Kenal Tetangga

Celoteh Pagi : Kenal Tetangga
Instagram : @telexindobizmart

Ketika kita memilih tempat tinggal, kita tidak hanya memperhatikan harga rumah yang akan kita beli. Namun kita juga memperhatikan fasilitas, termasuk sekolah buat anak-anak, rumah sakit, pasar, bahkan kita memperhatikan ketersediaan transportasi dan jarak tempuh ke tempat kerja. Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan suatu kawasan perumahan dibuat dengan segala fasilitas yang disediakan. Ada pula pengembang yang menawarkan dengan keunggulan taman, pemandangan bahkan menyediakan fasilitas olah raga dan tempat rekreasi.

Tentunya hal tersebut adalah hal-hal yang dibentuk oleh orang lain, dalam hal ini pengembang. Pada saatnya kita juga mendapatkan tetangga, karena kita tidak hidup sendiri. Ada tetangga yang bisa bergaul dan berkomunikasi dengan baik, ada pula yang lebih menyukai dalam kesendirian. Mereka seakan mampu memenuhi semua kebutuhannya secara sendiri. Rumah seakan menjadi tempat untuk beristirahat saja, tidak peduli siapa yang menjadi tetangga.

Ada tempat tinggal yang memungkinkan kita diterima dan bisa bergaul dengan tetangga. Ada pula tempat tinggal yang kita merasa terasing berada di dalamnya. Kita bisa diterima karena kesamaan kelompok usia, kesamaan pekerjaan, kesamaan keyakinan, atau kesamaan tingkat ekonomi. Dalam kondisi yang heterogen, kita masing-masing beradaptasi untuk saling bisa menerima satu sama lain. Bagaimana pun tetangga adalah keluarga terdekat. Yang bisa membantu kita dalam situasi tertentu.

Pada saat kuliah, anak saya, sempat tinggal di apartemen. Jika saya tanya, apakah kamu ada kenalan selama tinggal di apartemen. Jawabnya singkat, hanya teman SMA yang kebetulan satu apartemen, itupun jarang ketemu. Salah satu keluarga yang tinggal di Jakarta juga tinggal di apartemen. Jika saya tanya kondisi lingkungan apartemen, jawabnya tidak ada kenalan. Hmmm, tentunya saya mencoba membandingkan dengan kehidupan di kompleks saya yang kita bisa saling kenal tetangga satu kompleks.

Berapa banyak apartemen yang ada di Jabodetabek dengan kehidupan yang tidak peduli kepada tetangga. Beruntung jika punya tetangga, bahkan sebagian besar apartemen sepertinya tidak berpenghuni. Hanya menjadi tempat investasi, sehingga banyak yang kosong. Heran juga sih, masih banyak orang yang mau investasi apartemen, dengan biaya maintenance bulanan yang harus dibayar terus. Lah, lagian kalau mau ditempati, tetangga belum ada. Kalau masih kosong, siapa yang pertama mau tinggal di salah satu lantainya. Hmmm … !

Salah satu apartemen super-block yang terkenal sangat ramai penghuninya. Rekan-rekan telexindo pernah mencoba menginap disana, pada saat lomba The Best Contact Center Indonesia beberapa tahun yang lalu. Kehidupannya juga bersifat individual, tak peduli dengan tetangga. Kami yang menginap disana, keluar dan masuk seenak saja. Mungkin karena kami cuma beberapa hari disana, jadi kami tidak tahu kondisinya.

Beruntunglah jika mendapatkan lingkungan perumahan atau apartemen yang bisa bergaul dengan tetangga. Masih bisa olah raga bersama, masih bisa belanja bersama atau masih bisa kerja bakti bersama. Dalam kondisi pandemik saat ini, sesama tetangga bahkan kita hanya bisa komunikasi lewat whatsapp. Kalaupun kita ketemu, tak jarang kita tidak bisa melihat senyumnya, karena tertutup masker.

Yang jelas sebagai komunitas contact center minimal dapat saling kenal. Bisa saling menyapa, memberikan ucapan ulang tahun, memberikan rekomendasi, mengupdate informasi dan berbagai hal lainnya. Anggap saja kita sebagai sesama tetangga yang bisa saling mengingatkan. Saya juga masih bisa berbagi, walaupun hanya melalui tulisan saya dalam celoteh pagi.

Selamat menikmati pagi dengan secangkir teh hangat. #CelotehPagi (AA)

Spesifikasi

Celoteh Pagi : Spesifikasi
Instagram : @telexindobizmart

Setiap hari Minggu pagi, biasanya ada langganan kami yang mengirimkan bahan makanan. Tentunya makanan yang dikirimkan sudah dipesan terlebih dulu dengan spesifikasi tertentu. Walaupun sebenarnya tidak terlalu spesifik, tetapi penjualnya mampu menyediakan sesuai dengan yang diharapkan. Ia mampu memilih bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Mulai dari sayuran, daging, ayam, udang atau ikan yang disediakan selalu berkualitas sesuai dengan yang diharapkan. Harganya lebih mahal dan penjualnya juga menyampaikan bahwa ini lebih mahal dari yang biasanya ia sediakan pada gerobak dorong. Tentu harganya cukup pantas, sehingga pelanggan tetap memberikan kepercayaan. Sebagai tukang sayur keliling, memang dia menyediakan pelayanan khusus untuk pelanggan yang membutuhkan bahan makanan tertentu.

Hal yang sama dalam pekerjaan kita seringkali berhadapan dengan kondisi untuk menyediakan sumber daya dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan. Mulai dari menyediakan tenaga kerja atau rekrutmen, menyediakan teknologi bahkan menyediakan alat tulis. Semuanya berawal pada penetapan spesifikasi yang tepat dan terukur. Dengan demikian pengadaan atau vendor yang menyediakan dapat melakukan pekerjaan dengan baik.

Spesifikasi merupakan sesuatu yang dapat diukur tingkatannya, baik atau buruk, mahal atau murah, cepat atau lambat. Dalam beberapa kondisi bahkan kita dapat mengukur dalam persentase 0% – 100%. Apakah kita membeli suatu teknologi dengan spesifikasi tertentu, misalnya notebook, dengan spesifikasi prosesor, memory, storage, screen dan keyboard tertentu ? Atau kita akan melihat dari aplikasi yang tersedia sebagai paket ?

Kita bisa membeli notebook yang sudah lengkap dengan aplikasinya seperti Mac Apple, Surface Microsoft, atau Chromebook Google. Bisa juga membeli yang hanya memperhatikan hardwarenya, yang nantinya kita bisa isi dengan aplikasi sesuka kita. Apakah kita harus membeli yang paling lengkap atau yang terbaru teknologi ? Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan kita. Jika level 3, sudah cukup dan memenuhi kebutuhan, kenapa kita membeli yang level 10. Harganya lebih pantas dan sesuai, sehingga level 3 menjadi spesifikasi yang kita gunakan.

Dalam banyak kasus kita sering membeli atau melakukan pengadaan dengan spesifikasi yang terlalu tinggi, sehingga menjadi mahal. Walaupun pada akhirnya keunggulan spesifikasi tersebut tidak digunakan. Bisa disebabkan tidak ada tenaga kerja yang menggunakannya, atau bisa juga karena tidak ada yang tahu cara kerjanya. Pada kesempatan yang lain kita membeli sesuatu dengan harga murah, tetapi spesifikasinya lebih rendah. Kemudian kita sibuk untuk mengurusinya, karena berbagai kekurangan yang harus ditangani secara manual dan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.

Bagaimanapun spesifikasi perangkat yang baik harus didukung dengan tenaga kerja yang kompeten dalam mengendalikan. Sebaliknya tenaga kerja yang punya kompetensi yang tinggi harus diberikan perangkat kerja dan pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasinya. Begitu juga kita dilahirkan dengan spesifikasi tertentu dan selanjutnya dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan, maka kita harus menggunakannya dengan perilaku yang positif dan menjadi kebiasaan untuk berbuat baik yang bermanfaat.

Begitu juga pengetahuan yang kita miliki, maka Ilmu yang bermanfaat adalah yang dibagikan kepada orang lain. Bisa jadi itu spesifikasi yang kita miliki. Nah, Apa yang menjadi spesifikasi anda ? Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)

Drama Korea

Celoteh Pagi : Drama Korea
Instagram : @telexindobizmart

Berbagai aktivitas yang dilakukan selama masa pandemik dan stay at home. Mengutip dari openchat LINE, aktivitas generasi millenial dan gen Z, cenderung meningkat untuk melakukan streaming, baik untuk menonton atau mendengarkan musik, juga membaca buku dan main game.

