Pentingnya Pelayanan Pelanggan

Pelayanan Pelanggan Andi Anugrah

Pentingnya Pelayanan Pelanggan

 

Berdasarkan salah satu survey, customer service telah menjadi pilihan atau faktor utama bagi pelanggan dalam memilih produk yang dibeli atau digunakan. Ini berarti bahwa pandangan tradisional mengenai keunggulan harga, lokasi dan produk sudah bukan menjadi faktor utama yang menjadi perhatian pelanggan. Untuk itu manajemen perusahaan atau organisasi harus memperhatikan hal ini sebagai daya saing dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Dalam era teknologi, pelayanan pelanggan menjadi perhatian utama, kenapa demikian ? Kita semua tentunya pernah mengalami pelayanan atau perlakuan yang buruk. Apa yang kita lakukan ? kemungkinan besar kita akan menceritakan pengalaman buruk, dibandingkan menceritakan pengalaman baik. Dalam survey menunjukkan bahwa lebih dari dua kali lipat pelanggan yang akan menceritakan pengalaman buruk dibandingkan yang menceritakan pengalaman baik.

Dalam survey juga menunjukkan bahwa 57% pelanggan yang kecewa, ketika menghubungi contact center dan customer service, tidak mendapatkan pelayanan yang diharapkan. Begitu juga 56% pelanggan yang kecewa karena pelayanan yang diberikan terlalu lama. Sementara itu 42% pelanggan mengatakan bahwa harus dilayani oleh lebih dari 1 orang customer service sebelum masalahnya dapat terselesaikan.

Data lainnya mengungkapkan 34% pelanggan merasakan bahwa mereka harus menghubungi nomor yang berbeda serta pelayanan yang diberikan kurang personal. Parahnya 24% pelanggan merasa bahwa mereka lebih tahu mengenai produknya dibandingkan agent contact center atau customer service yang melayani. Sisanya ada 16% pelanggan yang menyatakan bahwa  website atau pelayanan online tidak memberikan informasi yang akurat.

Lebih lanjut menurut survey tersebut, dampak terhadap kekecewaan pelanggan atas pelayanan pelanggan  adalah 89% pelanggan menyatakan berhenti menggunakan produk atau jasa perusahaan tersebut. Pada dasarnya tidak ada pelanggan yang mau berbisnis dengan perusahaan yang memberikan pelayanan yang buruk.

Dengan keterbukaan informasi dan koneksi antar pelanggan melalui jarigan sosial media, maka keluhan pelanggan  meningkatnya. Survey di UK menunjukkan bahwa sekitar 38 juta pelanggan mengungkapkan keluhannya dalam 1 tahun artinya setiap detik ada lebih dari 1 keluhan yang diungkapkan.

Untuk itu perlu memperhatikan peningkatan penggunaan sosial media. Pelanggan saling mempengaruhi dalam jaringan sosial media, seperti yang terjadi pada aplikasi twitter, facebook, instagram dan youtube serta aplikasi sosial media lainnya. 20% pelanggan cenderung mengungkapkan kekesalannya melalui media online.

Memberikan pelayanan pelanggan yang baik akan memberikan manfaat bagi perusahaan atau organisasi. Pada dasarnya siapapun tidak mau bekerja pada perusahaan yang semakin buruk pelayanannya. Dituntut adanya sikap yang proaktif untuk mengatasi permasalahan pelanggan. Tidak cukup hanya sebagai pemadam kebakaran atas setiap permasalahan yang terjadi.

Pelayanan pelanggan yang baik akan berdampak pada pelanggan yang loyal dan lebih dari 60% pelanggan mengungkapkan bersedia untuk membeli lebih banyak atau lebih sering dengan perusahaan yang menyediakan pelayanan pelanggan yang lebih baik. Begitu juga pelanggan yang loyal cenderung untuk menolak untuk mengganti produk alias sangat sulit berganti produk, bahkan 78% pelanggan yang loyal mengungkapkan ingin berbagi mengenai pelayanan yang diterima.

Dengan pelayanan pelanggan yang baik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelanggan. Sebaliknya akan berdampak juga kepada karyawan. Setiap karyawan juga merasa bangga atas pelayanan yang diberikan perusahaan. Hal ini yang akan berdampak pada kepuasan kerja karyawan dan menularkan semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

 

 

Nah, bagaimana mewujudkan semua itu. Apakah yang dibutuhkan sistem, teknologi, atau prosedur ? Yang perlu dilakukan adalah pertama, menyediakan customer service atau agent yang bersahabat dalam melayani. Kedua, kemudahan mendapatkan informasi atau bantuan pada saat dibutuhkan. Ketiga, memberikan pelayanan khusus yang lebih pribadi atau mengenal pelanggan dan keempat memberikan pelayanan yang konsisten dan membangun reputasi. (Sumber : Youtube)

Contact Center Asuransi

Contact Center Asuransi

Perusahaan di bidang asuransi termasuk salah satu yang menggunakan contact center secara intensif, khususnya untuk kegiatan Telemarketing dan customer service. Siapa diantara anda yang tidak pernah mendapatkan telepon dari perusahaan asuransi ? Bisa jadi, jarang yang terlewatkan. Mereka seakan punya banyak sumber database untuk menghubungi prospek, termasuk anda.

Berdasarkan pengamatan di sejumlah negara, kegiatan Telemarketing perusahaan asuransi menjadi kegiatan contact center yang bertahan dalam banyak kondisi bisnis. Ada saja naik dan turun dalam industri ini, akan tetapi asuransj bisa tiba-tiba tumbuh dengan pesatnya. Hal ini juga terjadi saat ini, beberapa perusahaan asuransi makin meningkatkan kapasitas contact centernya untuk keperluan penjualan produk.

Pada kondisi tertentu, masyarakat membutuhkan asuransi sebagai jaminan atas berbagai keperluan. Untuk itu perusahaan asuransi juga sangat memperhatikan pelayanan contact center khususnya untuk proses claim. Berbagai kepentingan yang dilindungi oleh asuransi mulai dari rumah, kendaraan, proyek, kesehatan, paket perjalanan sampai dengan barang elektronik.

Proses claim yang mudah menjadi perhatian dengan menghadirkan mobile apps, social media, juga pelayanan melalui telepon dan customer service. Banyaknya claim yang dapat terjadi dan bersifat mendesak, menuntut perusahaan asuransi menyediakan jalur pelayanan yang handal melalui contact center. Bahkan ada kalanya contact center dilekatkan dengan bagian admin dan claim support, sehingga proses claim dapat dilakukan dengan cepat.

Administrasi polis, mulai dari proses penerbitan polis, perpanjangan polis, pembayaran polis dan administrasi lainnya bisa ditangani melalui contact center. Begitu juga administrasi pengiriman, perubahan data dan informasi status polis serta nilai penjaminan atau pertanggungan. Contact center bisa melakukan reminder kepada pemegang polis, bisa juga melakukan edukasi dan berbagai kepentingan lainnya.

Jangkauan yang luas menyebabkan contact center menjadi pilihan yang menarik dan juga efisien dalam memberikan pelayanan. Ketersediaan yang bisa melayani 24 jam 7 hari dalam seminggu menjadi peluang untuk meningkatkan efektivitas penggunaan pelayanan contact center asuransi.

Tidak hanya pemegang polis yang ditangani contact center, akan tetapi pelayanan kepada mitra kerja serta agent asuransi. Pihak bengkel kendaraan atau rumah sakit dapat menghubungi contact center untuk mendapatkan konfirmasi mengenai status pertanggungan. Begitu juga agent asuransi dapat menghubungi untuk contact center untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan status client mereka.

Begitulah sedikit informasi mengenai penerapan contact center pada industri asuransi. Bagi yang berminat membangun contact center untuk pelayanan asuransi atau industri lainnya, kami siap memberikan konsultasi. Begitu juga yang sedang ingin mengevaluasi contact centernya, supaya berjalan dengan lebih baik, jangan ragu menghubungi kami. (AA)

Semangat, Jangan Menyerah Sebelum Bertanding

Semangat, Jangan Menyerah Sebelum Bertanding

Memperhatikan perilaku peserta lomba The Best Contact Center Indonesia dan mencoba memahami motivasi dibalik semua partisipasinya. Terkadang ada perbedaan harapan antara peserta dan perusahaan pengirimnya dalam ikut lomba ini. Ada peserta yang ingin belajar, ada yang ingin hadiahnya, ada yang ingin dikenal, ada yang ingin menguji kemampuan, ada yang ingin bersaing dan ada juga yang ingin punya jaringan pertemanan sesama praktisi contact center. Begitupun, ada juga yang ikut dengan sepenuh hati, sebaliknya ada yang terpaksa ikut lomba.

Semua alasan ikut lomba The Best Contact Center Indonesia tentunya akan menjadi motivasi bagi peserta dan perusahaannya untuk menyiapkan diri dengan baik. Latihan, latihan dan latihan dilakukan yang menyerap banyak energi, waktu dan perhatian. Mereka yang terbaik di perusahaannya telah dipilih dengan seleksi yang ketat, sesuai dengan kinerja mereka. Tentunya tak mudah mendorong mereka untuk menjadi peserta, ada yang kuatir, ada yang kurang berani, tak percaya diri, tak punya waktu, ada proyek yang harus diselesaikan dan sejumlah alasan.

Dengan proses pembekalan yang telah dilakukan dan uji coba ujian yang telah diikuti, peserta dengan penuh keyakinan mampu untuk menyelesaikan ujian tahap pertama dengan baik. Hasilnya sudah terlihat dalam pengumuman ujian tertulis yang telah dilaksanakan. Ada yang kecewa dengan hasilnya, ada juga yang senang dengan nilai yang dicapai. Ada juga yang menyadari kekurangannya, serta ada yang memaklumi kurangnya waktu untuk belajar karena kesibukan kerja.

Proses belajar yang mereka ingin lalui dan mengukur kemampuan dengan perusahaan lain menjadi catatan tersendiri bahwa lomba ini menuntut lebih dari peserta. Keinginan untuk membawa nama harum bagi perusahaan, tentunya harus dibarengi dengan keinginan untuk menyelesaikan lomba dengan hasil yang baik. Caranya ? Hanya dengan belajar, berlatih serta keinginan berbagi sesuatu yang bermanfaat. Kalaupun akhirnya menang, anggaplah sebagai bonus dari kerja keras dalam belajar dan berlatih.

Menyerah, tentunya dalam kamus peserta tidak ada. Kalaupun ada perusahaan yang membatalkan peserta yang rendah nilainya, dengan melihat peluang kemenangan yang tidak memungkinkan. Mungkin hanya sebagai punishment atau sanksi yang telah mengabaikan proses belajar yang diberikan, sehingga nilai test tertulisnya rendah. Bagi perusahaan yang menyadari peluang menangnya rendah, tetapi tetap memberikan peluang bagi karyawannya. Bisa jadi menganggap ini adalah suatu proses belajar yang memacu mereka untuk menyadari bahwa tak ada kata menyerah.

Semangat itu harus ditanamkan, seperti yang dicetuskan oleh Vince Lombardi, salah satu pelatih sepak bola Amerika, bahwa Winners Never Quit, Quitters Never Win. Bagaimanapun tantangan harus dihadapi, semangat untuk menang, menunjukkan keunggulan untuk berbagi pengalaman. Semangat membagi menunjukkan kinerja unggul kepada orang lain menjadi pesan bahwa mereka kreatif. Keberadaan mereka dalam lomba menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing, mengatasi kekurangan dan menunjukkan kemauan untuk menjadi lebih baik.

Lebih lanjut menurut Vince Lombardi, kemenangan bukanlah segalanya, namun kemauan untuk menang adalah segalanya. Ia juga mengungkapkan bahwa perbedaan antara orang sukses dan tidak adalah bukan pada kurangnya kekuatan, bukan kurangnya pengetahuan, melainkan kurangnya kemauan. Berharap bahwa pesan ini menjadi catatan buat semua peserta yang akan bertanding atau yang pernah bertanding bahwa semua itu butuh proses untuk belajar dan berlatih. (AA)

Aspek Kepemimpinan Pelayanan

Andi Anugrah APCCAL Leaders

Berdasarkan kuiz yang telah dilaksanakan di instagram ICCA, mengenai 3 aspek kepemimpinan yang perlu dikembangkan. Berikut sharing yang diberikan praktisi contact center. Semoga bermanfaat.

