Peran Tim Partnership Management Officer Telexindo Dalam Memotivasi Karyawan

Sebuah bentuk dorongan positif yang ditujukan kepada karyawan agar mereka terdorong dan memiliki semangat dalam menjalankan pekerjaannya yang erat kaitannya dengan hasil kinerja mereka dapat disebut dengan motivasi. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memotivasi diri karyawan, contohnya dengan membuat suasana kerja yang positif, terus belajar juga berkembang.

Bila karyawan memiliki motivasi yang cukup kuat untuk terus melakukan pekerjaan di perusahaan dengan baik, maka hasil yang diperoleh juga akan baik. Pasti hal ini juga berdampak pada keberhasilan perusahaan. Begitu juga seperti yang dilakukan oleh tim Partnership Officer Management Telexindo Bizmart yang selalu membantu karyawan untuk terus termotivasi di perusahaannya.

Dalam hal ini, dengan jiwa pelayanan dan supporting secara berkelanjutan kepada seluruh karyawan dan perusahaan, Tim Partnership Management Officer Telexindo Bizmart selalu memberikan pelayanan yang cepat tanggap untuk meningkatkan kembali motivasi karyawan seperti melakukan kegiatan sharing dengan karyawan yang memiliki tujuan mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh karyawan dan rutin berkomunikasi dengan karyawan dengan pokok bahasan hasil kinerjanya.

Tim Partnership Management Officer juga tentunya memiliki cara penanganan yang berbeda-beda untuk memotivasi karyawan. Salah satunya adalah penanganan pada karyawan baru ataupun karyawan lama. Biasanya untuk karyawan baru, Tim Partnership Management Officer melakukan pendekatan dan pengawasan secara berkala. Menjadi pendengar yang baik mengenai problematika mereka seperti target yang harus dicapai, lingkungan kerja yang baru, hingga faktor keluarga, karyawan akan mendapatkan solusi-solusi yang terbaik yang diberikan oleh Team Partnership Management Officer.

Berbeda lagi penanganannya dengan karyawan lama, yaitu menggunakan pendekatan yang berbeda. Karyawan lama ini biasanya sudah terbiasa dengan ritme pekerjaan yang cepat dan detail sehingga segala solusi dan motivasi kerja yang diberikan juga berbeda. Tim Partnership Management Officer menangani dengan lebih responsif, membicarakan dan memproses segala permasalahan hak-hak karyawan dengan cepat. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya client yang mempercayakan SDM nya pada Tim Partnership Management Officer Telexindo Bizmart.

Dalam memberikan motivasi kepada karyawan biasanya dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan 1 kali atau bahkan kurang dari 3 bulan. Kesepakatan hal ini tergantung dari permintaan client. Bentuk penghargaannya pun bermacam-macam. Ada yang berupa voucher, merchandise, atau reward lainnya. Menjaga motivasi karyawan itu sangat penting. Karena karyawan adalah tombak keberhasilan perusahaan. (WH)

Menjaga Motivasi Kerja

Salah satu tuntutan dalam bekerja adalah menyelesaikan tanggung jawab dan kewajiban tepat pada waktunya. Namun, tidak dapat dipungkiri, kalau akan ada waktu dimana karyawan tidak semangat untuk bekerja. Dalam kondisi seperti itu, karyawan sangat membutuhkan motivasi kerja.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan motivasi kerja adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan dan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dalam pekerjaannya.

Salah satu psikolog dari Amerika yaitu Abraham Maslow, Ia menciptakan teori kesehatan psikologis yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan natural manusia sejak lahir berdasarkan prioritasnya. Maslow’s Heirarchy of Needs sering digunakan dalam dunia bisnis dalam menjelaskan hal-hal yang dapat memotivasi para karyawan.