Mengisi waktu dengan berbagai kesibukan sangat penting untuk membawa kita menyalurkan ide dan tidak terfokus pada hal-hal yang buruk. Dengan ketersediaan waktu di rumah, maka ada berbagai kegiatan baru yang dilakukan. Misalnya mulai belajar membuat video, membuat rekaman dan membuat sesuatu yang dirasakan manfaatnya.

Sebagai gen-X, kesibukan saya juga tidak jauh berbeda. Kesukaan membaca disalurkan dengan menulis buku, tak hanya membuat buku, saya juga membuat podcast. Selain itu mengerjakan berbagai kegiatan sharing, pelatihan, dan juga konsultasi untuk beberapa perusahaan. Kegiatan zoom meeting sudah menjadi kegiatan sehari-hari, terkadang paralel dengan beberapa pertemuan.

Kalau istri saya yang juga gen-X, mengisi waktu dengan berkebun hidroponik. Menyenangkan jika mengunjungi tamannya yang hanya beberapa meter saja. Segala macam ditanam dan hasil sayurannya buat makan keluarga. Buat saya sayurannya enak dan rasanya berbeda dengan yang dibeli di tukang sayur. He he he … sedikit memuji, biar semangat. Selain itu, ia belajar membuat kue dan berbagai macam variasi makanan. Nah ini yang menarik, karena membuat kue dari bahan-bahan berkualitas, pastinya enak rasanya. Walaupun bentuknya berantakan, tetapi enak rasanya. Jadi jangan lihat bentuknya, rasakan saja.

Selain hobi baru yaitu mulai memelihara ikan koi, yang juga menarik adalah kesibukan baru untuk menonton Drama Korea. Yang ini bisa ditonton beberapa episode dan ngobrol mengenai ceritanya. Dengan berbagai aplikasi steaming video yang tersedia memudahkan mendapatkan akses. Kualitas gambar yang bagus dan diisi oleh pemeran pria dan wanita yang menarik dipandang mata. Kadang ikut nonton juga, supaya ada cerita dan bisa nyambung dengan topik pembicaraan. Yang sulit bagi saya adalah mengingat nama-nama pemerannya.

Yang jelas pengambilan gambarnya bagus dengan kamera yang luar biasa. Mungkin juga faktor TV yang digunakan, tetapi saya yakin itu menggunakan kamera yang bagus. Hal ini memberikan inspirasi cara pengambilan gambar dan cara kreatif orang korea dalam menjual produk. Terkadang ada drama yang seperti fashion show saja, lain waktu ada yang promosi makanan, menata ruangan, dan budaya setempat. Drama Korea adalah industri kreatif yang digarap dengan sangat serius.

Apapun kesibukan yang kita lakukan, semoga mengalihkan perhatian kita dari kekuatiran kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat. Salah satunya termasuk kegiatan menulis “celoteh pagi”. #CelotehPagi (AA)

Komunikasi Keluarga

Celoteh Pagi : Komunikasi Keluarga
Instagram : @telexindobizmart

Proses komunikasi antara anak dan ayah menjadi salah satu hal yang bisa dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Pentingnya menyampaikan sesuatu kepada anak dan orang tua dengan komunikasi yang baik. Dengan landasan iman yang baik, maka dapat menyampaikan informasi dengan baik. Ketika Ibrahim mendapatkan mimpi perintah untuk menyembelih anaknya, ia menyampaikan ke ismail dengan baik. Ismail juga dapat menerima berita tersebut sebagai perintah dari Allah SWT.

Komunikasi antara anak dan orang tua menjadi bahasan dari ustadz yang disampaikan dalam ceramah pagi ini. Komunikasi tersebut bisa menjadi contoh bahwa pentingnya untuk berkomunikasi dalam keluarga dengan baik. Dengan menyampaikan sesuatu dengan bahasa pesan yang baik, maka dapat dipahami serta dijalankan dengan suka cita.

Ikatan emosional antara anak dan ayah terkadang menjadi hambatan dalam mengkomunikasikan sesuatu. Rasa sayang, perhatian dan harapan yang tinggi pada anak menyebabkan ayah atau ibu terkadang cenderung emosional dalam menyampaikan sesuatu. Begitu juga anak yang merasa bahwa selalu mendapatkan kemudahan dan perlindungan, akan menyebabkan rasa ingin dikasihani.