1. Nilam (nilam_disorder)

  1. Menjalankan Prosedur dan Aturan dengan Jelas. Sebagai pemimpin dari sebuah departemen Anda berfungsi sebagai Manajer Tim, dan setiap Proses atau Prosedur yang berlaku perlu ditegakkan dengan baik dan dijalankan oleh masing-masing anggota tim Anda. Kemampuan Anda membuat anggota timmenjalankan proses dan prosedur menunjukkan Anda mampu memimpin mereka.
    2.Menjelaskan Informasi yang Relevan bagi Anggota Tim.Sebagai Pemimpin Anda harus mampu menjelaskan setiap rincian kerja masing-masing anggota tim Anda, dan menjadikan mereka bekerja produktif. Keterbukaan yang dijalankan adalah informasi relevan bagi masing-masing individu Tim Anda. Informasi ini harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka, sehingga dapat bekerja baik dan benar.
  2. Menciptakan Suasana Kerja Kondusif.Seorang Manajer mungkin seorang yang sangat berpengalaman dalam mengelola proses dan prosedur. Dan jika Anda memilih menjadi pemimpin, tidak cukup rasanya hanya memastikan masing-masing anggota tim Anda mengerti dan paham akan proses prosedur berlaku. Sebagai pemimpin tim kerja, Anda harus membangun suasana kondusif, yakni suasana kerja yang penuh keakraban, kehangatan dan lingkungan personal yang dekat. Kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja kondusif. Kemampuan Anda melakukan hal tersebut mempertegas aspek kepemimpinan Anda yang handal.
  3. Memotivasi Anggota Tim.Setelah terbangunnya suasana kerja yang hangat dan akrab, selanjutnya perlu dikembangkan kemampuan Anda menjadimotivator bagi tim. Pekerjaan akan menjadi sebuah beban, cepat atau lambat. Dan kemampuan Anda membangun motivasi kepada masing-masing pribadi merupakanketrampilan seorang pemimpin sejati. Aspek kepemimpinan Anda telah terbentuk secara alami jika mampu menjadi tempat bertukar pikiran atau bahkan tempat curahan hati bawahan Anda.
  4. Menerima dan Melakukan Perubahan.Yang terakhir dalam aspek kepemimpinanyang perlu Anda pahami adalah kemampuan untuk menerima dan melakukan perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja, perubahan sistem kerja lebih efektif.
    #callcenter147

2. Adhi Kurniawan (kurniawanadhi80)

3 aspek kepemimpinan yang perlu dikembangkan :
1. Membuat suasana kondusif
Seorang leader tidak cukup rasanya hanya memastikan masing-masing anggota tim Anda mengerti dan paham akan proses prosedur berlaku. Sebagai pemimpin tim kerja, harus membangun suasana kondusif, yakni suasana kerja yang penuh keakraban, kehangatan dan lingkungan personal yang dekat. Kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja kondusif. Kemampuan melakukan hal tersebut mempertegas aspek kepemimpinan yang handal.
2. Memotivasi dan memberi kesempatan tim berkembang
Setelah terbangunnya suasana kerja yang hangat dan akrab, selanjutnya perlu dikembangkan kemampuan menjadi motivator bagi tim. Pekerjaan akan menjadi sebuah beban, cepat atau lambat bergantung kemampuan Leader membangun motivasi kepada masing-masing pribadi merupakan ketrampilan seorang pemimpin sejati. Dalam jangka panjang memberi kesempatan anggota tim berkembang lebih baik menjadi nilai lebih yang membuat setiap individu menjadi bagian penting dalam lingkungan kerja.
3. Menerima dan melakukan perubahan
Yang terakhir dalam aspek kepemimpinan yang perlu adalah kemampuan untuk menerima dan melakukan perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja, perubahan sistem kerja lebih efektif, peningkatan kinerja individu dan tim. Perubahan yang terjadi karena kondisi pasar pun dapat diakomodir menjadi sebuah tantangan kepada setiap anggota tim. Keberhasilan Tim dalam menghadapi perubahan merupakan kesuksesan menjadi pemimpin.
#CCTelkom147

