Telexindo-logo

Celoteh Pagi: Ada Apa dengan Media Sosial

hero
Annisa N Fauzi
·
08/11/2022

7 Oktober 2022 – Dalam kesempatan mengikuti kuliah online tadi malam, topik yang dibahas mengenai sosial media. Saya jadi teringat pernah menuliskan mengani hal ini beberapa bulan yang lalu. Saya coba buka arsip tulisan dan saya kemas ulang sehingga bisa menjadi bahan tulisan #celotehpagi hari ini. Yuk, kita simak tulisannya.

Anda mungkin sering mendengar adanya orang tertentu yang mendapatkan uang dengan mudah dari media sosial. Sebaliknya kita juga membaca perilaku buruk di media sosial. Selain itu, juga ada orang yang tertipu dari media sosial atau berbagai dampak negatif dari sosial media. Namun, kita tetapi menggunakan media sosial, hayo kenapa?

Walaupun sebagian orang mungkin menghindari media sosial, tetapi selalu ada daya tarik media sosial. Ruang tersebut menjadi sesuatu yang menarik kita untuk tahu mengenai orang lain, kejadian tertentu, perkembangan produk atau menemukan sahabat serta berbagai hal lainnya. Apalagi kita selalu bersama dengan gadget kita yang sering memberikan notifikasi tertentu dari berbagai media sosial. Nah, membuat kita penasaran membukanya.

Beberapa bulan yang lalu menerima email dari Hootsuite, yang memberikan beberapa rangkuman dari laporan Tren Sosial Global 2022. Dengan data peserta survei kurang lebih 18.000, menjadikan laporan ini cukup menarik untuk disimak. Berdasarkan data Hootsuite, beberapa tren media sosial yang akan menarik adalah sebagai berikut:

  1. TikTok akan menjadi jaringan pemasaran terpenting. Selama setahun terakhir, permintaan pencarian untuk TikTok telah tumbuh sebesar 173%. Sedangkan permintaan pencarian untuk Reels Instagram hanya tumbuh sebesar 22%. Ada periode tertentu lahirnya aplikasi baru yang menjadi penantang aplikasi sosial media yang sudah ada, maka bersiap untuk perubahan.
  2. Bisnis mulai beriklan besar pada jejaring dengan fokus pelanggan yang lebih kecil seperti Pinterest, Snapchat, dan TikTok. Hal ini menunjukkan kegiatan marketing lebih fokus pada kelompok pelanggan yang lebih spesifik. Bisa jadi ini menjadi proses peralihan pembuat konten untuk menghasilkan uang dari sosial media.
  3. Pembeli akan membeli produk Anda langsung di media sosial. Semakin banyak media sosial yang menyediakan jalur pembelian produk melalui platform mereka. Persaingan dengan platform ecommerce akan saling mematikan atau menumbuhkan, kita lihat saja perkembangannya.
  4. Semakin sedikit yang mau berbicara dengan bisnis Anda melalui telepon. Hasil survei menunjukkan bahwa 64% pelanggan mengatakan lebih suka mengirim pesan daripada menelepon. Hal ini bisa dimanfaatkan contact center untuk memberikan pelayanan dengan media tertulis atau video.
  5. Video berdurasi panjang gagal, kecuali di YouTube. Instagram telah menghentikan IGTV dan berubah menjadi reals. Bahkan YouTube telah memperkenalkan format baru, yaitu YouTube Shorts. Hal ini menuntut kita lebih kreatif untuk memberikan informasi dengan singkat, tetapi harus berkelanjutan.
  6. Anda akan mengalihdayakan, setidaknya sebagian, taktik engagement kepada influencer. Pada tahun 2021, ada kurang lebih 50 juta orang menganggap diri mereka sebagai pembuat konten di jejaring sosial.
  7. Walaupun Anda belum beriklan, Anda perlu mempelajari iklan social media berbayar. Jangkauan organik rata-rata untuk posting Facebook adalah 5,2%. Mempelajari dasar-dasar penargetan dan peningkatan audiens sekarang menjadi keharusan.
  8. Pentingnya mendengarkan kebutuhan pelanggan pada media sosial. Ada kesamaan dari krisis kesehatan global, pergolakan politik yang sedang berlangsung, kekurangan tenaga kerja, dan masalah distribusi barang. Masing-masing telah menunjukkan nilai tambah dalam memahami perubahan preferensi pelanggan.

Tulisan ini merupakan publikasi ulang dari tulisan yang pernah saya buat pada beberapa bulan lalu. Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ditambahkan dengan pendapat pribadi. Anyway, informasi pada sosial media berlangsung cepat, tetapi ada jejak digitalnya.

Tentunya suatu informasi akan berguna jika kita menindaklanjutinya, baik untuk lembaga publik maupun perusahaan. Namanya juga sosial media, tempat bersosialisasi dengan banyak orang. Banyak hal yang kita bisa lihat disana, tergantung kemampuan kita menyaring informasi yang bermanfaat. Media sosial menjadi ruang terbuka yang ada etikanya. Seperti halnya kita tampil di ruang terbuka, kita berpakaian, berbicara dan berteman. Semangat pagi, salam sehat dan bahagia. (AA)

%d bloggers like this: