Coklat

Pernah makan coklat ? Hmmm … tentunya, sebagian besar kita pernah menikmatinya, baik dalam bentuk batangan, atau dalam bentuk cair. Menikmati coklat cair hangat dalam suasana udara yang dingin tentunya akan terasa nikmat. Apalagi jika dinikmati bersama pasangan, sambil duduk santai melihat pemandangan pagi yang cerah.

Sempat punya impian memiliki pabrik coklat. Sebagai petani coklat yang pernah menanam biji coklat menjadi tunas dan siap ditanam di lahan. Kemudian melihatnya bertumbuh sampai berbuah dan kami menikmati hasilnya. Panen coklat, tentunya yang diambil bijinya dan kemudian dikeringkan. Bagi yang ingin menikmati buahnya juga enak rasanya, jangan lupa bijinya dikumpulkan.

Proses mengeringkan biji coklat bagi petani tradisional adalah menggunakan sinar matahari. Tak heran jika anda mengunjungi desa yang menjadi sentra coklat, hampir semua pinggir jalan akan terhampar biji coklat yang dikeringkan. Tak cukup hanya sehari, bisa beberapa hari, sehingga kadar airnya sangat rendah dan layak jual. Semakin rendah kadar airnya, biasanya harganya akan semakin tinggi.

Mengumpulkan coklat sekilo, dua kilo dan seterusnya sampai sekarung, bisa memakan waktu. Selama proses ini terkadang ada juga biji coklat yang dimakan tikus. He he he … gara-gara hal ini, salah seorang keluarga petani tidak mau lagi makan coklat. Dia tidak mau makan coklat, karena dianggap sisa tikus. Hmmm … iyalah. Biji coklat yang telah dikeringkan, tentunya melalui berbagai proses sampai dengan dinikmati sebagai coklat batangan.

Jika membaca jurnal ilmiah, kandungan gizi yang termasuk pada coklat (kakao) diantaranya kandungan energi, protein, karbohidrat, serat, kalsium, berbagai mineral, vitamin B6, dan lemak. Konsumsi secara teratur coklat dalam jumlah tertentu akan membantu untuk menjaga kesehatan. Ingat yah, dalam jumlah tertentu … ! Kalau kebanyakan yah, nggak bagus juga. Segala sesuatunya pasti nggak bagus kalau kebanyakan.

Salah satu manfaat biji coklat untuk menjaga kesehatan pencernaan, karena kandungan magnesium dan serat di dalamnya. Mengonsumsi biji coklat secara teratur, dipercaya dapat mencegah sembelit dan membuat saluran pencernaan jadi lebih sehat. Nah, yang suka susah buang air besar kalau pagi, boleh coba nih mengkonsumsi coklat.

Antioksidan yang ada di dalam biji coklat juga bisa mencegah penuaan dini. Wah, cocok buat yang generasi x atau baby boomers. Antioksidan pada coklat akan mencegah rusaknya sel di tubuh, termasuk sel-sel di kulit, sehingga kulit menjadi lebih sehat dan terlihat lebih muda. Kayaknya yang awet muda, suka makan coklat nih. Pantesan suka ada coklat batangan di tasnya.

Kandungan polifenol juga dianggap baik untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko kolesterol dan tekanan darah tinggi. Biji coklat dipercaya bisa mengontrol kadar gula darah karena makanan ini dianggap dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tidak terjadi penumpukan gula di dalam darah. Tulisan ini sudah seperti salah satu siaran TV, yang promosi alat kesehatan.

Aduh, pagi-pagi koq ngomongin berbagai macam penyakit yah. Sudahlah, nikmati saja secangkir coklat hangat bersama pasangan anda. Yang penting anda punya sebuah impian. Belum kesampaian punya pabrik coklat, kayaknya saya boleh juga beli saham COCO, yang sudah punya pabrik coklat. Beli 1 lot atau 100 lembar sahamnya hanya Rp80 ribu.

Kalau tidak jadi beli sahamnya, yang penting sudah pernah menulis mengenai coklat. Semangat selalu. #CelotehPagi (AA)

Ujian

Kembali menyapa anda, setelah beberapa hari menghilang mempersiapkan ujian indvidual The Best Contact Center Indonesia 2020. Setiap pagi berbagai kesibukan menantang diri untuk terus aktif melakukan sesuatu termasuk menulis. Ini bagai sebuah ujian yang selalu menguji konsistensi kita untuk terus menulis dan menulis lagi. Menuangkan ide, isi pikiran atau sekedar inspirasi yang bermanfaat bagi orang lain.

Bagi anda yang suka olah raga pagi, sebuah tantangan untuk anda melakukannya terus menerus. Anda harus menantang diri dan menciptakan berbagai alasan untuk terus melakukannya. Membuat anda merasa ada yang kurang jika tidak melakukannya. Walaupun hanya sekedar gerakan senam, jalan santai, atau bersepeda keliling kompleks perumahan. Jika anda sudah terbiasa, tentunya ada saja yang kurang. Begitulah kebiasaan, akan tetapi memulainya tentu tidaklah mudah.

Bagi anda yang terbiasa berangkat pagi ke kantor, diam di rumah tentunya merupakan tantangan tersendiri. Terbiasa bekerja dengan orang lain, berdiskusi secara tatap muka dan berbagai hal bersama tim, akan menghadapi tantangan jika harus bekerja secara jarak jauh. Berinteraksi secara langsung tentunya suatu kenikmatan tersendiri yang hilang dari bekerja jarak jauh. Bagaimanapun pola kerja bebas pada awalnya terlihat memudahkan, akan tetapi kita tetap harus memotivasi diri untuk mulai melakukan sesuatu. Harus ada semangat untuk proaktif dan punya inisiatif, melakukan sesuatu tanpa perintah.

Bagi anda yang terbiasa belajar sesuatu secara tatap muka, tentunya akan menantang untuk belajar secara jarak jauh. Namun bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan video sebagai media belajar, maka anda akan mudah untuk belajar melalui video conference. Banyak gangguan yang terjadi pada seseorang belajar secara mandiri, utamanya memacu inisiatif dan minat memperlajari sesuatu. Pola belajar jarak jauh bagi pelajar atau mahasiswa atau karyawan saat ini sebenarnya mudah dengan jarak jauh. Namun yang hilang adalah suasana berkumpul, bermain dan bercanda, mungkin juga kehilangan suasana makan bareng di kantin sekolah.

Ada banyak hal yang berubah dalam cara kita menyikapi kondisi saat ini. Sebagai sebuah ujian, bukanlah kita sibuk menyalahkan soalnya yang sulit. Tetap tenang untuk mengerjakan dan mencari cara untuk menyelesaikan dengan baik. Menikmati sebagai proses perubahan pada sikap, pikiran dan tindakan kita. Mengubah pola kerja, mengubah pola belajar, mengubah kebiasaan-kebiasaan di rumah dan berbagai hal lainnya. Perubahan pasti terjadi, kemampuan kita beradaptasi merupakan karunia yang patut kita syukuri.

Kita sedang dalam proses menanti bahwa semua akan kembali seperti semula. Semoga hal itu akan terjadi. Namun waktu terus berjalan, kita tidak mungkin kembali ke masa itu, seperti kita merindukan masa-masa SMA. Hmmm … ada yang kangen masa SMA, ada apa yah. Sudahlah … tidak perlu mengingat siapa rekan sekolahmu yang paling menarik.

Mari kerjaan soal ujian kita dan nikmati prosesnya. Tulisan pagi ini juga menyemangati saya untuk tetap menulis dan mengisi pagi dengan sesuatu. Menyapa anda semua yang tetap semangat melewati semua ujian dan tantangan ini.

Selamat menikmati pagi, salam sehat selalu. #CelotehPagi (AA)

Pindah Kerja

Belakangan ini dengan banyaknya perusahaan contact center yang berpindah dari Jakarta ke Semarang atau Yogyakarta, menyebabkan perpindahan karyawan juga bisa terjadi. Mereka berpindah karena mendapatkan kenyamanan baru, mendapatkan teman kerja atau bisa juga mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Semua itu harus ditempuh dengan melakukan adaptasi pada lingkungan yang baru.

Beradaptasi berarti kita melakukan proses untuk dapat diterima atau menerima kondisi lingkungan dan orang lain. Hal ini juga terjadi pada saat kita pindah bekerja pada suatu perusahaan. Jangankan bagi level agent, hal yang sama juga dialami oleh manager atau supervisor, ada budaya yang sudah terbentuk disana. Kita mencoba beradapatasi dengan lingkungan yang sudah ada atau kita berupaya supaya orang lain beradaptasi dengan kita sendiri.

Ada yang suka pindah kerja dan berpindah merupakan proses yang mudah. Ada saja perusahaan yang mau merekrut jenis karyawan seperti ini. Ada juga kenalan yang mencoba berbisnis sendiri dan pada akhirnya memutuskan kembali menjadi karyawan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, kami juga mendapatkan calon karyawan seperti ini.