3. Michana (mifta_nanospraymci)

3 aspek kepemimpinan yang perlu di kembangkan :
1. Menciptakan suasana kerja yang kondusif
kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja yg nyaman dan hangat.
2. Menerima dan Melakukan Perubahan
Perubahan yang dimaksud adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja dan peningkatan kinerja individu dan tim.
3. Memotivasi Anggota
Jiwa kepemimpinan secara umum terbentuk karena seringnya bertukar pikiran, saling mengingatkan dan bisa juga dengan memberi motivasi kepada anggota.
#AngkasaPura172

4. Diko Media (diariztyan31)

1.Manajemen.
Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan manajemen yang baik. Kita harus dapat merencanakan segala sesuatu secara matang. Semua rencana juga harus berjalan sesuai rencana dan tersusun secara sistematis. Kita juga selalu harus memiliki rencana cadangan, sehingga ketika rencana sebelumnya gagal, Kita punya solusi untuk mengatasinya.
2.Bekerja sama.
Seorang pemimpin yang baik harus bisa menjaga hubungan baik antara dia dan bawahannya. Kita juga harus memastikan bahwa diri kita telah menjalin kerjasama yang baik antara kita dan orang lain.
3.Keterampilan berkomunikasi
kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.
3 Aspek kepemimpinan yang perlu dikembangkan menurut saya adalah 1.Manajemen, 2.Bekerja sama, 3.Keterampilan berkomunikasi.
@Telkom_147

5. Hilda (f.helda.haedar)

  1. Disiplin diri, jika disiplin diri sudah diterapkan seorang Leader, maka dpt mnjd contoh baik untuk seluruh agentnya.
  2. Product Knowledge, seorang leader hrs lbh tahu product dan memahami product terutama update untuk seluruh product2 baru yg berlaku.
  3. Skill Konseling, seorang leader hrs memiliki skill konseling yang baik, bertujuan untuk melakukan pendekatan kpd agent agar pada saat leader mengarahkan agent seluruh informasi dan penyampaian dpt berjalan baik, sehingga terjalin komunikasi yg baik antar agent dan leader, selain itu seorang leader hrs mempunyai trick untuk melakukan konseling terhadap agent2 yang agak susah diatur (treatment yg berbeda).
    #KEBHanaBank

6. Adytia Dean Perdana (bismadean)

  1. Aspek Emosional
    Mengenali emosi diri saat diposisikan menjadi pemimpin, tidak lah mudah, terutama berkaitan dengan masalah pribadi. Hal utamanya adalah jangan campurkan masalah pribadi dengan masalah perusahaan, karena berdampak buruk bagi perusahaan yang kamu pimpin.
    Tularkan emosi secara positif, dan tentunya jangan berlebihan. Jangan langsung meng-judge suatu hal, apalagi menyalahkan orang lain.
  2. Aspek Personal
    Aspek yang kedua adalah personability ini yang perlu dipahami yaitu kesadaran kita dalam memahami tujuan hidup, memegang nilai- nilai yang dipercayai, dan tahu apa yang anda inginkan serta mengetahui cara mendapatkannya. Sehingga dalam diri kita akan memperoleh jiwa kepemimpinan karena bawaan personal dr cerminan perilaku.
  3. Aspek Sosial
    Aspek ini sangat penting dalam sebuah proses sosialisasi dengan tim. Karena seorang pemimpin akan mudah menyampaikan visinya, dan menjalankan misinya jika bawahannya merasa senang dengan pemimpin tersebut.
    Jadi 3 Aspek yang sangat penting dalam kepemimpinan versi saya adalah : 1. Emosional, Personal, dan Sosial.
    Terima kasih
    #CC_147 The world in your hands
    #kebhanabank