Ada lima kategori kebutuhan manusia menurut Maslow yang penting untuk diperhatikan. Lima kategori tersebut adalah Kebutuhan Fisiologis (Pshyological Needs) yaitu seseorang merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi agar dapat memberi motivasi seseorang dalam bekerja. Kebutuhan fisiologis penting untuk keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Contoh kebutuhan fisiologis adalah makan, minum, tempat bernaung, dan tidur. Kebutuhan kedua yang perlu dipenuhi untuk dapat menciptakan motivasi kerja adalah Kebutuhan Rasa Aman (Security Needs). Keamanan yang dimaksud disini bisa berupa keamanan secara fisik ataupun keamanan secara psikologis. Contohnya adalah keamanan dari elemen alam seperti hujan dan angin, kepastian hukum, tata tertib, serta kepastian keberlanjutan dalam bekerja.

Tingkatan kebutuhan selanjutnya setelah pemenuhan rasa aman adalah kebutuhan untuk mencintai dan rasa memiliki (Belonging And Love). Hal ini dirasa penting bagi Maslow dalam analisa apa yang memotivasi manusia berdasarkan tingkatan kebutuhannya. Contohnya adalah pertemanan, persaudaraan. Level kebutuhan selanjutnya yang dapat memunculkan motivasi kerja adalah hal-hal yang beruhubungan terhadap harga diri dan ego seseorang (Esteem Needs). Contohnya adalah status sosial, jabatan, pengakuan, kebebasan, dsb. Dan yang terakhir adalah Aktualisi Diri (Self Actualization Needs), yang dimaksud disini adalah keinginan seseorang untuk mencoba dan mendapatkan pengalamn baru, bisa juga keinginan untuk mengembangkan diri,

Setelah mengetahui lima kategori kebutuhan manusia, Apakah jika semua kebutuhan tersebut terpenuhi seseorang akan semakin termotivasi dalam berkerja? Jawabannya adalah tidak, kebutuhan seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa memiliki, dan harga diri dapat memunculkan motivasi untuk bekerja, jika kebutuhan tersebut belum terpenuhi. Maksudnya, ketika kamu merasa kebutuhanmu belum terpenuhi, maka motivasi dalam dirimu akan muncul, karena kamu akan mencapai kebutuhan tersebut.

Semakin terpenuhinya kebutuhan yang dijelaskan disetiap levelnya maka akan semakin menurun motivasi seseorang untuk bekerja. Hanya pemenuhan kebutuhan di level tertinggi yaitu aktualisasi diri yang dapat terus menerus meningkatkan motivasi kerja seseorang. Lalu faktor apakah yang memengaruhi motivasi seseorang dalam bekerja?

Faktor pertama yang paling mempengaruhi motivasi kerja adalah besar kecilnya gaji yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal ini merupakan hal yang normal dalam dunia kerja. Yang kedua adalah budaya perusahaan, faktor satu ini sekarang sangat penting apalagi untuk generasi milenial. Budaya kerja perusahaan yang lama akan dirasa jenuh bagi generasi muda sekarang ini. Apa lagi perusahaan yang hanya mementingkan volume produksi dan keuntungan semata tanpa memikirkan kesejahteraan dan potensi karyawannya. Faktor lainnya yang paling sangat mempengaruhi motivasi kerjamu pastinya adalah tujuan personal atau tujuan pribadi. Hal ini datang dari pribadi masing-masing, apakah motivasi kamu bekerja hanya untuk mendapatkan uang atau motivasi bekerjamu adalah untuk mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya yang dapat kamu gunakan pada saat kamu membuka usaha atau hal lainnya.

Motivasi kerja adalah salah satu hal penting untuk dijaga, agar performa kerja dan skill-set  semakin meningkat. Untuk itu Hal pertama yang dapat memotivasi kamu dalam bekerja adalah jika kamu memiliki goal harian. Pekerjaan apa yang harus kamu selesaikan hari ini, target progres proyekmu, dan lain sebagainya. Goal harian, akan menumbuhkan urgensi dari dalam diri pribadi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hal yang sering terjadi umumnya adalah kamu tidak memiliki istirahat yang cukup. Tidur yang dikategorikan cukup menurut para ahli berkisar antar 7-8 Jam. Dengan jam tidur yang cukup seseorang akan lebih fokus dan lebih termotivasi dalam melakukan pekerjaannya. Jadi bagi kamu yang masih suka tidur larut malam, mulai biasakan untuk tidur lebih awal agar kamu lebih fokus dalam bekerja, sehingga kamu dapat mengerjakan pekerjaan kamu secara lebih efisien. Selanjutnya yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan motivasi kerja adalah hindari smartphone, terutama sosial media saat kamu baru bangun tidur. Pada saat bangun tidur otak kamu belum siap memperoses informasi secara cepat dengan volume yang tinggi.