Pada saat emosional dikedepankan, maka hambatan komunikasi dapat terjadi. Hal ini yang menjadikan komunikasi antara anak dan ayah atau ibu menjadi lebih sulit. Pesan yang seharusnya sederhana, bisa menjadi rumit karena terkesan menjadi perintah, keharusan atau beban. Padahal jika perintah tersebut disampaikan oleh orang lain, dianggap sebagai tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Namun kita juga senang jika melihat ayah, ibu dan anak bisa bercanda ria, bisa menikmati suasana bersama, bahkan bermain bersama. Begitu juga jika bisa berkumpul dengan keluarga, bersama adik atau kakak, kakek dan nenek serta keluarga lainnya. Terjalinnya komunikasi saat ini dimudahkan dengan adanya berbagai jaringan komunikasi. Namun tetap saja kurang, karena tidak dapat bertemu.

Dengan tulisan ini, semoga kita semua bisa menyampaikan sesuatu dengan baik dan benar. Semoga kita diberikan kesehatan dan keselamatan serta dikuatkan dan dimudahkan dalam menjalani kehidupan. Aamiin. #CelotehPagi (AA)

Selamat Ulang Tahun PT. Telexindo Bizmart

Sabtu, 8 Agustus 2020 bertepatan dengan hari jadi PT. Telexindo Bizmart yang ke 12. Perusahan yang memfokuskan diri pada pengembangan bisnis contact center, khususnya menyediakan konsultasi, pelatihan, publikasi, event management dan outsourcing SDM contact center, secara khusus merayakan hari jadinya. Bersamaan dengan diselenggarakannya Ujian kepada 100 peserta CCCA di pagi hari, usia perusahaan yang menginjak angka 12 bukan waktu yang singkat dan patut mendapatkan apresiasi.

Adanya masa Pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan semangat PT Telexindo Bizmart untuk memberikan yang terbaik bagi sesama. Dengan semboyan “Bersatu, Bertumbuh dan Berbagi”, Telexindo yakin dengan kebersamaan dan kekompakan yang ditunjukan seluruh tim, kini perusahaan terus dapat mengaplikasikan hal-hal berguna yang dapat dibagikan kepada masyarakat.

Tepat di siang hari menuju sore, PT. Telexindo Bizmart merayakan hari jadinya dengan menerapkan protokol Kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah. Acara ini dipandu oleh Tian Nenden Setiani sebagai Master of Ceremony dan diawali dengan membaca do’a Bersama yang dibawakan oleh Anita Rizqiana. Acara yang disambut oleh Andi Anugrah selaku Direktur Utama PT. Telexindo Bizmart berlangsung secara khidmat dan sederhana. Dilaksanakan di ruang briefing PT. Telexindo Bizmart, acara ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan berkah-Nya yang selalu menyertai langkah demi langkah perusahaan hingga mencapai usia 12 tahun.

Acara diramaikan dengan adanya dekorasi-dekorasi ruangan yang dihias menggunakan balon. Dilanjutkan dengan makan Bersama dan bermain games tanya jawab seputar PT Telexindo Bizmart. Acara ini semakin menumbuhkan keceriaan karena tim panitia mempersembahkan sebuah video kreatif yang dibuat oleh seluruh karyawan sebagai rasa cintanya kepada PT Telexindo Bizmart

Mengabadikan momen dengan foto bersama

Canda, tawa dan haru yang mewarnai acara ulang tahun kali ini. Di akhir acara, seluruh tim PT. Telexindo Bizmart mengabadikan momen ulang tahun perusahaan dengan berfoto bersama. Perayaan ulang tahun ditutup dengan segala harapan agar PT. Telexindo Bizmart semakin maju dan sukses. Maju terus PT. Telexindo Bizmart! (WH)

Ujian Online Certified Contact Center Agent

Ujian Online Certified Contact Center Agent

Bertepatan di Hari Ulang Tahun yang ke 12, pada tanggal 8 Agustus 2020,  PT Telexindo Bizmart mengakhiri rangkaian Free Training Certified Contact Center Agent yang telah terselenggara selama 3 sesi. Kegiatan Free Training CCCA yang biasa dilakukan di hari Sabtu, pagi ini serentak dilaksanakan Ujian Online yang diikuti oleh beberapa peserta terpilih dari berbagai perusahaan.