7. Wahyudi Ibrahim (baim.ig)

3 aspek kepemimpinan yg perlu dikembangkan adalah:
1. Aspek penguasaan prosedur. CC 138 yang dikelola oleh PT Angkasapura2 melayani pelanggan dari berbagai kalangan baik pelanggan internal maupun external seperti penumpang pesawat, pengunjung bandara maupun dari stakeholder yang ada di bandara oleh karena itu masalah yang dihadapi oleh agent pun sangat bervariasi dan setiap masalah tentunya memiliki prosedur pemecahan yang berbeda-beda. oleh karena itu aspek penguasaaan prosedur merupakan salah satu aspek inti yang sangat perlu dikembangkan oleh seorang pemimpin agar dpt mengarahkan para agent untuk menangani setiap permasalahan pelanggan yang selalu berubah sesuai dengan naiknya ekspektasi kepuasan pelanggan. Selain itu penguasaan prosedur juga diperlukan untuk memantau perkembangan pemecahan pelanggan agar lebih mudah untuk dilakukan follow up atau tindak lanjut sampai pada tahapan mana suatu permasalahan ditangani.
2. Management bawahan. CC 138 saat ini mengalami perkembangan yang sgt pesat dimana saat ini contact center 138 telah terbagi kedalam beberapa unit yang artinya sumber daya manusia yang ikut andil didalamnya juga semakin banyak. Tidak jarang dalam operasional sehari hari sering terjadi perbedaan pendapat baik dalam pelayanan permasalahan pelanggan maupun hal2 yang bersifat pribadi yang terbawa ke ranah kerja. Disini lah peran seorang pemimpin sangat diperlukan dalam mengatur bawahanya agar apapun masalah yang dihadapi dapat terpecahkan secara adil dan dapat diterima oleh semua bawahanya. Managemen bawahan juga sangat diperlukan oleh seorang pemimpin dalam memberikan wewenang kepada seorang agent dalam menanggapi permasalahan pelanggan sesuai dengan kapasitas agent tersebut. Sehingga seorang agent dapat mengambil keputusan atas permasalahan pelanggan sesuai dengan batas kewenangan yang dia miliki.
3. Last but not least adalah aspek penguasaan teknologi. Salah satu hal yang paling unik dalam pelayanan contact center Angkasapura 2 adalah pada teknologinya dimana teknologi terbagi kedalam teknologi yang digunakan oleh agent untuk memberikan pelayanan seperti pesawat telpon, computer dll maupun teknologi yang disediakan oleh PT Angkasapura 2 untuk kenyamanan pelanggan seperti self check in, auto gate untuk imigrasi, video call, maupun flight display system dan teknologi lain yang semakin canggih yang ada di bandara. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki bekal kemampuan dan pengetahuan yang memadai tentang teknologi-teknologi yang digunakan di bandara karena tidak jarang pelanggan menanyakan penggunaan teknologi tertentu yang ada di bandara maupun complain atas kendala yang ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin yang ideal sangat perlu untuk selalu mengembangkan pegetahuan dan teknologi pelayanan untuk dapat memberikan pelayanan memuaskan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan. Dengan demikian pemimpin ini bisamenjadi panutan untuk bawahanya sekaligus source of information untuk para agent.

8. Aulia Yaro (auliayaro)

Tiga aspek kepemimpinan yang harus dikembangkan adalah :
1. Koordinatif, merencanakan dan mengarahkan langkah untuk mencapai tujuan bersama dengan selalu saling berkoordinasi antar divisi, saling mengisi, dan saling bersinergi;
2. Loyalitas dan totalitas, loyal untuk menciptakan kader-kader berkualitas dan totalitas dalam sebuah pekerjaan yang dilakukan;
3. Monitoring, melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja bersama serta saling memberikan masukan, motivasi, memberikan kesempatan dan kepercayaan pada tim untuk dapat tumbuh dan mengembangkan kemampuan dalam segala bidang kepemimpinan.. Jadi, tiga aspek kepemimpinan yang harus dikembangkan adalah Koordinatif, Loyalitas dan Totalitas, Monitoring.. Tumbuh bersama pemimpin berkualitas tanpa batas.
#CC147

