Ujian

Celoteh Pagi : Ujian
Instagram : @telexindobizmart

Kembali menyapa anda, setelah beberapa hari menghilang mempersiapkan ujian indvidual The Best Contact Center Indonesia 2020. Setiap pagi berbagai kesibukan menantang diri untuk terus aktif melakukan sesuatu termasuk menulis. Ini bagai sebuah ujian yang selalu menguji konsistensi kita untuk terus menulis dan menulis lagi. Menuangkan ide, isi pikiran atau sekedar inspirasi yang bermanfaat bagi orang lain.

Bagi anda yang suka olah raga pagi, sebuah tantangan untuk anda melakukannya terus menerus. Anda harus menantang diri dan menciptakan berbagai alasan untuk terus melakukannya. Membuat anda merasa ada yang kurang jika tidak melakukannya. Walaupun hanya sekedar gerakan senam, jalan santai, atau bersepeda keliling kompleks perumahan. Jika anda sudah terbiasa, tentunya ada saja yang kurang. Begitulah kebiasaan, akan tetapi memulainya tentu tidaklah mudah.

Bagi anda yang terbiasa berangkat pagi ke kantor, diam di rumah tentunya merupakan tantangan tersendiri. Terbiasa bekerja dengan orang lain, berdiskusi secara tatap muka dan berbagai hal bersama tim, akan menghadapi tantangan jika harus bekerja secara jarak jauh. Berinteraksi secara langsung tentunya suatu kenikmatan tersendiri yang hilang dari bekerja jarak jauh. Bagaimanapun pola kerja bebas pada awalnya terlihat memudahkan, akan tetapi kita tetap harus memotivasi diri untuk mulai melakukan sesuatu. Harus ada semangat untuk proaktif dan punya inisiatif, melakukan sesuatu tanpa perintah.

Bagi anda yang terbiasa belajar sesuatu secara tatap muka, tentunya akan menantang untuk belajar secara jarak jauh. Namun bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan video sebagai media belajar, maka anda akan mudah untuk belajar melalui video conference. Banyak gangguan yang terjadi pada seseorang belajar secara mandiri, utamanya memacu inisiatif dan minat memperlajari sesuatu. Pola belajar jarak jauh bagi pelajar atau mahasiswa atau karyawan saat ini sebenarnya mudah dengan jarak jauh. Namun yang hilang adalah suasana berkumpul, bermain dan bercanda, mungkin juga kehilangan suasana makan bareng di kantin sekolah.

Ada banyak hal yang berubah dalam cara kita menyikapi kondisi saat ini. Sebagai sebuah ujian, bukanlah kita sibuk menyalahkan soalnya yang sulit. Tetap tenang untuk mengerjakan dan mencari cara untuk menyelesaikan dengan baik. Menikmati sebagai proses perubahan pada sikap, pikiran dan tindakan kita. Mengubah pola kerja, mengubah pola belajar, mengubah kebiasaan-kebiasaan di rumah dan berbagai hal lainnya. Perubahan pasti terjadi, kemampuan kita beradaptasi merupakan karunia yang patut kita syukuri.

Kita sedang dalam proses menanti bahwa semua akan kembali seperti semula. Semoga hal itu akan terjadi. Namun waktu terus berjalan, kita tidak mungkin kembali ke masa itu, seperti kita merindukan masa-masa SMA. Hmmm … ada yang kangen masa SMA, ada apa yah. Sudahlah … tidak perlu mengingat siapa rekan sekolahmu yang paling menarik.

Mari kerjaan soal ujian kita dan nikmati prosesnya. Tulisan pagi ini juga menyemangati saya untuk tetap menulis dan mengisi pagi dengan sesuatu. Menyapa anda semua yang tetap semangat melewati semua ujian dan tantangan ini.

Selamat menikmati pagi, salam sehat selalu. #CelotehPagi (AA)

Pindah Kerja

Celoteh Pagi : Pindah Kerja
Instagram : @telexindobizmart

Belakangan ini dengan banyaknya perusahaan contact center yang berpindah dari Jakarta ke Semarang atau Yogyakarta, menyebabkan perpindahan karyawan juga bisa terjadi. Mereka berpindah karena mendapatkan kenyamanan baru, mendapatkan teman kerja atau bisa juga mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Semua itu harus ditempuh dengan melakukan adaptasi pada lingkungan yang baru.

Beradaptasi berarti kita melakukan proses untuk dapat diterima atau menerima kondisi lingkungan dan orang lain. Hal ini juga terjadi pada saat kita pindah bekerja pada suatu perusahaan. Jangankan bagi level agent, hal yang sama juga dialami oleh manager atau supervisor, ada budaya yang sudah terbentuk disana. Kita mencoba beradapatasi dengan lingkungan yang sudah ada atau kita berupaya supaya orang lain beradaptasi dengan kita sendiri.