Dari sekitar 300 peserta yang mengikuti Free Training ini, hanya ada 100 peserta terpilih untuk mengikuti ujian dan 89 peserta telah menyelesaikan ujian yang diberikan. Peserta meakukan ujian secara online menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh tim Telexindo. Peserta yang lulus dalam ujian tersebut adalah masyarakat yang mendapatkan hasil atau minimum nilai 70. Dengan nilai minimum 70 peserta akan mengikuti Ujian Praktek yang dilaksanakan setelah ujian online selesai.

Peserta yang aktif dalam kegiatan Training Online ini mendapatkan e-certificate dari PT Telexindo Bizmart dan bagi yang lulus mendapatkan sertifikat Certified Agent dari Indonesia Contact Center Association atau ICCA.

Bagi peserta yang telah lulus ujian online, dihubungi secara langsung melalui Whatsapp Call oleh para QA Telexindo Bizmart untuk melakukan ujian praktek. Rangkaian ujian yang terlaksana selama kurang lebih 3 jam ini mendapatkan antusias yang sangat luar biasa dari para peserta.

Bagi seluruh peserta yang sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam kegiatan Certified Contact Center Agent ini, Telexindo mengucapkan terima kasih atas segala partisipasinya. Selamat kepada yang telah lulus dalam ujian kali ini, dan selalu semangat untuk terus belajar bagi peserta yang belum lulus. Semoga dengan diselenggarakan Free Training Online ini, ilmu yang disampaikan dapat diterapkan dan selalu bermanfaat dalam operasional dengan baik. (WH)

Ulang Tahun

Celoteh Pagi : Ulang Tahun
Instagram : @telexindobizmart

Menjalankan bisnis selama 15 tahun bersama Telexindo merupakan proses belajar secara berkesinambungan. Banyak hal yang telah dilalui bersama bisnis ini, mulai dalam menulis buku, membuat modul pelatihan, sampai dengan menjadi konsultan berbagai contact center. Disini berlatih secara nyata proses dalam melakukan penjualan, negosiasi, sampai dengan melaksanakan kewajiban sesuai kontrak.

Dengan Telexindo saya belajar membangun tim dan bisnis, dari 3 karyawan menjadi 500 karyawan. Dari 1 klien menjadi 2 dan kemudian menjadi puluhan, bahkan ratusan. Tak mudah merintis bisnis dengan semua keterbatasan yang kami miliki. Mengandalkan kemampuan dan keunikan dari jasa yang ditawarkan, sehingga pelanggan merasa mendapatkan solusi atas permasalahan mereka. Saya selalu meyakini bahwa bisnis jasa membutuhkan kepercayaan yang tinggi dan harus ada yang berbeda dari solusi yang kami berikan.

Selama 13 kali lomba The Best Contact Center Indonesia telah terlaksana dengan kerjasama yang tidak mudah dari semua karyawan Telexindo. Banyak proses yang telah dilakukan, mulai dari persiapan, pelaksanaan lomba sampai dengan malam penghargaan dan benchmarking. Hal ini berlangsung terus menerus setiap tahun, seperti siklus yang tak berhenti. Ketika selesai lomba tahun berjalan, maka berselang 2-3 bulan kemudian akan kembali sibuk dengan persiapan lomba tahun berikutnya.

Diantara semua kesibukan memberikan pelatihan dan konsultansi, masih sempat mengembangkan sisi lain dalam bisnis. Khususnya dalam manajemen tenaga kerja. Sebagai salah satu pemain dalam penyedia jasa tenaga kerja contact center, maka tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuktikan bahwa kami mampu mewujudkan manajemen yang kami ceritakan dalam pelatihan. Kami berupaya Telexindo mampu memberikan cara pengelolaan tenaga kerja yang berbeda. Membuktikan bahwa kami menangani tenaga kerja yang kami tempatkan dengan baik.