Ada sisi baiknya dari calon karyawan yang suka pindah, karena dia cukup berpengalaman menghadapi berbagai perubahan kultur perusahaan. Tak mudah loh beradaptasi dalam budaya perusahaan yang baru. Nah, ada juga yang tidak bisa atau sulit berpindah kerja.

Berpindah kerja dan beradaptasi merupakan suatu proses bagi karyawan untuk bisa saling menerima kebijakan baru yang ditetapkan. Jika kita hadir sebagai karyawan atau level tertentu yang tidak bisa mengubah kebijakan atau keadaan, maka secara otomatis kita harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi sebagian orang proses adaptasi ini terkadang tidak mudah, sehingga menjadi tantangan seseorang untuk berpindah pekerjaan. Lalu kalau tidak bisa pindah terus bagaimana ?

Tunjukkan prestasi atau kuliah lagi ! Suatu lingkungan kerja dapat unggul dengan kompetisi yang memungkinkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru dalam bisnis atau melahirkan kreativitas-kreativitas baru dalam bekerja. Gaya kepemimpinan yang kompetitif, transparan dan terbuka, yang memungkinkan karyawan memberikan masukan atau berpendapat. Dinamika dalam bekerja yang kompetitif bertujuan untuk mencapai sesuatu dengan berbagai metode yang kreatif.

Demikian pula yang terjadi pada saat kita kuliah. Kita akan menghadapi berbagai kasus dan ujian-ujian, yang menuntut kita menemukan pengetahuan dan keterampilan baru. Dengan kuliah, nantinya mendapatkan gelar sarjana, master atau doktor, bisa menjadi bekal untuk mendapatkan penugasan-penugasan baru. Hal ini akan membuka ruang untuk melahirkan ide-ide baru dalam melakukan pekerjaan. Tentunya kondisi ini harus didukung oleh kemampuan menerapkan ilmu dari kuliah yang diikuti.

Jika kinerja dapat ditunjukkan, maka akan terjadi kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan. Jika tidak, maka yang terjadi adalah penolakan-penolakan, yang akan menjadi penghambat pencapaian sasaran kerja. Apapun pilihan tempat kerja kita, mari berkontribusi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Tetap semangat, semoga menemukan tempat untuk berkarya yang lebih baik. #CelotehPagi (AA)

Toilet

Sebelas tahun yang lalu saya menulis mengenai pentingnya menghitung kebutuhan toilet untuk contact center. Bagi Anda yang bekerja di contact center atau pabrik dengan jumlah tenaga kerja yang banyak, maka ketersediaan toilet menjadi sangat penting. Namun saya juga apresiasi bagi petugas atau pengguna yang selalu membersihkan toilet setelah digunakan, Begitu juga bagi yang menggunakan toilet secara cepat, sehingga bisa digunakan orang lain. Tak kalah pentingnya, apresiasi bagi yang sabar antri untuk mendapatkan toilet.

Saya sempat memperhatikan beberapa tempat keramaian yang tidak dilengkapi dengan toilet yang memadai. Hal ini menyebabkan antrean yang panjang untuk membuang hajat dan dapat menimbulkan penyakit yang bermacam-macam. Bisa terjadi di mall, tempat rekreasi, terminal, bandara, hotel atau tempat keramaian lainnya. Pada saat banyak orang berkumpul, maka ada saja yang membutuhkan ke toilet. Hal ini merupakan siklus yang normal dari seseorang, yang bisa mengkonsumsi sesuatu dan juga membuangnya ke tempat yang layak.

Dalam beberapa kunjungan ke contact center, saya sering memperhatikan toilet mereka. Baik tingkat kebersihannya, jumlah ruangannya, ketersediaan air, alat pengering, sabun dan juga tissue. Ada contact center tertentu yang sangat bersih toiletnya dan ada pula yang sangat jorok, bahkan air tidak tersedia dengan memadai. Saya jadi kepikiran, bagaimana mungkin karyawan di tempat tersebut bisa nyaman dengan kondisi toilet yang terbatas. Apakah hanya saya yang berpikiran seperti itu ?

Pada saat saya merancang dan membangun rumah sendiri, maka yang saya pikirkan adalah toilet dan jumlah yang cukup. Begitu juga pada saat memilih kantor, saya akan perhatikan ketersediaan toiletnya. Hmmm, saya juga pernah tidak memilih hotel sebagai lokasi pelatihan, karena jumlah toiletnya terbatas. Begitu juga pada saat memilih tempat belanja atau mall, saya akan mempertimbangkan lokasi yang punya toilet yang bersih. Bukan berarti bahwa saya suka ke toilet, hanya antisipasi saja, karena kalau sudah ke toilet dan antrian panjang. Hmmm … lebih baik batal saja.