Ada yang suka pindah kerja dan berpindah merupakan proses yang mudah. Ada saja perusahaan yang mau merekrut jenis karyawan seperti ini. Ada juga kenalan yang mencoba berbisnis sendiri dan pada akhirnya memutuskan kembali menjadi karyawan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, kami juga mendapatkan calon karyawan seperti ini.

Ada sisi baiknya dari calon karyawan yang suka pindah, karena dia cukup berpengalaman menghadapi berbagai perubahan kultur perusahaan. Tak mudah loh beradaptasi dalam budaya perusahaan yang baru. Nah, ada juga yang tidak bisa atau sulit berpindah kerja.

Berpindah kerja dan beradaptasi merupakan suatu proses bagi karyawan untuk bisa saling menerima kebijakan baru yang ditetapkan. Jika kita hadir sebagai karyawan atau level tertentu yang tidak bisa mengubah kebijakan atau keadaan, maka secara otomatis kita harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi sebagian orang proses adaptasi ini terkadang tidak mudah, sehingga menjadi tantangan seseorang untuk berpindah pekerjaan. Lalu kalau tidak bisa pindah terus bagaimana ?

Tunjukkan prestasi atau kuliah lagi ! Suatu lingkungan kerja dapat unggul dengan kompetisi yang memungkinkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru dalam bisnis atau melahirkan kreativitas-kreativitas baru dalam bekerja. Gaya kepemimpinan yang kompetitif, transparan dan terbuka, yang memungkinkan karyawan memberikan masukan atau berpendapat. Dinamika dalam bekerja yang kompetitif bertujuan untuk mencapai sesuatu dengan berbagai metode yang kreatif.

Demikian pula yang terjadi pada saat kita kuliah. Kita akan menghadapi berbagai kasus dan ujian-ujian, yang menuntut kita menemukan pengetahuan dan keterampilan baru. Dengan kuliah, nantinya mendapatkan gelar sarjana, master atau doktor, bisa menjadi bekal untuk mendapatkan penugasan-penugasan baru. Hal ini akan membuka ruang untuk melahirkan ide-ide baru dalam melakukan pekerjaan. Tentunya kondisi ini harus didukung oleh kemampuan menerapkan ilmu dari kuliah yang diikuti.

Jika kinerja dapat ditunjukkan, maka akan terjadi kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan. Jika tidak, maka yang terjadi adalah penolakan-penolakan, yang akan menjadi penghambat pencapaian sasaran kerja. Apapun pilihan tempat kerja kita, mari berkontribusi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Tetap semangat, semoga menemukan tempat untuk berkarya yang lebih baik. #CelotehPagi (AA)

Anti-Attrition

Celoteh Pagi : Anti-Attrition
Instagram : @telexindobizmart

Ketika memutuskan untuk berhenti menggunakan suatu produk atau jasa, maka artinya manfaat yang dirasakan sudah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Misalnya Anda berhenti menggunakan kartu kredit, karena bunga atau biaya admin tahunannya dirasakan memberatkan. Bisa juga melunasi pinjaman Anda dengan membayar keseluruhan cicilan, sehingga anda tidak terbebani bunga lagi.

Hal yang sama terjadi jika anda berlangganan jaringan internet dari salah satu provider dan akhirnya memutuskan untuk berhenti berlangganan. Bisa juga terjadi pada saat menggunakan produk asuransi atau berbagai macam produk yang pembayaran bersifat rutin. Bisa juga terjadi pada hal-hal tertentu yang menyebabkan kecanduan, seperti merokok, main game, belanja online atau berbagai hal lainnya yang berlebihan.

Untuk menghindari pelanggan berhenti atau keluar, maka perusahaan biasanya memiliki sejumlah antisipasi. Bisa dengan memberikan potongan, atau bisa juga penghapusan biaya admin, bunga atau semacamnya. Upaya ini biasanya dilakukan oleh petugas yang diberikan kewenangan yaitu unit kerja anti-attrition. Petugas pada unit ini akan berupaya secara maksimal, sehingga pelanggan tidak berhenti atau kabur.

Tentunya sebagai petugas pada unit anti-attrition perlu memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Mereka akan dibekali kemampuan mempengaruhi orang lain. Petugas yang ditempatkan juga diberikan kewenangan khusus, sehingga pelanggan merasa diperhatikan. Berapa besar kompensasi yang mungkin diberikan kepada pelanggan supaya tidak berhenti, tentunya sudah dihitung dengan baik. Hanya saja, ada kalanya Saya perhatikan mereka hanya memenuhi tuntutan pelanggan, tidak melakukan analisis terhadap keuntungan dari pelanggan yang dapat diperoleh.

Model yang lain yang dapat dilakukan oleh anti-attrition adalah membuat kondisi sulit bagi pelanggan untuk berhenti. Dengan proses yang rumit untuk berhenti, maka pelanggan akan mengurungkan niatnya. Selain itu, anti-attrition sebenarnya akan berkurang bebannya jika ada metode yang bagus dalam membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan biasanya ditawarkan dengan berbagai produk tambahan yang menyebabkan mereka sulit berhenti.