Nah, kenapa hari ini menjadi hari ulang tahun Telexindo yang ke-12. Walaupun sebenarnya memulai bisnis Telexindo pada tahun 2005. Dalam situasi dan pengalaman yang sangat minim dalam berbisnis. Layaknya kami membuka toko saja dan tidak ada kepikiran bahwa karyawan yang bekerja dalam Telexindo akan menjadi banyak. Kami hanya mau menyediakan pelatihan, konsultansi dan penerbitan buku. Hal ini sesuai dengan kompetensi pemilik Telexindo. Kami hanya ingin merasakan punya perusahaan seperti orang lain. Bisa menyalurkan kreativitas kami dan bisa pensiun dini.

Setelah memulai sebuah inisiatif dengan menggelar The Best Call Center Indonesia 2007. Setelah 2 tahun menjalani bisnis dengan berbagai masalah timbul. Yang akhirnya kami memutuskan meninggalkan kenangan tersebut dan menjalani sebagai bisnis baru tahun 2008. Bertepatan dengan eforia 08-08-08, kami memutuskan mendaftarkan diri sebagai entitas bisnis yang baru dan berbeda, namanya menjadi Telexindo Bizmart. Kami ingin menjadikan bisnis Telexindo yang smart. Semangat bisnisnya sudah berbeda dalam format dan rencana bisnis. Untuk kami menggunakan 2008 sebagai awal bisnis baru Telexindo. Sekaligus tahun itu, kami mengganti istilah call center dalam lomba menjadi The Best contact center Indonesia.

Pada intinya, membangun bisnis adalah proses belajar yang berkesinambungan, butuh kreativitas, komitmen, semangat dan kerjasama. Pada saat kita harus memutuskan untuk melangkah, ada peluangnya dan selalu ada potensi resikonya. Namun perubahan hanya terjadi, jika kita berani bertindak. Berupaya maksimal mencapai hasil terbaik, tentunya tetap berdoa, karena berhasil atau tidak, merupakan kewenangan Allah SWT Yang mahakuasa.

Dalam menjalani semua proses ini, harus berjalan beriringan untuk mempersiapkan regenerasi, menyiapkan talent-talent terbaik yang berkomitmen untuk melanjutkan semua karya yang telah dirintis. Mempersiapkan karyawan, membangun kompetensi, melatih kemampuan, memberikan tugas dan kewenangan serta melepas mereka melakukan yang terbaik.

Terima kasih buat semua karyawan, rekan kerja dan juga pelanggan yang telah memberikan kepercayaan kepada Telexindo. Berikan masukan kepada kami dan berikan kesempatan kepada kami untuk melakukan yang terbaik.

Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)

Antisipasi Resiko

Celoteh Pagi : Antisipasi Resiko
Instagram : @telexindobizmart

Dalam masa pandemik saat ini, kita banyak melakukan komunikasi video conference. Bisa untuk keperluan belajar, bekerja bahkan untuk silaturahim dengan keluarga atau teman sekolah. Dengan banyaknya kegiatan video conference menyebabkan kita sangat membutuhkan jaringan internet. Menyediakan jaringan internet dengan unlimited paket merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Untuk menjamin tersedianya jaringan internet yang memadai, kita menyediakan beberapa jaringan sebagai antisipasi. Ada yang menyediakan dengan jaringan internet melalui jaringan kabel tetap seperti indihome, firstmedia, biznet atau sejenisnya. Ada pula yang menyediakan paket data dari jaringan selular seperti Telkomsel, Indosat, XL, Smartfren dan provider selular lainnya. Semua itu sebagai antisipasi resiko atas ketidaktersediaan jaringan.

Nah, bagaimana dengan ketersediaan listrik, apakah kita sudah menyediakan cadangan ? Sebagai antisipasi jika terjadi pemadaman listrik. Kita masih mengingat kejadian tahun 2019, pada saat Jakarta dan sekitarnya mengalami pemadaman serempak. Tidak hanya 1 jam, tetapi beberapa jam, padamnya listrik memberikan dampak yang luas. Tidak hanya pada ketidaktersediaan penerangan, tetap berdampak pada semua jaringan telekomunikasi yang juga terhenti.

Mungkin bagi sebagian besar warga Jakarta dan sekitarnya, tidak terlalu merisaukan mengenai ketersediaan listrik dan meyakini bahwa PLN sudah menyiapkan antisipasi yang cukup. Tentunya bagi PLN, dalam kondisi pandemik saat ini memerlukan berbagai upaya untuk mengantisipasi resiko yang terjadi. Menyediakan backup dengan berbagai kemungkinan sumber daya listrik, sehingga kebutuhan daya tetap terpenuhi.