Walaupun latar belakang saya bukan arsitek atau teknik sipil, karena saya lulusan teknik elektro. Entah kenapa saya selalu mempertimbangkan hal yang satu ini. Demikian pula pada saat saya diminta untuk mendesain ruangan contact center. Saya akan memperhatikan keseimbangan antara jumlah orang yang bertugas dengan jumlah toilet yang akan disediakan. Yang sulit, jika gedung yang dipilih tidak didesain untuk ditempati oleh banyak orang, sehingga tidak mungkin menambah jumlah toilet yang disediakan. Beberapa perkantoran di Jakarta memang kurang memperhatikan jumlah toilet, karena mereka tidak merencanakan digunakan untuk contact center.

Ada beberapa lokasi contact center yang mengubah model toilet dan menambah sekat ruangan. Namun terkadang jumlahnya tetap saja tidak cukup, karena jumlah agent yang bertugas ada ratusan bahkan ribuan. Saya jadinya membayangkan kondisi ini di pabrik, yang jam istirahatnya bersamaan. Beberapa kali saya ke pabrik tertentu, jika istirahat, saya coba perhatikan yang mereka lakukan pada saat istirahat. Berapa karyawan yang akan langsung ke toilet pada saat istirahat dan beberapa yang memilih untuk makan/minum atau aktivitas lainnya.

Berhubung saya menganggap ini adalah hal yang serius. Setiap saya menjadi juri lomba, maka toilet ini menjadi pertanyaan penting yang ditanyakan dalam penjurian lomba The Best Contact Center Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Pesan penting dari hal ini, jika anda ingin menilai perhatian seseorang pada kebersihannya, perhatikan toiletnya.

Sudahkah anda ke toilet pagi ini, pastikan anda juga membersihkan toilet anda. Walaupun saya agak jorok, saya tetap berpesan “Upayakan meninggalkan toilet dalam keadaan bersih, karena ada orang lain yang akan menggunakannya”. Salam sehat. #CelotehPagi (AA)

Anti-Attrition

Ketika memutuskan untuk berhenti menggunakan suatu produk atau jasa, maka artinya manfaat yang dirasakan sudah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Misalnya Anda berhenti menggunakan kartu kredit, karena bunga atau biaya admin tahunannya dirasakan memberatkan. Bisa juga melunasi pinjaman Anda dengan membayar keseluruhan cicilan, sehingga anda tidak terbebani bunga lagi.

Hal yang sama terjadi jika anda berlangganan jaringan internet dari salah satu provider dan akhirnya memutuskan untuk berhenti berlangganan. Bisa juga terjadi pada saat menggunakan produk asuransi atau berbagai macam produk yang pembayaran bersifat rutin. Bisa juga terjadi pada hal-hal tertentu yang menyebabkan kecanduan, seperti merokok, main game, belanja online atau berbagai hal lainnya yang berlebihan.

Untuk menghindari pelanggan berhenti atau keluar, maka perusahaan biasanya memiliki sejumlah antisipasi. Bisa dengan memberikan potongan, atau bisa juga penghapusan biaya admin, bunga atau semacamnya. Upaya ini biasanya dilakukan oleh petugas yang diberikan kewenangan yaitu unit kerja anti-attrition. Petugas pada unit ini akan berupaya secara maksimal, sehingga pelanggan tidak berhenti atau kabur.

Tentunya sebagai petugas pada unit anti-attrition perlu memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Mereka akan dibekali kemampuan mempengaruhi orang lain. Petugas yang ditempatkan juga diberikan kewenangan khusus, sehingga pelanggan merasa diperhatikan. Berapa besar kompensasi yang mungkin diberikan kepada pelanggan supaya tidak berhenti, tentunya sudah dihitung dengan baik. Hanya saja, ada kalanya Saya perhatikan mereka hanya memenuhi tuntutan pelanggan, tidak melakukan analisis terhadap keuntungan dari pelanggan yang dapat diperoleh.

Model yang lain yang dapat dilakukan oleh anti-attrition adalah membuat kondisi sulit bagi pelanggan untuk berhenti. Dengan proses yang rumit untuk berhenti, maka pelanggan akan mengurungkan niatnya. Selain itu, anti-attrition sebenarnya akan berkurang bebannya jika ada metode yang bagus dalam membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan biasanya ditawarkan dengan berbagai produk tambahan yang menyebabkan mereka sulit berhenti.