Semakin banyak variasi produk yang digunakan pelanggan Anda, maka semakin sulit mereka berhenti menjadi pelanggan. Bisa jadi hal ini yang menyebabkan suatu perusahaan menghadirkan beragam variasi produk. Contohnya, jika anda menjadi nasabah tabungan pada suatu bank, mereka akan menawarkan gratis kartu kredit. Selanjutnya akan menawarkan asuransi, deposito, investasi dan berbagai produk kredit perbankan. Hal yang sama jika Anda mendapatkan pinjaman dari bank, maka secara otomatis mereka akan membukakan rekening untuk tabungan.

Begitu juga pengguna internet, akan ditawarkan berbagai paket pelengkap termasuk channel TV, film atau aplikasi game online. Tentunya variasi produk ini digunakan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Hanya saja penawaran produk pelengkap terkadang terlalu banyak, sehingga mengganggu bagi sebagian pelanggan. Kita tidak hanya menerima SMS, email dan sekarang kita juga menerima notifikasi dari aplikasi whatsapp. Yang berbahaya kalau metode promosi dan anti-attrition ini juga diterapkan pada konsumsi yang negatif.

Jika bagian promosi bertugas menambah jumlah pelanggan dan penggunaan produk. Sebaliknya bagian anti-attrition ibarat menambal kebocoran pada suatu bisnis, sehingga tidak tumpah lebih banyak. Kalau tidak mau anti-attrition bekerja lebih berat, maka jalan keluarnya buatlah pelanggan anda loyal. Semangat. #CelotehPagi (AA)

Mangga

Celoteh Pagi : Mangga
Instagram : @telexindobizmart

Orang Sunda pasti punya arti tersendiri untuk kata Mangga. Begitu juga yang suka memakai sarung, pastinya ingat sarung mangga. Namun yang saya akan bahas bukan itu, melainkan nama buah yang rasanya enak. Tergantung dari jenis mangga yang dimakan, ada yang memang sengaja pilih yang asem, untuk rujak. Ada pula yang suka berbau harus dan manis, karena itu memilih buah mangga yang dikenal dengan arumanis. Yah, rasanya tentunya harum dan manis, jika memilih mangga yang sudah matang.

Salah satu tetangga kami punya pohon mangga yang selalu berbuah lebat. Walaupun buahnya besar dan terlihat menarik, tetapi jarang yang berani memetik buahnya. Rasanya memang agak asem, mungkin cocok untuk rujak. Kalau di kampung saya bisa dibuat bumbu masak. Saya tidak tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Yang jelas digunakan untuk masak ikan bumbu kuning khas sulawesi.

Kalau kita makan ikan bakar, juga ada mangga yang biasanya dicampur dengan cabai. Dengan rasa asem mangga membuat bau amis dari ikan akan terasa lebih enak. Biasanya kalau makan ikan bakar, saya suka memilih sambal mangga tersebut. Selain itu, bisa juga dengan bumbu kecap, yang diberikan potongan cabai. Hmmm … jadinya pengen ikan bakar yang fresh, seperti yang ada di rumah makan dekat pelelangan ikan.

Membahas mengenai mangga, ini juga merupakan bisnis yang menarik. Ada salah satu penjual minuman di salah satu mall dekat rumah, yang menjual mangga dan dulu antriannya sangat panjang. Kemasan es cream dan mangga dalam satu gelas tinggi, harganya kalau tidak salah Rp50 ribu. Mengusung merek dari Thailand, yang terkenal dengan mangganya yang manis. Entah benar mangganya impor dari Thailand atau hasil budidaya di Indonesia. Itulah bisnis mangga.

Kalau ke Thailand, pastinya belum lengkap jika belum menikmati hidangan mangga. Namanya manggo sticky rice, terbuat dari kombinasi beras ketan dan mangga, diberikan sedikit santan dan beras goreng. Rasa mangga yang manis khas Thailand serta ketan yang diberikan santan sedikit asin, merupakan kombinasi yang menarik. Biasanya saya bisa makan 2 atau 3 porsi, harganya sekitar 180-200 Bath.

Mangga juga merupakan buah favorit keluarga, sehingga orang tua saya menanam 5 pohon mangga di sekitar rumah. Kalau berbuah bersamaan, harusnya gantian, supaya bisa menikmati mangga sepanjang tahun. Hmmm … begitulah, mangga ada musimnya. Kalau berbuah, yah semuanya ikutan berbuah. Ada 3 jenis mangga yang ditanam, yang jelas ada mangga golek dan arumanis, yang satu lagi nggak tahu namanya.

