Penyebab Turn Over Karyawan

Turn over yang terjadi di suatu perusahaan sebenarnya sehat, apalagi jika karyawan yang mengundurkan diri adalah karyawan yang kurang produktif, atau tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Namun jika turn-over karyawan disuatu perusahaan cukup tinggi dan menggilas karyawan-karyawan potensial sepertinya ada suatu masalah yang harus dicari penyebabnya.

Banyak orang mengira bahwa turn-over itu hanya berhubungan dengan salary, namun apa benar? Mungkin ada beberapa hal yang menjadi penyebab turn-over yang tinggi di suatu perusahaan. Bagi karyawan apalagi yang serius bekerja, jenjang karir merupakan suatu impian dan suatu keharusan. Hanya karyawan “pencari gaji” saja lah yang tidak memikirkan jenjang karir di kehidupannya.

Oleh karena itulah, perusahaan wajib menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang saling mendukung, bukan yang saling menjatuhkan. Kantor yang penuh dengan ketegangan, konflik, saling tuduh, saling sikut, tentunya akan membuka peluang turn-over karyawan potensial yang tinggi. Kepuasan dan penghargaan. Sekali lagi bahwa kepuasan karyawan itu tidak hanya diukur dari besarnya gaji. Memang semakin besar gaji tentunya loyalitas karyawan pun akan turut naik. Namun ada satu hal lain yang tak kalah penting yaitu kepuasan kerja dan penghargaan dari perusahaan. Bagaimana atasan atau perusahaan mengapresiasi keberhasilan karyawannya salah satu kepuasan non finansial dari karyawan. Hal tersebut diatas memang mungkin tidak semua menjawab penyebab turn-over tinggi di suatu perusahaan. untuk mengatasi mungkin ada baiknya jika pihak terkait di perusahaan (dalam hal ini Human Resources Department) mulai turun ke lapangan, berdiskusi dengan karyawan untuk mencari solusi. Alangkah baiknya jika perusahaan bisa mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi untuk perbaikan kedepan. tentunya kepuasan karyawan ini pada akhirnya akan berujung pada loyalitas dan produkivitas.

Berikut akan diulas mengenai hal yang sering menjadi penyebab karyawan Turn Over.

1. Tidak ada tantangan (bosan).

Karyawan yang sudah lama bekerja cenderung mencari sesatu yang baru, dan jika tidak mereka temukan mereka akan cepat merasa bosan dan tidak akan mau bertahan.

2.Fasilitas.

Siapa sih yang tidak tertarik dengan fasilitas? Apalagi fasilitas banyak membantu si karyawan dalam bentuk apapun, apakah tunjangan kesehatan, mobil, rumah dan lain-lain. Fasilitas mampu menjadi daya tarik karyawan yang utama.

3.Kenyamanan.

Bagi banyak karyawan, kenyamanan adalah hal yang paling utama, terutama bagi karyawan yang tidak menganggap gaji jadi prioritas. Jadi, jika si karyawan tidak lagi merasa nyaman, otomatis mereka akan mencari kenyamanan di tempat yang baru. Kadang karyawan lama sering membuat karyawan baru tidak nyaman dengan berbagai alasan, seperti kemampuan karyawan baru lebih baik dari yang lama, sehingga mereka takut tersaingi.

4.Karakter Pimpinan.

Tak dapat dipungkiri, pimpinan yang perduli, mau membantu akan membuat betah si karyawan, namun sebaliknya jika si pemimpin tidak perduli, akan membuat karyawan hengkang dari perusahaan.

5.Budaya organisasi.

Budaya organisasi yang terlalu ketat ataupu terlalu lemah sering membuat karyawan tidak betah. Apalagi yang tak memiliki keteraturan sama sekali akan membuat karyawan bingung.

6.Penghargaan.

Para karyawan yang memiliki kemampuan, biasanya tidak melihat materi jadi ukuran, tetapi bagaimana orang lain menilai kemampuannya. Mereka hanya butuh pengakuan dalam bentuk penghargaan, pujian ataupun bentuk lainnya. Nah, jika perusahaan tidak mampu memberikan hal tersebut, mereka akan mencari pengakuan itu di tempat lain.

Alasan lainnya, yang ujungnya adalah kantor yang lama tak mampu mengakomodir keinginannya, sehingga mereka serta merta hengkang ke perusahaan lain. Lalu bagaimana strateginya? Jagalah karyawan dengan baik dengan melihat dan memperhatikan kondisi-kondisi yang telah disebutkan diatas. (WH)