Semakin banyak variasi produk yang digunakan pelanggan Anda, maka semakin sulit mereka berhenti menjadi pelanggan. Bisa jadi hal ini yang menyebabkan suatu perusahaan menghadirkan beragam variasi produk. Contohnya, jika anda menjadi nasabah tabungan pada suatu bank, mereka akan menawarkan gratis kartu kredit. Selanjutnya akan menawarkan asuransi, deposito, investasi dan berbagai produk kredit perbankan. Hal yang sama jika Anda mendapatkan pinjaman dari bank, maka secara otomatis mereka akan membukakan rekening untuk tabungan.

Begitu juga pengguna internet, akan ditawarkan berbagai paket pelengkap termasuk channel TV, film atau aplikasi game online. Tentunya variasi produk ini digunakan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Hanya saja penawaran produk pelengkap terkadang terlalu banyak, sehingga mengganggu bagi sebagian pelanggan. Kita tidak hanya menerima SMS, email dan sekarang kita juga menerima notifikasi dari aplikasi whatsapp. Yang berbahaya kalau metode promosi dan anti-attrition ini juga diterapkan pada konsumsi yang negatif.

Jika bagian promosi bertugas menambah jumlah pelanggan dan penggunaan produk. Sebaliknya bagian anti-attrition ibarat menambal kebocoran pada suatu bisnis, sehingga tidak tumpah lebih banyak. Kalau tidak mau anti-attrition bekerja lebih berat, maka jalan keluarnya buatlah pelanggan anda loyal. Semangat. #CelotehPagi (AA)

Mangga

Orang Sunda pasti punya arti tersendiri untuk kata Mangga. Begitu juga yang suka memakai sarung, pastinya ingat sarung mangga. Namun yang saya akan bahas bukan itu, melainkan nama buah yang rasanya enak. Tergantung dari jenis mangga yang dimakan, ada yang memang sengaja pilih yang asem, untuk rujak. Ada pula yang suka berbau harus dan manis, karena itu memilih buah mangga yang dikenal dengan arumanis. Yah, rasanya tentunya harum dan manis, jika memilih mangga yang sudah matang.

Salah satu tetangga kami punya pohon mangga yang selalu berbuah lebat. Walaupun buahnya besar dan terlihat menarik, tetapi jarang yang berani memetik buahnya. Rasanya memang agak asem, mungkin cocok untuk rujak. Kalau di kampung saya bisa dibuat bumbu masak. Saya tidak tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Yang jelas digunakan untuk masak ikan bumbu kuning khas sulawesi.

Kalau kita makan ikan bakar, juga ada mangga yang biasanya dicampur dengan cabai. Dengan rasa asem mangga membuat bau amis dari ikan akan terasa lebih enak. Biasanya kalau makan ikan bakar, saya suka memilih sambal mangga tersebut. Selain itu, bisa juga dengan bumbu kecap, yang diberikan potongan cabai. Hmmm … jadinya pengen ikan bakar yang fresh, seperti yang ada di rumah makan dekat pelelangan ikan.

Membahas mengenai mangga, ini juga merupakan bisnis yang menarik. Ada salah satu penjual minuman di salah satu mall dekat rumah, yang menjual mangga dan dulu antriannya sangat panjang. Kemasan es cream dan mangga dalam satu gelas tinggi, harganya kalau tidak salah Rp50 ribu. Mengusung merek dari Thailand, yang terkenal dengan mangganya yang manis. Entah benar mangganya impor dari Thailand atau hasil budidaya di Indonesia. Itulah bisnis mangga.

Kalau ke Thailand, pastinya belum lengkap jika belum menikmati hidangan mangga. Namanya manggo sticky rice, terbuat dari kombinasi beras ketan dan mangga, diberikan sedikit santan dan beras goreng. Rasa mangga yang manis khas Thailand serta ketan yang diberikan santan sedikit asin, merupakan kombinasi yang menarik. Biasanya saya bisa makan 2 atau 3 porsi, harganya sekitar 180-200 Bath.

Mangga juga merupakan buah favorit keluarga, sehingga orang tua saya menanam 5 pohon mangga di sekitar rumah. Kalau berbuah bersamaan, harusnya gantian, supaya bisa menikmati mangga sepanjang tahun. Hmmm … begitulah, mangga ada musimnya. Kalau berbuah, yah semuanya ikutan berbuah. Ada 3 jenis mangga yang ditanam, yang jelas ada mangga golek dan arumanis, yang satu lagi nggak tahu namanya.

Biasanya ayah saya memetik mangga yang sudah agak tua. Tidak bisa menunggu sampai benar-benar kemerahan, karena akan berlomba dengan kelelawar yang akan menikmati lebih dahulu. Mangga yang sudah agak tua, hanya menunggu 2 atau 3 hari dan sudah matang dengan sempurna. Makan mangga bersama keluarga tentunya salah satu hal yang dinantikan. Biasanya juga dihidangkan bersama dengan ketan. Kayaknya mirip dengan yang ada di Thailand.

