Get A Goal

Salah satu permainan yang dilombakan dalam lomba Teamwork Reliable adalah GET A GOAL. Permainan ini dimodifikasi dari game di salah satu TV yaitu Minutes To Win It.

Permaian sederhana dengan menggunakan peralatan yang sederhana atau ala kadarnya dan dapat dijadikan alat untuk membangun kreativitas dan kerjasama kelompok. Permainan ini biasanya digunakan pada sesi-sesi pelatihan baik indoor maupun outdoor.

Permainan Get A Goal memberikan inspirasi bahwa ada kalanya kita bisa berbeda pendapat dengan rekan kerja, untuk itu kita harus menyatukan pikiran. Dengan menggunakan balon sebagai alat bantu, mengibaratkan bahwa persoalan ringan bisa menyebabkan kita berbeda pendapat. Namun dengan bekerjasama dan menyatukan pikiran kita dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik.

Dengan bekerjasama, satu per satu permasalahn dapat diselesaikan sesuai dengan target yang diharapkan.

#lomba #teamwork #reliable #thebestcci

Lomba Teamwork Accurate

Salah satu permainan dalam lomba accurate teamwork adalah CUP CURLING. Permainan keakuratan ini diinspirasi dari curling game yang dimainkan di lantai es.

Dengan menggunakan tutup botol bekas yang ditiup dengan sedotan plastik. Setiap peserta harus memasukkan 15 tutup botol dalam lingkaran yang disediakan.

Setiap kali meniup, peserta harus memastikan bahwa tutup botol masuk ke lingkaran. Ada potensi resiko bahwa tutup botol yang sudah ada di dalam lingkaran tertabrak dan terlempar keluar. Untuk itu harus hati-hati.

Inspirasinya adalah setiap permasalahan atau permintaan pelanggan harus ditangani dengan tepat dan tidak menimbulkan permasalahan baru atau berulang. Upayakan permintaan diselesaikan dalam satu kali pelayanan.

#semangat #lomba #teamwork #icca

Rutinitas Briefing

Apa pentingnya suatu briefing bagi team dalam suatu organisasi ? Kenapa satpam setiap hari melakukan apel pagi atau apel pulanb ? Kenapa pramusaji restoran harus kumpul sebelum memulai pekerjaan ? Kenapa pemain sepak bola selalu briefing di ruang ganti sebelum bertanding ? Atau sejumlah pekerjaan lainnya yang mengharuskan melakukan briefing sebelum memulai suatu kegiatan.

Itulah saatnya pemimpin tim menyampaikan harapan, informasi terbaru, serta hal-hal yang harus diperhatikan. Ada kalanya hal yang sama disampaikan setiap hari, seperti halnya ketika kita akan terbang, pramugari akan menyampaikan prosedur evakuasi. Briefing membantu tim untuk mengingat hal-hal yang harus menjadi perhatian. Ada kalanya terasa membosankan, sehingga berbagai kegiatan dilakukan untuk menarik minat anggota tim mengikuti proses briefing dengan baik. Sekaligus menghindari adanya pesan yang tidak tersampaikan.

Seberapa sering anda briefing dengan tim anda ? Apakah setiap hari, atau seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali ? Ada yang melakukan safety briefing, setiap kali sebelum melakukan meeting di suatu ruangan. Memberikan petunjuk hal-hal yang harus diperhatikan selama berada dalam ruangan tersebut. Kebiasaan ini biasanya dilakukan di hotel tertentu, atau kantor yang sangat peduli pada aspek safety.

Suatu proyek yang dijalankan memerlukan kesamaan persepsi untuk itu dilakukan briefing sebelum mulai pelaksanaan. Anggota tim yang tidak memperhatikan briefing akan sulit melakukan koordinasi, karena mereka mempunyai pemikiran sendiri. Pimpinan yang sulit menyampaikan harapan dan perhatiannya, maka akan sulit juga mendapatkan dukungan dari anggota tim. Suatu proses komunikasi dua arah yang mengharuskan pimpinan dan anggota tim berkomunikasi dengan baik.

Membiasakan tim untuk melakukan briefing merupakan budaya pada suatu unit kerja atau perusahaan atau organisasi. Dimulai dari struktur yang paling kecil sampai dengan yang paling besar. Adanya pidato yang disampaikan dalam setiap kegiatan diharapkan memberikan hal-hal penting yang menjadi perhatian sekaligus menyampaikan harapan pimpinan atas kinerja yang harus dicapai.