Biasanya ayah saya memetik mangga yang sudah agak tua. Tidak bisa menunggu sampai benar-benar kemerahan, karena akan berlomba dengan kelelawar yang akan menikmati lebih dahulu. Mangga yang sudah agak tua, hanya menunggu 2 atau 3 hari dan sudah matang dengan sempurna. Makan mangga bersama keluarga tentunya salah satu hal yang dinantikan. Biasanya juga dihidangkan bersama dengan ketan. Kayaknya mirip dengan yang ada di Thailand.

Tulisan mangga ini mengingatkan kampung halaman dan sosok ayah yang sering saya ajak main catur di bawah rindangnya pohon mangga. Menyejukkan berada di rumah orang tua, karena banyak pepohonan di sekitarnya. Hanya saja, memang membuat kesibukan tertentu, karena dedaunan yang membutuhkan dibersihkan setiap hari. Kalau pohon mangga terlalu tinggi, perlu dipangkas, karena akan mengganggu jaringan listrik. Selain itu terkadang merusak atap rumah yang terbuat dari seng.

Beberapa buah yang lain juga ada di sekitar rumah, seperti alpukat, belimbing, kelapa, pisang dan buah lainnya. Namun mangga selalu disimpan sebagai kenangan. Nah, mungkin anda punya buah kenangan yang ditanam di sekitar rumah orang tua anda. Yang jelas begitulah indahnya punya kampung halaman.

Selamat menikmati. #CelotehPagi (AA)

Indomie Goreng

Celoteh Pagi : Indomie Goreng
Instagram : @telexindobizmart

Jika anda penikmat tulisan saya, sepertinya anda sudah bisa menebak akhir dari tulisan ini. Namun sebaiknya anda menyelesaikan membacanya, sebelum mengambil keputusan untuk memasak indomie. Setelah saya membahas mengenai bubur ayam, maka hari ini saya ingin membahas salah satu makanan favorit saya. Indomie goreng, memang khas dan saya sudah menikmatinya di lebih dari separuh usia saya. Sekarang sudah terlanjur terkenal duluan ke manca negara.

Dalam masa pandemik ini, mudah-mudahan indomie tetap berproduksi dan mengirimkan produksinya ke berbagai negara. Yang jelas berharap produksinya tetap di Indonesia, sehingga bisa mempekerjakan karyawan orang Indonesia. Nanti kalau diproduksi di luar negeri, rasanya bisa berbeda. Hmmm … Senang juga punya produk yang terkenal, selain rendang. Untungnya Gordon Ramsay nggak membahas mengenai indomie goreng pada saat ke Indonesia.

Berbagai variasi indomie goreng juga sudah dibuat, dengan mengambil berbagai makanan khas Indonesia. Pendekatan indomie yang dilakukan untuk mengambil berbagai variasi masakan mie yang ada di berbagai daerah. Tentunya bisnis mie memang selalu menarik. Mulai dari pedagang makanan pojokan sekolah, warung pinggir got sampai dengan restoran menyajikan hidangan indomie.

Dulu, biasanya kalau makan indomie goreng harus 2 porsi, atau minimal memilih yang versi jumbo. Terkadang ditambah dengan telur ayam atau abon dan bawang goreng. Hmmm … ayo mengaku yang suka indomie goreng 2 porsi. Sekarang saya memilih hanya 1 porsi saja, itu sudah cukup, tetapi bawang goreng dan abon serta telor masih menjadi pelengkap indomie goreng saya. Jangan khawatir, kalau ke rumah, biasanya ada stok indomie goreng.

Kalau belum sarapan di kantor biasanya saya meminta seseorang membuatkan indomie goreng. Namun lebih enak jika indomie goreng dibuat sendiri. Panaskan menggunakan microwave, setelah matang buang airnya dan pastikan jangan buang mienya. Hmmm, setelah itu tuang bumbunya dan lengkapi dengan bawang goreng, juga dengan abon sapi. Pastinya, Enak lah! yang enak itu abonnya atau indomie gorengnya ?

Kalau keluar negeri saya hampir selalu membawa indomie, bisa rasa mie goreng atau kari ayam. Biasanya membawa beberapa buah dalam kemasan gelas, sehingga mudah diseduh, kayak teh saja. Peserta benchmarking biasanya juga membawa indomie dalam setiap perjalanan. Berhubung mereka mendapatkan jatah makanan, terkadang indomie tidak sempat dimakan. Biasanya mereka berbagi indomie pada malam terakhir, karena kopernya penuh dan sisa indomie harus dikosongkan untuk oleh-oleh.

Indomie juga punya kepedulian sosial yang tinggi. Coba saja perhatikan, setiap ada bencana, yang hadir duluan adalah mie instant. Salah satunya indomie, mungkin juga rasanya indomie goreng. Semoga pemilik indofood membaca tulisan ini, sehingga bisa terus menyumbangkan indomienya ke orang-orang yang membutuhkan. Rasanya indomie goreng menemani dalam berbagai suasana, baik suka dan duka.