Tulisan mangga ini mengingatkan kampung halaman dan sosok ayah yang sering saya ajak main catur di bawah rindangnya pohon mangga. Menyejukkan berada di rumah orang tua, karena banyak pepohonan di sekitarnya. Hanya saja, memang membuat kesibukan tertentu, karena dedaunan yang membutuhkan dibersihkan setiap hari. Kalau pohon mangga terlalu tinggi, perlu dipangkas, karena akan mengganggu jaringan listrik. Selain itu terkadang merusak atap rumah yang terbuat dari seng.

Beberapa buah yang lain juga ada di sekitar rumah, seperti alpukat, belimbing, kelapa, pisang dan buah lainnya. Namun mangga selalu disimpan sebagai kenangan. Nah, mungkin anda punya buah kenangan yang ditanam di sekitar rumah orang tua anda. Yang jelas begitulah indahnya punya kampung halaman.

Selamat menikmati. #CelotehPagi (AA)

Indomie Goreng

Jika anda penikmat tulisan saya, sepertinya anda sudah bisa menebak akhir dari tulisan ini. Namun sebaiknya anda menyelesaikan membacanya, sebelum mengambil keputusan untuk memasak indomie. Setelah saya membahas mengenai bubur ayam, maka hari ini saya ingin membahas salah satu makanan favorit saya. Indomie goreng, memang khas dan saya sudah menikmatinya di lebih dari separuh usia saya. Sekarang sudah terlanjur terkenal duluan ke manca negara.

Dalam masa pandemik ini, mudah-mudahan indomie tetap berproduksi dan mengirimkan produksinya ke berbagai negara. Yang jelas berharap produksinya tetap di Indonesia, sehingga bisa mempekerjakan karyawan orang Indonesia. Nanti kalau diproduksi di luar negeri, rasanya bisa berbeda. Hmmm … Senang juga punya produk yang terkenal, selain rendang. Untungnya Gordon Ramsay nggak membahas mengenai indomie goreng pada saat ke Indonesia.

Berbagai variasi indomie goreng juga sudah dibuat, dengan mengambil berbagai makanan khas Indonesia. Pendekatan indomie yang dilakukan untuk mengambil berbagai variasi masakan mie yang ada di berbagai daerah. Tentunya bisnis mie memang selalu menarik. Mulai dari pedagang makanan pojokan sekolah, warung pinggir got sampai dengan restoran menyajikan hidangan indomie.

Dulu, biasanya kalau makan indomie goreng harus 2 porsi, atau minimal memilih yang versi jumbo. Terkadang ditambah dengan telur ayam atau abon dan bawang goreng. Hmmm … ayo mengaku yang suka indomie goreng 2 porsi. Sekarang saya memilih hanya 1 porsi saja, itu sudah cukup, tetapi bawang goreng dan abon serta telor masih menjadi pelengkap indomie goreng saya. Jangan khawatir, kalau ke rumah, biasanya ada stok indomie goreng.

Kalau belum sarapan di kantor biasanya saya meminta seseorang membuatkan indomie goreng. Namun lebih enak jika indomie goreng dibuat sendiri. Panaskan menggunakan microwave, setelah matang buang airnya dan pastikan jangan buang mienya. Hmmm, setelah itu tuang bumbunya dan lengkapi dengan bawang goreng, juga dengan abon sapi. Pastinya, Enak lah! yang enak itu abonnya atau indomie gorengnya ?

Kalau keluar negeri saya hampir selalu membawa indomie, bisa rasa mie goreng atau kari ayam. Biasanya membawa beberapa buah dalam kemasan gelas, sehingga mudah diseduh, kayak teh saja. Peserta benchmarking biasanya juga membawa indomie dalam setiap perjalanan. Berhubung mereka mendapatkan jatah makanan, terkadang indomie tidak sempat dimakan. Biasanya mereka berbagi indomie pada malam terakhir, karena kopernya penuh dan sisa indomie harus dikosongkan untuk oleh-oleh.

Indomie juga punya kepedulian sosial yang tinggi. Coba saja perhatikan, setiap ada bencana, yang hadir duluan adalah mie instant. Salah satunya indomie, mungkin juga rasanya indomie goreng. Semoga pemilik indofood membaca tulisan ini, sehingga bisa terus menyumbangkan indomienya ke orang-orang yang membutuhkan. Rasanya indomie goreng menemani dalam berbagai suasana, baik suka dan duka.