Seseorang yang mau menjadi pemimpin harus bisa melatih dirinya melakukan briefing atau menyampaikan pidato atau paling tidak berbicara depan beberapa orang. Sekali, dua kali dan selanjutnya berkali-kali anda melakukannya, sehingga menemukan pola briefing yang terstruktur dalam menyampaikan pesan. Suatu proses belajar yang membutuhkan latihan atau praktek, sehingga anda menemukan bahwa proses komunikasi membutuhkan response dari penerima pesan.

Nah, coba tanya diri anda, kapan anda terakhir mengikuti briefing ? Pesan apa yang anda terima ? Apakah briefing membantu anda lebih baik ?

Optimisme Pedagang Makanan

Dalam kesempatan car free day hari ini, menyempatkan ngobrol dengan rekan-rekan tim Telexindo. Melihat lebih dekat suasana yang ada di ruang terbuka sekitar jalan Thamrin. Berbagai macam kepentingan hadir disana, ada berdagang, ada yang olahraga, ada yang wisata kuliner, ada yang cuci mata, ada yang meminta sumbangan, ada juga yang melakukan survey dan berbagai kegiatan lainnya.

Berjalan sejauh kurang lebih 5 km, tak terasa karena diselingi dengan berbagai perbincangan menarik dan juga kesempatan foto bareng. Banyak cerita dan pengamatan yang dilakukan untuk memberikan makna bagi pengembangan diri dan perusahaan. Ada saja ide yang menarik dijadikan ide, bisa begini atau begitu dengan mengamati yang dilakukan orang lain.

Pernahkah anda mendengar makanan cilok, cilung atau cilor, makanan dengan bahan yang sama. Namun kita tidak akan membahas bahan makanan ini, kita hanya mencoba membahas bagaimana pedagang memiliki optimisme dalam menjual. Coba saja perhatikan, sepanjanh jalan banyak penjual makanan yang menjual berbagai macam jenis makanan.

Apakah semua makanan tersebut habis terjual ? Bagaimana jika tidak habis ? Apakah mereka akan rugi dan berhenti menjual ? Berapa keuntungan yang mereka dapatkan ? Sejumlah pertanyaan coba dijawab untuk mengungkap bagaimana pedagang merencanakan proses penjualan dan menghitung keuntungan yang mungkin mereka peroleh.

Mereka harus menghitung dengan baik supaya semua makanan yang mereka bawa terjual habis. Artinya mereka harus menghitung bahan yang harus buat dan sesuai dengan harga yang mereka akan jual. Jika terlalu kecil atau sedikit, maka pelanggan akan pindah ke gerobak lainnya. Porsi yang mereka jual cukup dengan waktu penjualan selama car free day artinya harus habis sebelum jam 10:00 atau jam 11:00.

Kelihatannya tak ada upaya khusus untuk mengajak pembeli untuk mencoba dagangan mereka. Pembeli datang dan pergi yang tak peduli apa nama gerobak yang menjual dagangan tersebut. Sepertinya sudah ada standar acuan pembuatan makanan, yang menyebabkan pembeli bisa membeli dimana saja dan yakin rasanya hampir sama.

Ada juga gerobak yang cukup terkenal dengan namanya, sehingga menarik minat pelanggan membeli lagi di gerobak tersebut. Berbagai nama penjual makanan yang cukup terkenal hadir di sepanjang trotoar jalan thamrin. Deretan penjual ketoprak dan bakso, berselang-seling di area khusus depan pagar Kementerian BUMN. Warna gerobaknya sama, yang kepikiran adalah apakah makanannya sama ? Jangan-jangan ini cuma satu pemiliknya, sambil memikirkan bagaimana kualitas dari makanan tersebut.

Yang jelas penjual makanan itu, berapapun banyaknya mereka tetap optimis bahwa ada pembeli yang membeli makanan yang dijajakan. Sebuah silap positif yang harus ditiru bahwa optimisme dalam berdagang dibutuhkan untuk membuat kita tetap kreatif dan semangat dalam berusaha.

Mereka yakin pasti ada kalanya kurang beruntung, sehingga pembeli kurang. Ada saja resiko hujan, atau gangguan keamanan yang bisa terjadi. Namun semangat mereka menghadapi tantangan kehidupan membuat mereka bisa berhitung untung rugi dan membuat mereka tetap optimis dalam berjualan. (AA)