Pernahkah kamu merasakan seperti badan kamu sudah beraktivitas tetapi pikiran kamu merasa masih di tempat tidur. Mengakses sosial media setelah kamu baru bangun tidur sama halnya dengan kamu memperbolehkan banyak orang hadir secara fisik mencurahkan keluh kesahnya pada saat kamu baru bangun tidur.

Hal selanjutnya yang dapat meningkatkan motivasi kerjamu adalah merayakan kemenangan kecil. Maksud dari kemenangan kecil disini misalnya, kamu berhasil memenuhi target kerja harian, kamu melakukan satu kebaikan pada hari ini, kamu berhasil tidur lebih awal, dan lain sebagainya. Berilah reward atau hadiah pada dirimu sendiri. Kamu bisa membeli barang yang kamu inginkan, liburan yang menjadi wacana dua tahun lalu, melakukan aktivitas volunteer sebagai salah satu pengalaman yang ingin kamu alami dan masih banyak lagi. Dan yang paling terakhir adalah rasa bersyukur (gratitude). Studi menunjukan seseorang yang dalam keadaan bersyukur tidak bisa dipengaruhi oleh perasaan negatif. Artinya adalah seseorang yang sedang dalam keadaan bersyukur tidak akan merasakan rasa sedih, rasa marah, rasa benci, iri hati dan lainnya. (WH)

Memotivasi Karyawan Pada Ajang The Best Contact Center Indonesia 2020

Launching The Best Contact Center Indonesia kembali lagi diselenggarakan kemarin pada 16 Januari 2020. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Mar’ie Muhammad di bilangan Jakarta Selatan ini mendapatkan antusias yang luar biasa baik dari member ataupun non member ICCA. Beberapa member yang hadir dalam pelaksanaan Launching ini yaitu dari Lembaga Perbankan, E-Commerce, Lembaga Pemerintahan, Lembaga Publik dan Institusi lain yang bergerak pada praktisi contact center. Acara yang dibawakan oleh Ketriona dan Ramadiansyah sebagai Master of Ceremony dari Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan Direktorat Jenderal Pajak ini berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

Kegiatan tersebut terdiri dari sesi sharing technology oleh Genesys, Avaya dan Cisco juga sesi launching beserta pemaparan The Best Contact Center Indonesia 2020 yang dibawakan langsung oleh para pengurus Indonesia Contact Center Association (ICCA). Banyak pesan yang menarik dan manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini. Salah satunya adalah pesan yang disampaikan oleh Retno Haryanti dan Aryo Bimo selaku pengurus ICCA dalam materi yang mereka bawakan mengenai Kategori Individual yaitu dengan mengikutsertakan lomba The Best Contact Center Indonesia 2020 yang diselenggarakan oleh ICCA bagi karyawan maka secara langsung karyawan termotivasi untuk memberikan kemampuan yang terbaik yang mereka kuasai.

Dikutip dari penyampaian yang dibawakan oleh salah satu pengurus ICCA, Rendar Mahardhika yaitu dengan mengikuti TBCCI 2020 perusahaan juga secara tidak langsung melakukan “people development” yang tentu saja ini bukan hanya kewajiban dari Human Resources Development tetapi juga menjadi kewajiban bagi karyawan. Karyawan yang diikutsertakan dalam ajang TBCCI 2020 akan memiliki tanggung jawab serta motivasi yang besar untuk memiliki prestasi yang baik dan melakukan pengembangan terhadap dirinya sendiri. Dengan prestasi yang dimiliki tersebut mereka akan merasa dihargai dan diapresiasi karena telah diberikan kepercayaan untuk mewakili perusahaannya sendiri.

