Celoteh Pagi: Pengguna dan Pembeli

Hari ini dapat telepon dari seseorang yang ternyata satu almamater. Dia yang bekerja di salah satu bank nasional, ternyata adalah lulusan ekonomi Universitas Hasanuddin. Dia angkatan yang sama dengan saya, dengan jurusan yang sering berantem dengan jurusannya. Jadinya kita bernostalgia dengan kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

Kebetulan beliau sedang mengembangkan pelayanan contact center di perusahaannya. Untuk itu dia meminta beberapa rekomendasi perusahaan yang bisa menyediakan aplikasi atau teknologi. Perkembangan dunia digital dan pelayanan berbagai media menuntut perusahaan tersebut untuk mengintegrasikan aplikasi yang digunakan.

Ada hal yang menarik dari diskusi yang kami lakukan. Ia mengungkapkan bahwa sebagai user, ia juga harus proaktif mencari penyedia aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Padahal sebenarnya itu menjadi tugas bagian teknologi dan pengadaan. Namun beberapa penyedia aplikasi yang disediakan oleh bagian pengadaan ternyata tidak bisa memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Menurutnya, daripada nanti mendapatkan aplikasi dari vendor yang tidak sesuai, lebih baik ia sedikit repot. Ini mungkin tantangan yang sering dihadapi dalam proses pengadaan aplikasi contact center.

Hal yang sama, saya alami pada saat membantu salah satu perusahaan untuk mendapatkan solusi yang tepat dari berbagai penyedia teknologi. Untuk kita mencoba memahami kebutuhan pelanggan, maka kita dapat memberikan solusi yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam arti fitur yang disediakan tepat guna dan harganya pun tidak berlebihan.

Seringkali kita membeli suatu aplikasi yang tidak digunakan secara maksimal. Sangat disayangkan karena aplikasi yang sudah dibeli dengan mahal, ternyata fitur-fitur penting tidak dapat digunakan dengan baik.

Bisa karena vendor yang menyediakan aplikasi tidak mengajarkan cara penggunaannya. Ibaratkan kita membeli aplikasi Microsoft Office, mungkin kita tidak menggunakan semua fitur yang ada. Hanya karena kita tidak mendapatkan pelatihan cara menggunakannya.

Microsoft sebagai penyedia aplikasi cukup percaya diri bahwa setiap pengguna yang membeli aplikasinya harus belajar sendiri. Microsoft tentunya peduli untuk memastikan penggunanya mudah menggunakan, kalau tidak, maka banyak yang akan menggunakan aplikasi gratis atau pindah ke aplikasi yang lebih mudah.

Sebagai penyedia aplikasi juga menyediakan berbagai sarana belajar melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan. Namun tergantung pembeli aplikasinya, apakah ia mampu menggunakan dengan baik? Bisa jadi, akhirnya kita hanya menjadi pembeli yang baik dan belum tentu menjadi pengguna yang baik.

Semangat pagi dan salam sehat selalu. (AA)

(Celoteh Pagi ini ditulis pada Kamis, 26 Agustus 2021)