Seperti juga celoteh pagi, berharap ini menjadi teman setia anda dalam setiap kesempatan. Ditulis tidak terlalu panjang, supaya anda bisa menikmatinya dalam sekejap. Sama dengan indomie goreng yang dikemas dengan ukuran tertentu. Kalau terlalu banyak, mungkin kita akan bosan.

Selamat menikmati hari, semoga sehat dan bahagia. #CelotehPagi (AA)

Indikator Sehat

Terkadang kita melupakan bahwa kesehatan adalah nikmat yang luar biasa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Kita terkadang mengabaikan untuk menjaga kesehatan diri seperti mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, makan berlebihan atau kurang tidur. Kita terkadang malas bergerak, kurang olah raga atau terlalu banyak duduk, sehingga otot-otot kaku.

Mensyukuri berkah yang diberikan dengan menjaga kondisi kita tetap prima, sehingga dapat melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Yakinlah bahwa sistem tubuh kita begitu sempurna, sehingga dapat mendeteksi hal-hal tertentu yang menjadi indikator untuk mengambil keputusan penting. Begitu anda merasakan ada indikator tertentu yang terganggu, maka segera melakukan perbaikan.

Seseorang dapat mengalami alergi terhadap suatu kondisi, bisa alergi terhadap cuaca panas atau dingin, alergi terhadap makanan tertentu, atau alergi terhadap kondisi udara. Tubuh kita juga bisa menjadi panas pada saat ada gangguan, tubuh kita juga terkadang mengeluarkan bau, bisa juga berupa keringat atau gas buang. Berbagai saluran dalam tubuh kita bisa memberikan indikator tertentu dan biasanya kita serahkan hal ini kepada dokter atau laboratorium.

Pada saat kita buang air seni atau urine, warna dari urine yang kita keluarkan bisa menunjukkan kondisi tubuh kita. Warna kuning yang pekat atau merah dapat disebabkan oleh suatu penyakit, misalnya infeksi atau luka di saluran kemih, dan kerusakan sel darah merah. Bisa juga disebabkan oleh obat, makanan, dan minuman yang dikonsumsi. Jika terjadi gangguan bisa lakukan konsultasi ke dokter. Saat ini banyak aplikasi dokter online yang tersedia untuk membantu.

Perubahan warna urine dapat terjadi karena beragam hal, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang dapat berakibat fatal. Jadi, kita tetap perlu memperhatikan dengan baik kondisi urine. Jika anda merasa tidak minum obat, maka memperbanyak minum air putih akan membantu anda mengurangi dampak dehidrasi. Nah, pastikan anda minum air putih sebanyak minimal 2 liter per hari atau 8 gelas.

Itu hanya salah satu indikator, bijak mengenali tubuh kita dan memutuskan untuk melakukan tindakan. Bertanya kepada yang ahli perlu untuk mendapatkan pandangan. Hal yang sama juga terjadi pada kondisi operasional contact center atau pelayanan kita. Ada indikator-indikator yang digunakana untuk mengenali berbagai hambatan atau gangguan yang terjadi. Kemampuan analisis dan mengambil kebutuhan penting untuk menjaga kondisi kesehatan pelayanan perlu menjadi perhatian.

Deteksi awal yang baik akan membantu kita untuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin terjadi dan berisiko terhadap beban biaya. Semangat memberikan pelayanan, pastikan tubuh dalam kondisi sehat dan prima, sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima. Salam sehat. #CelotehPagi (AA)

Latihan dan Latihan

Seorang prajurit melakukan latihan setiap hari untuk melatih kemampuannya dalam menghadapi berbagai kondisi penugasan. Pada saat mendapatkan penugasan, prajurit sudah terbiasa dengan berbagai kondisi yang telah dipelajari setiap hari. Sudah menjadi tugas mereka untuk terus berlatih menghadapi setiap medan, berlatih menghadapi tantangan dan berlatih menghadapi risiko penugasan. Walaupun mereka menyadari bahwa kondisi perang belum tentu terjadi, akan tetapi mereka tetap harus melatih diri sebagai antisipasi.

Begitu juga yang terjadi dengan agent contact center, setiap hari mereka akan menghadapi situasi belajar dan berlatih. Walaupun mereka menyadari bahwa suatu informasi jarang ditanyakan atau suatu kasus jarang terjadi, akan tetapi mereka harus terus melatih diri. Kondisi yang tidak nyaman tentunya dialami, jika tidak mampu memberikan informasi kepada pelanggan. Bahkan tidak mampu menyelesaikan suatu masalah.

