Pelanggan

Saya masih ingat bahwa pelanggan pertama dari program Inhouse Training Telexindo adalah salah satu perusahaan asuransi. Tidak perlu disebutkan namanya, karena ini bukan untuk kepentingan promosi, tetapi saya mencatat dalam sejarah Telexindo. Sebenarnya mereka bukan pelanggan pertama untuk program pelatihan, karena kami memulai dengan pelatihan publik. Beberapa perusahaan sudah menikmati program yang Telexindo laksanakan.

Pada masa awal Telexindo membangun bisnis, tidak mudah untuk mendapatkan kesempatan memberikan pelatihan Inhouse. Apalagi untuk memberikan pelatihan contact center, masih sedikit perusahaan yang merasa perlu untuk memberikan pelatihan bagi Agent contact center. Pendekatan-pendekatan yang kami lakukan dengan memanfaatkan jaringan pertemanan hanya sedikit yang bersedia.

Beberapa perusahaan kemudian membuka kesempatan yang lebih kepada Telexindo untuk memberikan pelatihan. Kami mengemas model pelatihan yang berbeda dan secara khusus untuk contact center. Hal ini menjadi jalan bagi kami untuk memberikan pelatihan ke berbagai perusahaan. Kami mencatat pelanggan kami yang memberikan kontribusi dan kami juga memastikan tetap menjadi pelanggan mereka.

Setiap kesempatan pelatihan kami gunakan untuk mengenal lebih dekat pelayanan yang mereka berikan. Hal ini memberikan kami pengalaman dalam berbagai model pelayanan contact center dengan industri yang berbeda. Kami menjadi lebih memahami berbagai model yang digunakan. Bahkan kami bisa belajar prosedur, produk dan kebijakan yang mereka terapkan dalam pelayanan.

Selain sebagai pelanggan, diantara mereka ada juga yang menjadi penyedia jasa atau produk bagi bisnis Telexindo atau secara pribadi. Kami menggunakan jasa Perbankan, Asuransi, Internet, Telepon, Komputer, Aplikasi dan berbagai kebutuhan lainnya. Pada prinsipnya kami saling melengkapi dengan kebutuhan berbeda. Mereka membutuhkan pelatihan contact center dari kami, dan kami membutuhkan jasa mereka sesuai dengan jasa yang diberikan.

Siklus ini membuktikan bahwa dalam bisnis, kita saling tergantung dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Ada kalanya kita menjadi pelanggan, ada pula kalanya kita menjadi penyedia jasa. Memposisikan diri dengan baik akan membantu kita untuk dapat bekerjasama, beradaptasi dan bertumbuh bersama menghadapi tantangan persaingan bisnis. Jika diibaratkan, kita butuh teman untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Ada perusahaan yang bisa mewujudkan kerjasama dalam kemitraan yang strategis. Ada pula yang akhirnya saling menguasai dan saling menjatuhkan. Dalam bisnis, suatu perusahaan bisa bekerjasama dengan pesaing dalam meningkatkan pertumbuhan pelanggan. Walaupun penuh tantangan persaingan, mereka bisa saling melengkapi untuk mengedukasi pasar dan bertumbuh bersama.

Pada akhirnya yang menentukan persaingan tersebut adalah pelanggan. Ada kalanya bahkan anda harus merelakan untuk memberikan kesempatan kepada pesaing anda. Bahkan ada kalanya anda membeli dari pesaing, supaya mereka tetap bertahan. Jika tidak ada pesaing, kemungkinan akan menjadikan kita berada dalam zona nyaman. Kita harus tertantang untuk menemukan ide baru yang lebih unggul dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Nah, jika anda menyediakan produk atau jasa pada suatu perusahaan, gunakan kesempatan juga untuk menjadi pelanggan mereka. Dengan begitu anda mengetahui cara mereka melayani anda. Kita bisa mencontoh hal-hal yang mereka lakukan dalam melayani pelanggan. Semangat selalu. #CelotehPagi (AA)

Cara Meningkatkan Layanan Pelanggan

Hal penting apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan? Jawaban pastinya adalah meningkatkan layanan pelanggan. Tak peduli betapa besar produk Anda atau sebaik apapun staf yang Anda miliki, satu hal yang paling diingat pelanggan adalah interaksi langsung mereka dengan perusahaan Anda. Tim layanan pelanggan Anda menjadi wajah dari perusahaan Anda, dan pengalaman pelanggan akan ditentukan oleh kualitas customer support yang mereka terima.

Perusahaan yang kuat akan memiliki relasi pelanggan yang baik. Tapi perusahaan yang cerdas akan selalu bertanya, seperti apa pelayanan pelanggan yang baik? Bila Anda belum mulai mencari cara untuk meningkatkan layanan pelanggan, maka hubungan Anda dengan pelanggan tidak akan mengalami kemajuan. Berikut beberapa tips tentang layanan pelanggan untuk mengidentifikasi cara lebih baik melayani customer.

Pertama-tama, penting untuk memastikan tim layanan pelanggan Anda memiliki kemampuan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Bila tidak yakin staf Anda memiliki customer service skill yang baik, lakukan survey atau wawancara ke pelanggan untuk mengetahui apakah tim Anda menunjukkannya.

Pengalaman pelanggan yang buruk di bagian manapun bisa merusak hubungan Anda. Selain memastikan skill yang tepat telah didemonstrasikan, Anda perlu pastikan staf layanan pelanggan Anda menerapakannya secara konsisten. Bila staf Anda telah memiliki skill yang dibutuhkan, itu jadi awal yang baik. Tapi mereka masih perlu terhubung ke pelanggan Anda Berikut beberapa tips untuk memastikan layanan pelanggan diterima dengan baik:

  • Berlatih mendengarkan agar pelanggan merasa didengar. Klarifikasi dan ulangi apa yang pelanggan katakan untuk memastikan Anda memahamai mereka. Bersikap empati dan refleksikan perasaan mereka dengan mengatakan, “Masalah ini pasti membuat Anda kesal,” atau “Saya bisa mengerti kenapa Anda merasa jengkel.”
  • Akui kesalahan Anda, meski ketika Anda lebih dulu menyadarinya sebelum pelanggan. Hal ini akan membangun kepercayaan dan mempertahankan rasa percaya diri, juga membuat Anda bisa mengontrol situasi, kembali fokus pada pelanggan, dan mengatasi masalah.
  • Lakukan follow up setelah masalah terselesaikan. Pastikan masalah telah diatasi dan pelanggan puas dengan layanan yang Anda berikan. Mengirim email atau survey feedback jadi cara tepat untuk memberitahu pelanggan Anda masih berada di pihak mereka.

Meningkatkan layanan pelanggan memang tidak bisa dilakukan dengan cepat. Ini juga jadi perjalanan tanpa akhir, tapi penting. Jadi, pastikan ini jadi momen Anda untuk meningkatkan layanan ke customer. (WH)