Seperti juga celoteh pagi, berharap ini menjadi teman setia anda dalam setiap kesempatan. Ditulis tidak terlalu panjang, supaya anda bisa menikmatinya dalam sekejap. Sama dengan indomie goreng yang dikemas dengan ukuran tertentu. Kalau terlalu banyak, mungkin kita akan bosan.

Selamat menikmati hari, semoga sehat dan bahagia. #CelotehPagi (AA)

Latihan dan Latihan

Celoteh Pagi : Latihan dan Latihan
Instagram : @telexindobizmart

Seorang prajurit melakukan latihan setiap hari untuk melatih kemampuannya dalam menghadapi berbagai kondisi penugasan. Pada saat mendapatkan penugasan, prajurit sudah terbiasa dengan berbagai kondisi yang telah dipelajari setiap hari. Sudah menjadi tugas mereka untuk terus berlatih menghadapi setiap medan, berlatih menghadapi tantangan dan berlatih menghadapi risiko penugasan. Walaupun mereka menyadari bahwa kondisi perang belum tentu terjadi, akan tetapi mereka tetap harus melatih diri sebagai antisipasi.

Begitu juga yang terjadi dengan agent contact center, setiap hari mereka akan menghadapi situasi belajar dan berlatih. Walaupun mereka menyadari bahwa suatu informasi jarang ditanyakan atau suatu kasus jarang terjadi, akan tetapi mereka harus terus melatih diri. Kondisi yang tidak nyaman tentunya dialami, jika tidak mampu memberikan informasi kepada pelanggan. Bahkan tidak mampu menyelesaikan suatu masalah.

Dengan melatih diri akan meningkatkan pemahaman atas suatu kondisi atau permasalahan. Dengan melakukan simulasi kasus, maka akan dipahami hal-hal yang harus diperhatikan dan diantisipasi. Kebiasaan-kebiasaan dalam melayani perlu dilatih, sehingga tidak lupa dalam memberikan solusi dan edukasi kepada pelanggan. Kalau tidak latihan memberikan edukasi, biasanya agent hanya sebatas menyampaikan informasi dan merasa bahwa sudah melaksanakan tugasnya.

Ada kalanya kita harus memperhatikan adanya informasi yang berisiko dan perlu ditambahkan sebagai penjelasan. Bersikap proaktif untuk memberikan edukasi, sehingga pelanggan mendapatkan manfaat lebih banyak atas penjelasan yang diberikan. Bersikap proaktif seperti ini harus dilatih dalam berbagai kondisi, sehingga menjadi kebiasaan dan melekat pada setiap pelayanan. Sekaligus ada kalanya perlu melatih untuk melakukan cross selling atau up selling.

Namun biasanya kita akan belajar pada saat berada pada sesi pelatihan atau ditugaskan untuk belajar. Begitu juga kita akan mempelajari sesuatu, jika dihadapkan pada masalah. Seakan harus ada trigger untuk memacu kita untuk belajar dan latihan. Sedikit diantara kita yang mau belajar secara mandiri atau mempelajari suatu hal baru. Kita lebih cenderung untuk menunggu seseorang mengajarkan atau memberikan petunjuk atau menugaskan kita untuk belajar.

Hari ini ada tryout persiapan lomba individual The Best Contact Center Indonesia 2020. Kami jadikan momentum untuk memaksa peserta, sehingga mau belajar dan berlatih. Memahami bahwa berbagai hal dapat dipelajaro mengenai contact center dan berharap dapat diterapkan dalam pekerjaan. Jika hanya ikut menyelesaikan soal-soal, maka mereka akan mendapatkan sedikit manfaat. Namun jika mereka bisa menemukan bahwa mereka telah dipacu untuk mempelajari sisi tertentu dari berbagai aspek operasional contact center.

Hal ini hanya sebuah proses trigger yang dapat kami lakukan. Selebihnya akan terpulang pada kebijakan manajemen serta kemauan masing-masing individu dalam menjalani proses belajar dan berlatih ini. Ayo, latihan dan tetap semangat. #CelotehPagi (AA)

Alasan

Celoteh Pagi : Alasan
Instagram : @telexindobizmart

Pagi ini belum sempat menuliskan celoteh pagi, karena beberapa persiapan ajang The Best Contact Center Indonesia 2020. Kayaknya dijadikan alasan saja untuk malas menuliskan sesuatu. Ada beberapa koleksi tulisan yang sebenarnya bisa dipublikasikan, tetapi tangan ini tidak tergerak untuk melakukan sharing.

Sekali lagi ini hanya alasan yang membuat saya mengabaikan sesuatu yang lain. Ada sejumlah cara yang bisa saya lakukan untuk menghindari kejadian ini, yaitu dengan mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun kebiasaan saya menunda sampai due date, menunggu ada ide menarik, sehingga tulisan celoteh pagi tertunda.