Karyawan juga dapat mengukur dan menilai sendiri kemampuan dan prestasinya dengan melakukan perbandingan terhadap karyawan dari perusahaan lain, apakah karyawan sudah memberikan yang terbaik untuk perusahaan atau belum. Karyawan dari tiap perusahaan dapat membangun networking di ajang TBCCI 2020 ini. Mereka dapat saling sharing knowledge yang sangat berguna untuk memotivasi diri mereka sendiri.

Manfaat-manfaat yang didapatkan dengan mengikuti ajang TBCCI 2020 ini bukan hanya didapatkan oleh karyawan saja, namun juga didapatkan oleh perusahaan. Selain secara langsung perusahaan melakukan people development perusahaan juga dapat menyaring dan mengetahui karyawan-karyawannya yang berjiwa kompetitor untuk diasah lagi kemampuannya demi kemajuan dan pencapaian goals perusahaan.

Seperti yang telah dipaparkan pada artikel sebelumnya yaitu mengenai Pentingnya Reward Bagi Karyawan . Salah satunya untuk memotivasi karyawan agar lebih produktif lagi dalam bekerja, adalah dengan mengikutsertakannya kedalam ajang TBCCI 2020 ini. Kegiatan yang dibantu oleh panitia dari Telexindo Bizmart ini menjadi salah satu alasan karyawan mengembangkan motivasi mereka untuk memberikan yang terbaik. Ayo tunggu apalagi? Daftarkan segera diri Anda dalam ajang TBCCI 2020 di aplikasi si ICCA dan untuk informasi lebih lanjut klik disini. (WH)

Mencontoh Pembelajaran dari Hidup Elang

Hidup adalah proses pembelajaran, apapun yang terjadi di dalam hidup adalah sebuah proses pendewasaan. Sebagai manusia, tentu kita diberikan akal yang sempurna. Berbeda dengan makhluk lain, hewan misalnya. Seluruh hewan tidak memiliki akal yang sempurna seperti manusia, namun dari mereka lah kita dapat mengambil pelajaran yang berharga.

Elang, hewan si pemberani memiliki sifat-sifat ksatria, yang mana Elang berani menerpa badai dan mengambil segala resiko di dalam hidupnya. Terbang jauh merantau demi kehidupan yang lebih baik dan menyadari bahwa dalam hidup harus melalui beberapa tahapan yang melelahkan dan menyakitkan.

Dari hewan Elang kita harus berani bermimpi, karena dengan bermimpi dapat membuat kita menjadi lebih besar. Bermimpi tentu tidak dimaksudkan menghabiskan waktu secara sia-sia dengan melamun, melainkan berani memiliki impian untuk meraih kesukesan. Berani memiliki cita-cita yang tinggi kendati kita memahami kita memahami bahwa sebuah cita-cita tidak serta merta terwujud begitu saja, melainkan harus dibangun dengan kerja keras dan pantang menyerah. Seperti Elang yang membangun sarangnya di atas pohon cemara yang tinggi. Walaupun memiliki resiko terimbas badai, hidup melawan badai berarti berani menghadapi resiko dan berani untuk meminta maaf bila bersalah.

Dari hewan Elang kita juga dapat mengambil pembelajaran unik lain, seringkali kita melihat beberapa hewan dalam bentuk berkelompok atau dengan jumlah yang banyak. Berbeda dengan Elang, spesies yang lebih suka hidup sendiri. Elang lebih dapat memfokuskan diri untuk daya penglihatannya mencari mangsa.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam hidup yang seiring bertambah dewasa seharusnya kita mampu untuk hidup mandiri, tidak bergantung pada orang lain baik dalam keadaan suka maupun duka. Memang, manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain, tapi selama kita mampu menjalaninya, alangkah baiknya bila kita berusaha mengatasinya sendiri.

Setiap manusia diberikan kebebasan oleh Sang Pencipta untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. Apapun yang kita pilih selalu mengandung 2 hal, yaitu harapan dan resiko. Resiko yang ada di dalam kehidupan itulah yang harus berani kita ambil. Karena yang terburuk dalam hidup ini bukanlah kegagalan, melainkan hidup tanpa berani mengambil resiko. (WH)