Dengan melatih diri akan meningkatkan pemahaman atas suatu kondisi atau permasalahan. Dengan melakukan simulasi kasus, maka akan dipahami hal-hal yang harus diperhatikan dan diantisipasi. Kebiasaan-kebiasaan dalam melayani perlu dilatih, sehingga tidak lupa dalam memberikan solusi dan edukasi kepada pelanggan. Kalau tidak latihan memberikan edukasi, biasanya agent hanya sebatas menyampaikan informasi dan merasa bahwa sudah melaksanakan tugasnya.

Ada kalanya kita harus memperhatikan adanya informasi yang berisiko dan perlu ditambahkan sebagai penjelasan. Bersikap proaktif untuk memberikan edukasi, sehingga pelanggan mendapatkan manfaat lebih banyak atas penjelasan yang diberikan. Bersikap proaktif seperti ini harus dilatih dalam berbagai kondisi, sehingga menjadi kebiasaan dan melekat pada setiap pelayanan. Sekaligus ada kalanya perlu melatih untuk melakukan cross selling atau up selling.

Namun biasanya kita akan belajar pada saat berada pada sesi pelatihan atau ditugaskan untuk belajar. Begitu juga kita akan mempelajari sesuatu, jika dihadapkan pada masalah. Seakan harus ada trigger untuk memacu kita untuk belajar dan latihan. Sedikit diantara kita yang mau belajar secara mandiri atau mempelajari suatu hal baru. Kita lebih cenderung untuk menunggu seseorang mengajarkan atau memberikan petunjuk atau menugaskan kita untuk belajar.

Hari ini ada tryout persiapan lomba individual The Best Contact Center Indonesia 2020. Kami jadikan momentum untuk memaksa peserta, sehingga mau belajar dan berlatih. Memahami bahwa berbagai hal dapat dipelajaro mengenai contact center dan berharap dapat diterapkan dalam pekerjaan. Jika hanya ikut menyelesaikan soal-soal, maka mereka akan mendapatkan sedikit manfaat. Namun jika mereka bisa menemukan bahwa mereka telah dipacu untuk mempelajari sisi tertentu dari berbagai aspek operasional contact center.

Hal ini hanya sebuah proses trigger yang dapat kami lakukan. Selebihnya akan terpulang pada kebijakan manajemen serta kemauan masing-masing individu dalam menjalani proses belajar dan berlatih ini. Ayo, latihan dan tetap semangat. #CelotehPagi (AA)

Alasan

Pagi ini belum sempat menuliskan celoteh pagi, karena beberapa persiapan ajang The Best Contact Center Indonesia 2020. Kayaknya dijadikan alasan saja untuk malas menuliskan sesuatu. Ada beberapa koleksi tulisan yang sebenarnya bisa dipublikasikan, tetapi tangan ini tidak tergerak untuk melakukan sharing.

Sekali lagi ini hanya alasan yang membuat saya mengabaikan sesuatu yang lain. Ada sejumlah cara yang bisa saya lakukan untuk menghindari kejadian ini, yaitu dengan mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun kebiasaan saya menunda sampai due date, menunggu ada ide menarik, sehingga tulisan celoteh pagi tertunda.

Belum sarapan, gadget yang lupa dicharge, jaringan internet yang bermasalah, terlambat bangun, atau malas mandi, mau olah raga, mau ini dan mau itu. Semua itu menjadi alasan yang membuat kita bisa mengabaikan sesuatu kondisi tertentu, termasuk saya. Mungkin tulisan “celoteh pagi” tidak terlalu penting dan bisa diabaikan. Namun ini adalah sebuah rutinitas, seperti koran pagi yang selalu hadir sebelum sarapan.

Sebelum saya sempat makan siang, rasanya ada yang kurang. Mulailah jari ini menuliskan sesuatu, mengenai penundaan ini. Sekaligus ini menjadi ide menarik dalam tulisan. Saya bisa mengekspresikan bahwa sesuatu bisa direncanakan atau bisa diatur, sehingga kita bisa konsisten dalam menyampaikan sesuatu, tanpa fokus pada mencari alasannya. Pada saat kita mulai mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu, maka sebenarnya kita terbebani oleh kemalasan.

Setiap hari, setiap orang mengalami hal yang berbeda, ada yang mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu dan ada pula yang selalu mencari alasan untuk memulai sesuatu. Ada yang sudah melakukannya tanpa alasan, ada pula yang batal melakukannya karena suatu alasan berbeda. Yang mana yang menjadi kebiasaan anda.

Nah, semoga kita tidak terjebat dengan kondisi sibuk untuk mencari alasan-alasan tertentu. Selamat menikmati hidangan makan siang anda. Semoga ini melengkapi kecerian hari ini. Salam sehat selalu. #CelotehPagi (AA)