Belum sarapan, gadget yang lupa dicharge, jaringan internet yang bermasalah, terlambat bangun, atau malas mandi, mau olah raga, mau ini dan mau itu. Semua itu menjadi alasan yang membuat kita bisa mengabaikan sesuatu kondisi tertentu, termasuk saya. Mungkin tulisan “celoteh pagi” tidak terlalu penting dan bisa diabaikan. Namun ini adalah sebuah rutinitas, seperti koran pagi yang selalu hadir sebelum sarapan.

Sebelum saya sempat makan siang, rasanya ada yang kurang. Mulailah jari ini menuliskan sesuatu, mengenai penundaan ini. Sekaligus ini menjadi ide menarik dalam tulisan. Saya bisa mengekspresikan bahwa sesuatu bisa direncanakan atau bisa diatur, sehingga kita bisa konsisten dalam menyampaikan sesuatu, tanpa fokus pada mencari alasannya. Pada saat kita mulai mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu, maka sebenarnya kita terbebani oleh kemalasan.

Setiap hari, setiap orang mengalami hal yang berbeda, ada yang mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu dan ada pula yang selalu mencari alasan untuk memulai sesuatu. Ada yang sudah melakukannya tanpa alasan, ada pula yang batal melakukannya karena suatu alasan berbeda. Yang mana yang menjadi kebiasaan anda.

Nah, semoga kita tidak terjebat dengan kondisi sibuk untuk mencari alasan-alasan tertentu. Selamat menikmati hidangan makan siang anda. Semoga ini melengkapi kecerian hari ini. Salam sehat selalu. #CelotehPagi (AA)

Bakso

Celoteh Pagi : Bakso
Instagram : @telexindobizmart

Makan bakso bisa dinikmati sendiri, berdua atau ramai-ramai. Bisa juga dinikmati dengan sambal, kecap, jeruk atau bisa dengan bawang goreng. Bakso ada yang ukurannya kecil, ada yang seukuran kepalan tangan, bahkan lebih besar. Hmmm … bakso memang terdiri dari daging giling dan tepung yang diberikan bumbu. Enak disantap dalam segala suasana dan masyarakat Indonesia menyukainya.

Penjual bakso yang terkenal enak di kampung halaman saya adalah buatan pendatang dari jawa. Biasanya tahap awal berdagang, mereka menjajakan makanan ini secara gerobak keliling. Persaingan penjual bakso pemula tidak mudah, tetapi sepertinya mereka punya perkumpulan tersendiri untuk mengatur area operasi. Memilih tempat berjualan memang perlu memperhatikan pelanggan dan persaingan. Bisnis makanan satu ini seakan tak pernah sepi, penjual bakso dari waktu ke waktu bertambah banyak. Bahkan ada yang menambah banyak outlet dan tersebar di berbagai tempat.

Umumnya penjualnya adalah pria, karena membutuhkan tenaga tersendiri untuk mendorong gerobak bakso. Namun penjualnya juga pandai meracik baksonya supaya enak. Jika sudah terkenal, biasanya mereka membuka warung dan lebih menunggu pembeli datang. Ada yang memilih tempat yang berbeda dari penjual bakso lainnya. Namun ada juga penjual bakso yang berkumpul di suatu tempat, sehingga kita sulit memilih yang tepat.

Selain bakso daging sapi, ada juga bakso daging ayam, ikan, udang, dan berbagai jenis bakso lainnya. Walaupun begitu yang terkenal tetap bakso dari daging sapi. Hidangan ini sudah memasyarakat dan menjangkau berbagai pelosok nusantara, bahkan belahan dunia. Menikmati bakso pada saat ibadah umroh, suatu kenikmatan tersendiri mengingatkan tanah air.

Kalau membuka referensi, bakso pada dasarnya berasal dari daratan china. Hidangan ini berkembang ke berbagai daerah di Indonesia dan masing-masing punya kekhasan tersendiri. Yang dianggap paling populer berdasarkan kota asalnya adalah Bakso Malang dan Bakso Solo. Bakso Malang memiliki ciri khas berupa mi kuning, tahu, siomay, sawi, dan juga pangsit goreng. Kalau Bakso Solo terkenal dengan kuah kaldunya yang kuat ditambah tetelan atau irisan daging dalam sajiannya.

Makan bakso bisa memilih untuk disertai dengan mi kuning atau bihun. Bisa juga dicampur mi dan bihun atau hanya dengan kuah saja. Ada juga yang dilengkapi dengan sayuran sawi, siomay, tahu goreng atau tahu rebus. Dengan kuah kaldu panas dan beberapa butir bakso, ada yang kecil dan ada yang besar. Ada bakso yang lembut, ada juga yang berserat. Ada bakso yang diisi dengan telur puyuh, ada juga dengan telur ayam atau telur bebek.

Seiring perkembangan dan inovasi kuliner di Indonesia, jenis bakso semakin beragam. Muncul berbagai jenis bakso varian baru, sebut saja bakso beranak, bakso tenis, bakso gepeng, bakso keju, bakso balungan, bakso raksasa, bakso setan, bakso iga, dan lain-lain. Bakso juga terkenal dari nama penjualnya, coba saja intip daftar nama warung bakso. Kalau anda coba cari bakso pada aplikasi layanan antar, maka anda akan menemukan berbagai jenis makanan ini.