9. Syafrial (syafrialmars)

3 aspek pengembangan yg perlu dilakukan :
1. Komunikasi, mungkin ini hal sepele yg sering diabaikan dlm lingkungan kerja, dikarenakan adaya prosedur tersendiri antar melakukan pekerjaan sehingga komunikasi tdk terjalin dgn baik, namun komunikasi menjadi hal besar yg perlu diperhatikan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan hal-hal yg menjadi kentuaan dlm perusahaan demi mencapai tujuan yg diinginkan. Pemimpin jg harus padai dan sering melakukan komunikasi dgn bawahan, sehingga berdampak baik terutama untuk menciptakan suasana kerja yg harmonis (tdk ada space antara bawahan dan atasan), dan komunikasi menjadi alat untuk menjalin ke akraban antara pemimpin dan bawahan.
2. Motivator, seorang pemimpin wajib kudu bs memotivasi, mengajak, dan mempengaruhi bawahan (tenaga kerja), agar bawahan bs dan mau melakukan apa yg harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Motivasi tdk semata untuk mencapai tujuan perusahaan saja, Motivasi jg bs berupa saran dan semangat baik mengenai pekerjaan maupun diluar pekerjaan, yg diberikan seorang atasan kepada bawahan. Menjadi nilai plus apabila seorang pemimpin bs menjadi tempat mengadu keluh kesah bawahan,baik yg berkaitan dgn pekerjaan maupun diluar pekerjaan, sehingga seorang pemimpin bs langsung memberikan solusi, masukan dan motivasi ke tenaga kerja bersangkutan
3. Role Model, siapa yg tdk mau menjadi seorang pemimpin, apalagi menjadi seorang pemimpin disebuah perusahaan besar. Namun menjadi seorang pemimpin selain bertanggung jawab dan kompeten di bidangnya,, seorang pemimpin jg harus menjadi contoh ke bawahanya, baik buruknya perusahaan ada di tangan seorang pemimpin. Pengembangan ini harus rutin dilakukan selain dari kesadaran diri, dikarenakan seorang atasan merupakan cerminan bawahan. contoh: menaati aturan yg ada diperusahan (misalnya, memakai seragam rapi, datang tepat waktu kecuali ada urusan perusahaan, dan menaati jobdask).
#pln123

10. Laili Nurillahi (nurillahilaili)

3 aspek kepemimpinan yaitu:
1. Ing ngarso sung tuladha dengan arti di depan memberikan teladan dan contoh nyata yang baik,
2. Ing madya mangun karsa artinya di tengah membangun niat bersama berjuang dengan anak buah,
3. Tut wuri handayani artinya di belakang memberikan dorongan dalam arti seorang pemimpin memberikan kesempatan anak buah mengembangkan potensi dan bakatnya sendiri.

11. Khoiriri Matoh (khoriri_matoh)

Selamat pagi dunia, selamat pagi semua.

  1. Seorang pemimpin harus Bisa berdiri di depan, maksudya harus bisa menjadi teladan, pembimbing, dan contoh bagi anggotannya. Pemimpin harus bisa menjadi lentera dan penunjuk arah terhadap ap yang dipimpinnya. Tidak hanya menyalahkan tapi memberikan teladan.
  2. Seorang pemimpin harus bisa berdiri di Tengah. Maksudnya seorang pemimpin harus bisa mengayomi, menjalin kebersamaan & team work yg baik, serta memotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan. pemimpin harus bisa mendengar dg kedua telingannya dan berada ditengah agar bisa menentukan kebijakan dg bijak.
  3. Berdiri di Belakang maksudya Seorang pemimpin yg baik harus bisa menempatkan diri di belakang untk mendorong anggota2 ya di perusahaan yg dipimpinnya untuk mewujudkan misi perusahaan. Pemimpin yang baik adalah harus bisa menempatkan diri , di depan memberikan teladan, di tengah untuk memberikan semngat, dan blkang mberikan dorongan demi tujuan kedepan yg lbih baik.
    #Angkasa Pura 172