Pada saat seperti ini, diperlukan pemikiran tertentu untuk menghitung dengan baik faktor resiko yang dapat terjadi. Keahlian seseorang dalam menghitung faktor resiko ini tidak hanya ada pada kejadian PLN atau jaringan telekomunikasi. Menghitung kebutuhan dan ketersediaan diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Ketersediaan kurir pada saat jumlah pengiriman melonjak, perlu dihitung. Ketersediaan produksi seperti masker dan APD dapat terjadi kekurangan. Juga kita mengalami kekurangan suplemen vitamin C, karena banyak orang mengkonsumsi vitamin C pada masa pandemik.

Dalam berbagai kondisi kita berupaya untuk meminimalkan resiko yang terjadi. Dengan menyiapkan sesuatu sebagai tindakan antisipasi, sebelum suatu masalah terjadi. Kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi masalah serta menetapkan sumber daya yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat menjadi sangat penting. Selain itu, seseorang dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi pada saat kondisi darurat terjadi.

Tidak sedikit orang-orang yang mampu melewati masa-masa sulit dengan kreativitas yang dilakukan. Dengan kemampuan mengantisipasi resiko-resiko yang dapat terjadi, sekaligus mampu menerapkan upaya tertentu dalam kondisi krisis. Kita melihat beberapa manajemen bisnis perusahaan yang mampu merubah model bisnisnya, ada yang merubah cara distribusi melalui penjualan online, ada yang merubah cara transaksi, ada pula yang mengubah paket produk dan produksi pabriknya. Apakah ini sudah direncanakan lebih awal ?

Saya yakin tidak semuanya direncanakan, sebagian hanya mengikuti keadaan. Sama juga dengan saya yang mengubah pola pembelajaran via online. Juga kegiatan konsultasi dilakukan via online. Bagaimana jika pelanggan kecewa dengan metode ini ? Bagaimana jika dianggap tidak efektif ? Bagaimana dengan pesaing, harga dan paket produk. Semua ketakutan itu tidak menghalangi kita untuk tetap kreatif dan ada kalanya baru dipikirkan pada saat terjadi. Secara tahap demi tahap bisa menjalani proses ini dan kesibukan baru menjadikan kami harus menetapkan prioritas yang harus dilakukan.

Sambil menikmati semua kesibukan, masih menyempatkan untuk menulis celoteh pagi, sebagai wujud nikmat yang diberikan Allah SWT dengan pemampuan untuk menulis. Semoga tulisan ini dapat dirasakan manfaatnya. Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)

Produktif atau Sibuk

Celoteh Pagi : Produktif atau Sibuk
Instagram : @telexindobizmart

Pada saat kita disibukkan dengan berbagai hal, maka kita mengasumsikan diri kita sudah produktif. Kesibukan kita membuat kita menyalurkan energi yang kita miliki untuk mengerjakan sesuatu. Ada hal yang kita kerjakan manfaatnya sesaat, ada pula yang dirasakan dalam jangka panjang.

Kita bisa sibuk atau menghabiskan waktu mengerjakan hal-hal tertentu yang menghasilkan atau tidak. Ada orang tertentu yang diberikan kepercayaan untuk sibuk mengurusi orang lain, memberikan manfaat bagi orang lain, ada pula yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Ada kesibukan yang menuntut kita membagi waktu dengan baik, sehingga kita perlu menetapkan prioritas yang harus dikerjakan. Semakin kita sibuk, maka semakin banyak karya yang dihasilkan.

Dari sisi produktivitas, jika kita menggunakan kamus bahasa Indonesia, maka produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Dalam teori ekonomi ditegaskan, produktivitas menunjukkan hasil yang lebih besar dari sumber daya yang kita gunakan. Begitu juga dalam industri, suatu teknologi dikatakan lebih produktif, jika mampu menghasilkan lebih banyak dari cara manual.

Nah, ini tantangannya, pada saat kita sibuk, apakah menunjukkan kita lebih produktif ? Hasil bisa diukur dengan manfaat, yang bisa terwujud dengan pendapatan yang lebih besar, rasa bahagia yang lebih besar, rasa syukur yang lebih besar, atau ukuran lain yang bisa ditetapkan oleh setiap individu.