Bakso juga tersedia dalam bentuk mie instant dan dikemas dalam beberapa variasi oleh produsen mie kemasan. Selain itu bakso juga ada yang dijual khusus beserta kemasan bumbu kuah dan siap untuk dihidangkan. Nah, coba cek di lemari es anda masih adakah bakso disana ? Sepertinya setelah baca tulisan ini, silakan membuat bakso atau pesan lewat aplikasi.

Selamat menikmati bakso anda. Semoga tetap sehat dan bahagia. #CelotehPagi (AA)

Kebersamaan

Celoteh Pagi : Kebersamaan
Instagram : @telexindobizmart

Salah satu bagian penting dalam membangun tim kerja adalah adanya kebersamaan dalam melakukan suatu hal. Banyak hal dapat dilakukan bersama, baik dalam aktivitas pekerjaan maupun kegiatan sosial atau kebersamaan lainnya. Makan siang bersama, olah raga, bahkan diskusi dan curhat bersama. Dalam masa pandemik ini, kegiatan tersebut hanya dapat dilakukan secara terbatas dengan menggunakan fasilitas video conference yangg dapat membantu melakukan hal ini.

Dalam rutinitas pekerjaan, setiap orang ingin diperlakukan sebagai manusia dengan segala kebutuhannya, termasuk kebutuhan untuk bersosialisasi. Ketika kita berangkat kerja bukan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan, namun berinteraksi dengan manusia lainnya. Merasakan bahwa ada kebutuhan bertemu dengan orang lain, walaupun terkadang kita bisa berdebat dalam diskusi, marah atas kelakuan tim atau gembira atas pencapaian kinerja. Itulah bentuk emosional sebagai manusia yang normal.

Memanusiakan diri bahwa kita bekerja bukan hanya karena ingin mendapatkan penghasilan atas pekerjaan yang kita lakukan. Namun pada hakekatnya kita bekerja untuk memanfaatkan potensi diri, sehingga kita bermanfaat bagi orang lain. Kalaupun akhirnya kita dibayar, maka besar atau kecilnya adalah cara orang lain menghargai apa yang kita kerjakan. Jika belum mendapatkan yang sesuai, bisa jadi cara kita memanfaatkan potensi kita yang kurang. Jika sudah mendapatkan lebih, artinya sebagian dari yang kita dapatkan adalah milik orang lain. Kelebihan tersebutlah yang selayaknya disumbangkan dalam bentuk yang bermanfaat.

Kehadiran kita di kantor memberikan makna bahwa ada yang harus dikerjakan bersama. Jika tidak, mungkin kita cukup bekerja dari rumah dan kemungkinan bisa menyelesaikan lebih banyak hal. Menghabiskan waktu berada di jalanan dan akhirnya pulang dengan kelelahan, bukanlah tujuan dari kita bekerja. Siapapun tidak ingin hanya datang ke kantor untuk pusing dengan berbagai masalahnya. Sebaliknya menikmati kebersamaan dengan rekan kerja atau sahabat merupakan kebahagiaan yang membuat kita tetap punya energi untuk datang ke kantor.

Saat ini tersedia banyak fasilitas yang memungkinkan kita bekerja secara jarak jauh. Aplikasi berbagi dokumen, sampai dengan conference call dapat dilakukan untuk tetap bersama tim. Namun saya rasa hal tersebut hanya mengatasi sebagian dari kerjasama dan koordinasi yang harus dilakukan. Tetap saja, ada bagian tertentu yang mengharuskan kita rapat atau briefing dengan tim dan mendiskusikan berbagai hal penting. Mensinergikan berbagai ide dan mengungkapkan berbagai kendala, sehingga menemukan solusi.

Pada hakekatnya kita tetap membutuhkan bertemu orang lain, seperti sepasang kekasih yang bisa video call semalaman, akan tetapi belum puas jika belum bertemu. Walaupun mereka tahu bahwa bertemu sejenak akan melepaskan kerinduan dan setelahnya bisa jadi akan berdebat lagi dengan sejumlah masalahnya. Menikmati masalah sebagai bagian dari tantangan yang harus dihadapi dalam interaksi antar manusia.

Kebersamaan dengan rekan kerja harus dibangun bersama sebagai bagian dari menerima satu sama lain dalam komunitas kantor. Sempatkan untuk makan siang bersama, sempatkan untuk diskusi santai bersama, sempatkan have fun bersama, jalan-jalan bersama, melakukan kegiatan sosial bersama bahkan melakukan proyek bersama. Hal ini yang dipaparkan oleh Gallup sebagai salah satu unsur employee engagement yaitu best friend.