12. Elisa (eliescha99)

Semua orang dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Bagi seorang pemimpin haruslah memiliki jiwa kepemimpinan. Menurut KBBI kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang memuat dua hal yaitu : pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai obyek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina, atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab terhadap keberhasilan. aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga ada beberapa hal yang harus dimiliki dan dikembangkan sebagai seorang pemimpin, yaitu:
1. Asah
Seorang pemimpin harus memiliki pikiran yang tajam, planning yang luas, dan keputusan yang bijak. Oleh karennya seorang pemimpin harus memiliki kemampuan managemen yang baik. Pemimpin harus dapat merencanakan segala sesuatu secara matang. Menjadi seorang pemimpin harus memahami dan mengasah keadaan managementnya, apa” yang seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih, apa yang harus dikembangkan dalam sebuah management dan menggali kreatifitas yang dimiliki karyawan bukan sekadar menerima kinerja karyawan.
2. Asuh
Sebagaimana peran ayah dalam rumah tangga yaitu pemimpin bagi keluarga yang mempunyai tanggung jawab mardi siwi(mendidik dan mendewasakan). Sama halnya dalam sebuah management tidak hanya menuntut karyawannya dalam suatu pekerjaan tapi juga bisa menjadi motivator dan pembentuk tekad. Seorang pemimpin yang baik harus memiliki motivasi dan harus mampu memotivasi orang lain. Sehingga didalam lingkungan pekerjaan tanggung jawab dan tugas bukanlah menjadi beban tapi sudah menjadi kesadaran.
3. Asih
Sebagaimana peran seorang ibu untuk memimpin dan mendidik anak”nya penuh dengan cinta dan kasih. Hal yang sama yang harus ditunjukkan sebagai seorang pemimpin tidak hanya sikap tegas dan berwibawa tapi juga rasa asih terhadap karyawannya, terjaminnya kenyamanan karyawan dalam sarana dan prasarana untuk menunjang hasil kinerja yang baik juga menjadi perhatian khusus dalam kepemimpinannya. Oleh karenanya ketika memutuskan sebuah peraturan dan kebijakan yang berlaku semua atas dasar kepentingan dan kenyamanan bersama. Salam hangat dari telkom. The world in your hand ?

13. Rio Fadillah (rio_fadillah4993)

Pertama: kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, kepemimpinan tidak akan ada juga.
Kedua: seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan.
Ketiga: kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi.
#firstmediagroup

14. Sofyan Hadi (sofyanalmahabbah)

3 aspek yang harus di kembangkan dalam kepemimpinan adalah :
1. Menjalankan prosedur dan aturan dengan jelas. Sebagai pemimpin dari sebuah departemen Anda berfungsi sebagai Manajer Tim, dan setiap Proses atau Prosedur yang berlaku perlu ditegakkan dengan baik dan dijalankan oleh masing-masing anggota tim Anda. Kemampuan Anda membuat anggota tim menjalankan proses dan prosedur menunjukkan Anda mampu memimpin mereka.
2. Menciptakan suasana kerja kondusif. Seorang Manajer mungkin seorang yang sangat berpengalaman dalam mengelola proses dan prosedur. Dan jika Anda memilih menjadi pemimpin, tidak cukup rasanya hanya memastikan masing-masing anggota tim Anda mengerti dan paham akan proses prosedur berlaku. Sebagai pemimpin tim kerja, Anda harus membangun suasana kondusif, yakni suasana kerja yang penuh keakraban, kehangatan dan lingkungan personal yang dekat. Kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja kondusif. Kemampuan Anda melakukan hal tersebut mempertegas aspek kepemimpinan Anda yang handal.
3. Menerima dan melakukan perubahan. Yang terakhir dalam aspek kepemimpinan yang perlu Anda pahami adalah kemampuan untuk menerima dan melakukan perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja, perubahan sistem kerja lebih efektif, peningkatan kinerja individu dan tim. Perubahan yang terjadi karena kondisi pasar pun dapat Anda akomodir menjadi sebuah tantangan kepada setiap anggota tim. Keberhasilan tim anda dalam menghadapi perubahan merupakan kesuksesan anda menjadi pemimpin.
#csjnebki