Pada masa pandemik ini, setiap individu berusaha mengisi waktu dengan berbagai kesibukan. Ada kesibukan untuk membangun kebahagiaan dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ada pula kesibukan yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Ada yang menghasilkan sesuatu yang menjadi karya buat masa depan, dan ada pula yang sibuk dengan dirinya sendiri.

Dalam melaksanakan pekerjaan sebagai insan contact center, produktivitas diukur dengan ukuran yang ditetapkan oleh perusahaan. Dengan harapan bahwa setiap sumber daya yang digunakan mampu menghasilkan atau kontribusi yang lebih besar. Ada contact center yang menggunakan ukuran kebahagian pelanggan (customer satisfaction), ada juga yang mengukur dari pendapatan (revenue), transaksi, pemesanan, nilai lain yang ditetapkan perusahaan.

Apakah anda merasa lebih sibuk atau lebih produktif ?
Selamat menikmati pagi, semoga anda sehat dan bahagia. #CelotehPagi (AA)

Kembali ke Sekolah

Kembali ke Sekolah atau kembali ke Notebook. Begitulah situasi belajar anak-anak saat ini. Sudah beberapa hari ini anak-anak kembali belajar dengan metode yang baru. Banyak tantangan yang dihadapi orang tua, guru dan juga murid. Orang tua harus membagi waktu untuk mengajar anak-anaknya. Begitu juga guru yang harus belajar metode-metode baru dalam cara mengajar jarak jauh. Selain itu, guru juga harus belajar menggunakan aplikasi, mengatasi kendala jaringan dan aspek teknis lainnya.

Tentunya proses belajar ini menjadi tidak mudah bagi semua pihak yang terlibat. Dapat menimbulkan stress bagi pihak yang tidak siap dalam menghadapi berbagai kendala yang terjadi. Berbagai informasi yang tersebar di media sosial mengenai kendala yang dihadapi dalam proses belajar. Juga orang tua yang menyampaikan beratnya mengajar anak-anak. Mungkin baru menyadari bahwa mengajar anak-anak dalam proses yang tidak mudah.

Pada saat kita dihadapkan situasi dengan berbagai aktivitas yang dilakukan sendiri, maka semakin kita membutuhkan orang lain dalam membantu. Begitulah, kehadiran guru untuk mengajar anak-anak menjadi kebutuhan, setelah kita menghadapi berbagai kendala dalam mengajarkan anak-anak. Berbagai mata pelajaran yang harus dipelajari, terkadang kita bingung, kenapa harus belajar ini ? apa gunanya ?

Hmmm … begitulah. Kondisi pandemik menyebabkan kita harus siap menghadapi berbagai kegiatan, sekaligus berbagi peran, dan berbagi waktu. Semakin banyak peran yang kita mainkan, semakin banyak beban kerja yang harus diperhatikan. Bagi yang mampu mengelola waktunya dengan baik, maka akan bisa menikmati peran tersebut dalam melayani orang lain. Guru, sebagai orang tua di rumah, dan sebagai pengajar menghadapi berbagai tantangannya. Mungkin saja mereka juga berhadapan dengan kondisi keterbatasan perangkat, akses jaringan dan kemampuan teknis.

Pada saatnya berdiam diri tentunya tidak menyelesaikan masalah. Melepaskan tanggungjawab juga tidak akan menyebabkan beban kita menjadi lebih ringan. Membantu orang lain untuk meringankan beban pada saat kita mampu melakukannya. Baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun dalam bentuk materi. Meringankan beban guru dengan membantu mereka mengajarkan anak-anak kita. Minimal mengurangi beban guru dalam proses belajar mengajar.

Berbagai informasi tersedia di Cloud, ada Google, ada YouTube, ada Wikipedia dan berbagai halaman Website yang bisa digunakan sebagai referensi. Bisa digunakan pada saat kita tidak bisa mengajar Fisika, Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia, juga Bahasa Inggris. Apalagi belajar agama, sejarah, budaya lokal dan berbagai materi lainnya. Hanya berharap bahwa semoga guru tidak memberikan PR yang terlalu banyak kepada muridnya. Nanti mereka juga repot untuk memeriksannya. Hmmm … selamat menikmati, semoga dimudahkan. #CelotehPagi (AA)