Jika belum pernah melakukannya, maka mulailah saat ini juga. Ikutlah kegiatan proyek pengembangan, atau berpartisipasilah pada sharing session, makanlah bersama bahkan sesekali traktirlah teman anda. Hidup ini berarti karena ada orang lain yang membutuhkan kita. Semangat selalu. #CelotehPagi (AA)

Note : Tulisan ini adalah kemasan ulang dari tulisan Andi Anugrah di majalah iCallCenter edisi November 2018.

Komitmen

Celoteh Pagi : Komitmen
Instagram : @telexindobizmart

Setelah launching awal tahun 2020, acara The Best Contact Center Indonesia 2020 rencananya akan dilaksanakan pertengahan tahun. Namun kondisi pandemik menjadikan panitia mengatur ulang semua jadwal yang sudah tersusun. Berbagai diskusi dan survei dilakukan supaya mendapatkan gambaran keinginan dari semua anggota ICCA. Banyak yang memberikan semangat, tetapi beberapa juga sudah memutuskan tidak berpartispasi.

Secara internal tim sekretariat juga sudah meminta untuk ditunda sampai tahun depan. Beberapa pengurus juga memberikan saran untuk dilaksanakan tahun depan. Namun adanya peserta yang sudah mendaftar lebih awal, maka akhirnya pengurus memutuskan untuk tetap melanjutkan. Walaupun tidak bulat, karena masih ada yang tidak setuju. Dengan komitmen bersama, keputusan yang sudah diambil harus dijalankan dengan segala risikonya.

Ketika akhirnya memutuskan untuk berkomitmen mendukung pelaksanaan The Best Contact Center Indonesia 2020, maka yang terpikirkan adalah pesertanya. Sesuai ketentuan jumlahnya harus cukup dengan minimum peserta. Hal ini seakan menjadi target panitia untuk mencari peserta yang mau berpartisipasi. Seiring dengan berjalannya waktu kekuatiran jumlah peserta semakin menurun. Dengan komitmen beberapa perusahaan untuk berpartisipasi yang semakin bertambah memberikan keyakinan kepada panitia untuk pelaksanaan kegiatan ini.

Setiap hari tim sekretariat mencoba mengkomunikasikan mengenai lomba ini, baik melalui email, media sosial, whatsapp group maupun melalui informasi pada website. Salah satunya dengan #celotehpagi ini, ada podcast, ada buku, dan berbagai media yang memotivasi. Berbagai upaya dilakukan untuk mengingatkan mengenai The Best Contact Center Indonesia dan mendapatkan konfirmasi dari setiap anggota ICCA. Memastikan mereka tetap memperpanjang keanggotaan ICCA, mendukung acara ini dan berminat berpartisipasi. Tentunya tidak mudah, apalagi berbagai perubahan ketentuan yang dilakukan panitia.

Komitmen untuk menjalankan lomba secara aplikasi online dan menawarkan biaya yang lebih murah. Dengan komitmen pengurus antar asosiasi beberapa negara sahabat yang mendukung kegiatan ICCA, memberikan semangat kepada panitia untuk bekerja secara maksimal. Kegiatan serupa juga tetap berjalan di asosiasi negara lain, sehingga menjadi acuan yang baik. Selain itu, panitia juga berkomitmen untuk memberikan jadwal pendaftaran yang lebih longgar sampai dengan akhir Agustus 2020.

Acara lomba yang biasanya memberikan hadiah benchmarking ke luar negeri, tahun ini ditiadakan. Salah satu daya tarik lomba ini tidak dapat dilaksanakan karena kondisi pandemik. Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk memberikan semangat bagi peserta berlomba. Dengan berbagai masukan yang disampaikan calon peserta membuat panitia menghitung ulang kondisi lomba dan berupaya memberikan hadiah dalam bentuk yang memungkinkan.

Akhirnya panitia berkomitmen untuk tetap memberikan hadiah berupa tabungan atau emas. Dengan komitmen untuk melakukan penghematan anggaran biaya pelaksanaan kegiatan. Demikian juga adanya harapan yang besar untuk mendapatkan dukungan sponsor. Anggaran tersebut bisa digunakan sebagai hadiah pemenang. Pertimbangan memilih tabungan sebagai hadiah, untuk memberikan uang tunai yang bisa digunakan secara langsung. Sebaliknya upaya menjadikan kenangan yang menjadi pemenang, pilihan kepingan emas adalah alternatif yang menarik dan unik.

Jika uang tunai bisa habis seketika, sedangkan kepingan emas bisa disimpan sebagai kenangan dan setiap saat bisa dijual. Dengan kemasan khusus diharapkan kepingan emas dari Antam menjadi hadiah yang unik untuk lomba tahun ini. Dengan semakin banyak sponsor berharap bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada pemenang. Ditunggu komitmen para sponsor untuk mendukung acara ini. Tentunya kami juga akan memberikan kompensasi yang menarik bagi sponsor. Sebuah komitmen untuk bekerjasama. #CelotehPagi (AA)