yang mendapatkan hasil yang meningkat dan ada pula yang sebaliknya. Ada yang mencapai target, ada juga yang belum tercapai. Jika tercapai, maka bisa menentukan langkah peningkatan selanjutnya ? Jika tidak tercapai, maka dapat menetapkan upaya perbaikan yang harus dilakukan ? Dengan laporan kita bisa menyusun langkah selanjutnya yang harus dilakukan.

Pada saat kuliah dulu, hampir setiap haru mengerjakan laporan. Ternyata pengalaman tersebut melatih diri untuk terbiasa menyusun laporan. Mempertanggungjawabkan latihan yang kita lakukan. Sekarang pun setiap kali menyelesaikan suatu pekerjaan, baik itu training, penyediaan tenaga kerja atau konsultan, diupayakan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan. Coba bayangkan seseorang yang tidak pernah membuat laporan, maka ia akan kesulitan menyusun sesuatu untuk dilaporkan.

Membuat laporan memang harus dibiasakan, semakin terbiasa dan dimudahkan. Kalau dianggap sebagai beban, itu artinya kita belum mendapatkan manfaat dari proses penyusunan laporan. Ada kalanya untuk membuat laporan konsultan, saya harus mengolah berbagai data yang aneh, atau mengamati berbagai data. Namun saya tetap menikmati proses tersebut untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna. Terkadang data yang tersedia kurang, sehingga salah dalam membuat kesimpulan. Semua itu dijadikan bahan belajar dan terus belajar.

Ada kalanya kita merasa membuat laporan yang sia-sia. Tidak ada yang membacanya atau tidak ada tanggapan dari laporan yang kita buat. Namun hal itu sebaiknya tidak menjadi alasan kita untuk berhenti. Mungkin perlu beberapa perbaikan, sehingga mudah dipahami pembacanya. Ada kalanya penerima laporan hanya tidak mengerti isi dari laporan atau mereka tidak bisa mendapatkan kesimpulan. Dari waktu ke waktu berbagai upaya dipelajari dalam membuat laporan yang baik. Bisa dengan perbaikan tata letak, grafik, warna, bentuk huruf, format dan sebagainya.

Jika kita sering menerima laporan mingguan karyawan atau tim, kita perlu upaya tersendiri untuk menyatukan laporan tersebut. Itulah kenapa manajemen suka melakukan pertemuan untuk mempresentasikan laporan, supaya manajemen paham isi laporan yang dimaksud. Nah, supaya mudah, penting bagi yang membuat laporan menggunakan istilah yang mudah dipahami bagi pembacanya. Jika sulit membuatnya, yuk kita latihan bersama.

Anyway, selamat menikmati senin pagi. Pastikan sudah membuat laporan, jika belum sempat, maka segerakan dan jadikan kebiasaan. Bagi yang menerima laporan, jangan biarkan hanya menumpuk di mailbox anda, gunakan kesempatan untuk mengevaluasinya. Jika tidak sempat, artinya anda perlu mendelegasikan tugas. Semangat ! Salam sehat dan bahagia. (AA)